Loading...
Loading...

7 Fakta Penting Tentang Abraham Menurut Alkitab

Artikel ini membahas seputar 7 fakta penting tentang Abraham menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen.

Abraham adalah salah satu tokoh Alkitab terbesar, khususnya di Perjanjian Lama.

Abraham adalah ayah Ishak, kakek Yakub, dan nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Bersama Ishak, ayahnya, dan Yakub, cucunya, Abraham sering disebut secara bersamaan dan sebagai satu kesatuan.

Misalnya dalam penyebutan nama Tuhan, yang biasa disebut dengan istilah “Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”

Selain itu, Abraham juga merupakan nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab

Abraham menurut Alkitab terutama dikenal karena dipanggil Tuhan untuk pergi ke Tanah Perjanjian, yang akan menjadi milik keturunannya, serta mengikat perjanjian dengannya.

Lalu, bagaimanakah latar belakang Abraham menurut Alkitab? Bagaimana kehidupannya di Tanah Perjanjian sebagai nenek moyang bangsa Israel? Bagaimana janji-janji Tuhan kepadanya digenapi?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Rasul Paulus Menurut Alkitab

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Abraham menurut Alkitab, atau menurut pandangan Kristen.

Berikut pembahasannya.

 

1. Abraham Berasal Dari Keluarga Penyembah Berhala Di Ur-Kasdim

Alkitab tidak banyak memberi latar belakang Abraham sebelum Tuhan memanggilnya (lihat poin 2 di bawah).

Tetapi yang jelas Abraham berasal dari keluarga penyembah berhala.

Sebab Alkitab menyebut bahwa ayah Abraham, yakni Terah, adalah seorang penyembah berhala (Yosua 24:2).

Dalam arti, Terah bukanlah penyembah Allah yang benar, Allah yang kelak menyatakan diri kepada Abraham.

Bukan hanya Terah penyembah berhala, bahkan Abraham juga demikian, sebelum akhirnya ia menjadi orang yang percaya kepada Tuhan.

Pada waktu itu Abraham belum mempunyai anak, padahal usianya telah 75 tahun dan istrinya, Sara, adalah seorang perempuan mandul yang telah berusia 65 tahun.

Abraham adalah orang yang cukup kaya, sebab ia mempunyai banyak harta dan hamba-hamba (Kejadian 12:4-5).

Abraham tinggal di kota Ur-Kasdim, yang termasuk wilayah Mesopotamia (sekarang masuk wilayah Irak).

 

2. Tuhan Memanggil Abraham Menuju Tempat Yang Belum Dia Tahu Dan Menjanjikannya Berkat Rohani Dan Jasmani

Kemudian Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian dengannya.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya di Ur-Kasdim dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya, yang pada saat itu belum diketahui Abraham (Kejadian 12:1-3).

Walaupun dalam Kejadian 12:4-5 disebut bahwa Abraham dipanggil Tuhan ketika ia ada di Haran, tetapi sebenarnya Tuhan telah memanggilnya sejak ia masih di Ur-Kasdim (Kejadian 15:7; Kisah Para Rasul 7:2-3).

Allah berjanji akan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar, memberkati Abraham secara jasmani, menjadikan nama Abraham masyhur, dan oleh Abraham seluruh kaum di muka bumi akan diberkati.

Siapa yang memberkati Abraham akan diberkati Tuhan dan siapa yang mengutuknya akan dikutuk Tuhan (Kejadian 12:4-5).

Membuat Abraham menjadi bangsa yang besar maksudnya adalah membuat banyak keturunan Abraham.

Dengan dipanggilNya Abraham, maka Tuhan kini lebih memfokuskan diriNya kepada sekelompok kecil manusia, yakni keturunan Abraham (umat Israel), dan memberi hukumNya kepada mereka tanpa mengabaikan bangsa-bangsa lain.

 

3. Abraham Menaati Panggilan Tuhan Dan Berangkat Ke Tanah Yang Akan Tuhan Tunjukkan, Tanpa Ada Bantahan

Ketika Abraham mendengar panggilan Tuhan, ia menaatinya, tanpa ada pertanyaan, apalagi bantahan.

Ia meninggalkan negerinya di Ur-Kasdim dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya.

Ia membawa istrinya, Sara, dan keponakannya, Lot serta segala hartanya dan orang-orangnya (Kejadian 12:4-5).

Menarik, ketika Tuhan memanggil Abraham, ia langsung percaya dan taat kepadaNya, padahal ia belum tahu tempat yang akan ia tuju.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Abraham pada saat itu sudah percaya kepada Tuhan, meskipun ia berasal dari keluarga penyembah berhala (lihat poin 1 di atas).

Kendati demikian, ketaatan Abraham ini adalah suatu hal yang luar biasa.

Sebab, selain ia belum tahu pasti ke mana ia dipanggil, ia juga harus meninggalkan kampung halamannya dan membawa serta keluarga besarnya serta harta bendanya.

Tentu hal seperti ini tidak mudah untuk dijalani.

Tindakan Abraham ini adalah wujud dari imannya kepada Tuhan. Ia taat karena ia percaya/beriman kepada Tuhan. (Baca: 12 Pahlawan Iman Dalam Ibrani 11)

Setelah Abraham dan rombongannya melakukan perjalanan dari Ur-Kasdim dan Haran maka sampailah mereka di Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan, di dekat Sikhem (Kejadian 12:6).

Sekalipun awalnya Tuhan tidak memberi tahu Abraham tempat yang akan ia tuju, rupanya ia tiba juga di Tanah Kanaan, tanah yang Tuhan maksud.

Hal ini berarti bahwa di dalam perjalanan Abraham, Tuhan kemudian memberitahukan Abraham – dengan cara tertentu – tempat yang akan ia tuju.

 

4. Abraham Menerima Penggenapan Janji Tuhan Di Tanah Perjanjian, Walau Tidak Dengan Cara Yang Mudah 

Setelah Abraham tiba di Tanah Perjanjian, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abraham. Ia berjanji akan memberikan negeri itu kepada keturunannya (Kejadian 12:7).

Tuhan juga berjanji akan membuat keturunannya sebanyak bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut (Kejadian 15:5; 22:17).

Padahal saat itu Abraham belum punya anak, dan usianya sudah 99 tahun dan Sara 89 tahun.

Karena itu Tuhan berjanji akan memberi Abraham seorang anak, sehingga ia bisa mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Hal ini tergenapi ketika Sara melahirkan Ishak, 25 tahun setelah mereka tiba di Tanah Perjanjian! (Kejadian 21).

Jelas, janji Tuhan menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar (lihat poin 1 di atas) tidak dicapai dengan mudah.

Selain itu, Abraham juga menerima berkat-berkat jasmani yang Tuhan janjikan kepadanya, sehingga ia menjadi orang kaya di Tanah Perjanjian. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya)

Tetapi hal ini pun tidak dicapai Abraham dengan mudah.

Sebab Abraham harus pergi dulu mengungsi ke Mesir, dikarenakan kelaparan yang terjadi Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!