Categories: FAKTA ALKITAB

7 Fakta Makanan Halal Dan Haram Di Perjanjian Baru

 

5. Rasul Paulus Mengajarkan Bahwa Bagi Orang Percaya Semua Makanan Halal

Rasul Paulus mempunyai pandangan yang sama dengan Tuhan Yesus,  Petrus, dan para rasul lainnya dalam hal makanan halal dan haram.

Sebab memang rasul Paulus juga ikut serta dalam sidang gereja di Yerusalem yang memutuskan bahwa orang Kristen tidak perlu lagi melakukan Hukum Taurat, termasuk aturan makanan halal dan haram (lihat poin 4 di atas).

Dalam berbagai suratnya kepada jemaat-jemaat Tuhan di berbagai kota, rasul Paulus secara berulang-ulang menegaskan bahwa orang Kristen tidak terikat dengan aturan-aturan makanan halal dan haram.

Paulus mengatakan bahwa bagi orang Kristen, semua makanan halal. Sebab semua yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya. Semuanya itu dikuduskan oleh firman dan doa (1 Timotius 4:1-5).

Rasul Paulus lebih lanjut berkata bahwa aturan tentang makanan halal dan haram hanyalah “bayangan”, sedangkan wujudnya adalah Kristus (Kolose 2:16-17).

Maksudnya jelas, jika wujud yang sesungguhnya telah datang (Tuhan Yesus melalui kematianNya di kayu salib), maka bayangan (Hukum Taurat, termasuk aturan makanan halal-haram) tidak diperlukan lagi.

 

6. Masalah Makanan Halal Dan Haram Tidak Boleh Menghakimi Saudara Seiman

Sekalipun masalah makanan halal dan haram tidak lagi mengikat orang Kristen,  namun rupanya masih ada orang Kristen yang berpandangan bahwa aturan makanan halal dan haram dalam Perjanjian Lama itu masih tetap berlaku bagi orang Kristen di Perjanjian Baru.

Karena itu rasul Paulus menegaskan agar keyakinan orang-orang seperti itu tetap dihormati dan diperhatikan, tidak boleh dihakimi.

 

7. Masalah Makanan Halal Dan Haram Tidak Boleh Menjadi Batu Sandungan Bagi Saudara Seiman

Demikian juga sebaliknya, orang Kristen yang masih menuruti aturan makanan halal dan haram di Perjanjian Lama harus menghormati orang Kristen yang tidak lagi mengikuti aturan tersebut dan tidak menghakiminya.

Rasul Paulus menegaskan bahwa orang percaya tidak boleh menjadi batu sandungan bagi saudara seimannya hanya karena berbeda pandangan tentang makanan halal-haram.

Dengan demikian tidak terjadi perpecahan di antara jemaat.

Yang terpenting menurut rasul Paulus adalah masing-masing orang Kristen harus yakin dengan pandangannya sendiri (Roma 14).

 

Itulah 7 fakta tentang makanan halal dan haram menurut Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Page: 1 2