Loading...
Loading...

7 Fakta Penting Tentang Ayub Menurut Alkitab

Artikel ini membahas 7 fakta penting tentang Ayub menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen.

Bagi banyak orang Kristen nama Ayub pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Ayub adalah tokoh terkenal di Alkitab dan kisah hidupnya sangat digemari banyak orang percaya, baik anak-anak Sekolah Minggu maupun orang dewasa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Abraham Menurut Alkitab

Ayub adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya paling menginspirasi banyak orang.

Kisah Ayub memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh populer di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab

Kisah pribadi Ayub di Alkitab telah menjadi kisah abadi yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Ayub terutama dikenal karena mengalami penderitaan yang hebat, yang Tuhan izinkan terjadi atas dirinya, sebelum akhirnya Tuhan memulihkannya.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Selain itu, Ayub juga dikenal sebagai seorang yang saleh dan takut akan Tuhan.

Kisah hidup Ayub dapat ditemukan dalam Kitab yang disebut dengan namanya, yakni kitab Ayub.

Lalu, bagaimanakah latar belakang Ayub?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Simson Menurut Alkitab

Bagaimanakah keadaan Ayub sebelum mengalami penderitaan yang begitu hebat?

Seberapa besarkah penderitaan yang dialami Ayub?

Bagaimana sikap Ayub dalam menghadapi penderitaannya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Raja Yosafat Menurut Alkitab

Bagaimana keadaan Ayub setelah ia selesai mengalami penderitaan?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Ayub menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen.

 

1. Ayub Adalah Orang Yang Saleh Dan Takut Akan Tuhan

Ayub hidup di negeri Us, suatu negeri di sebelah Timur Israel.

Dari penelitian terhadap data-data Alkitab, maka dapat diketahui bahwa Ayub hidup kurang lebih sezaman dengan Abraham.

Jadi Ayub bukanlah orang Israel, dalam arti bukan termasuk umat pilihan Tuhan keturunan Abraham.

Tetapi jelas Ayub menyembah Allah yang benar, yakni Allah yang disembah Abraham.

Salah satu karakter Ayub yang digambarkan di Alkitab adalah bahwa ia seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah.

Ayub adalah orang yang jujur dalam seluruh hidupnya. Dia hidup dalam takut akan Tuhan serta menjauhi dosa. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Saleh)

Salah satu contoh kesalehan Ayub adalah ketika ia senantiasa berdoa buat anak-anaknya, dengan mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan.

Sebab ia kuatir anak-anaknya tersebut telah melakukan dosa dan mengutuki Allah di dalam hati.

Ayub menikah dan mempunyai 10 anak, 7 anak laki-laki serta 3 anak perempuan (Ayub 1:1-2, 4-5).

 

2. Ayub Adalah Orang Paling Kaya Di Negerinya

Selain saleh, Ayub juga ternyata adalah seorang yang sangat kaya.

Ayub bahkan menjadi orang paling kaya di antara orang-orang yang hidup di negeri timur atau di negara-negara sebelah timur Israel. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya)

Sebab Ayub memiliki 7000 ekor kambing domba, 3000 ekor unta, 500 pasang lembu, dan 500 keledai betina.

Selain itu, Ayub juga dikatakan mempunyai budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, tetapi Alkitab tidak menyebutkan jumlah pasti budak-budak Ayub tersebut. (Ayub 1:3).

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa di Alkitab,  kekayaan dan kesalehan bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Dalam pandangan Allah, kekayaan bukanlah dosa, orang percaya boleh memiliki kekayaan.

Dan banyak Tokoh Alkitab yang saleh sekaligus kaya, seperti Ayub, Abraham, Yosafat, dll.

 

3. Kesalehan Ayub Dipuji Oleh Tuhan Di Hadapan Iblis Dan Mengizinkannya Untuk Mencobai Ayub

Hal yang luar biasa dari diri Ayub adalah bahwa Allah sendiri memuji kesalehannya dan membanggakannya di hadapan iblis.

Bahkan Allah menyebut Ayub sebagai orang paling saleh yang hidup di bumi.

Menanggapi hal ini iblis berkata bahwa Ayub hidup saleh dan takut akan Tuhan disebabkan oleh berkat-berkat yang ia miliki.

Menurut iblis, Ayub akan mengutuki Allah jika semua yang dimiliki Ayub diambil oleh Allah.

Maka Allah pun mempersilakan iblis untuk mencobai Ayub, asal iblis jangan sampai menjamah Ayub atau membunuhnya (Ayub 1:6-12).

Karena Allah tahu bahwa sekalipun iblis mencobai Ayub, ia tetap hidup saleh dan takut akan Dia.

Hal yang menarik di sini adalah bahwa ada “komunikasi yang baik” di antara Allah dan iblis.

Padahal kita tahu bahwa iblis adalah musuh besar Allah, sekaligus bapa segala kejahatan. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Bukan hanya itu, “komunikasi yang baik” di antara Allah dan iblis itu bahkan terjadi di hadapan Allah sendiri, atau di surga.

Padahal kita tahu surga adalah tempat kediaman Allah dan bahwa iblis telah dilemparkan dari surga ke bumi. (Baca: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen)

Tetapi yang terpenting di sini adalah inti cerita itu.

Maksudnya adalah bahwa Allah sangat bangga dengan hamba-hambanya yang saleh sehingga Dia ingin membuktikannya kepada iblis, dan bahwa Allah kadang mengizinkan anak-anakNya untuk dicobai oleh iblis.

 

4. Ayub Dicobai Oleh Iblis Dengan Sangat Berat

Setelah iblis diizinkan oleh Allah untuk mencobai Ayub, maka ia pun mulai bertindak.

Iblis mulai mencobai Ayub dengan sangat berat melalui berbagai penderitaan yang terjadi secara mendadak dan bertubi-tubi, baik penderitaan secara fisik maupun secara psikis.

Pertama, harta kekayaan Ayub lenyap seketika, semua hewan peliharaannya hilang, baik karena dirampas musuh maupun karena disambar api dari langit.

Kedua, kematian 10 anak Ayub secara mendadak, ketika angin ribut merobohkan rumah di mana mereka sedang berpesta serta menimpa mereka.

Harta kekayaan Ayub yang lenyap seketika serta kematian kesepuluh anaknya, terjadi pada hari yang sama.

Ini semua adalah penderitaan yang sangat berat bagi siapa pun.

Namun yang luar biasa adalah reaksi pertama Ayub saat menghadapi semua penderitaannya ini.

Alih-alih menggerutu dan menyalahkan Tuhan, Ayub justru memuji Tuhan!

Ayub berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Dalam menghadapi semua penderitaannya ini,  Ayub tidak berbuat dosa dan menyalahkan Tuhan (Ayub 1:13-22).

Setelah iblis melihat hal ini maka ia berkata kepada Tuhan bahwa Ayub tetap hidup saleh kendati telah menderita adalah karena ia masih sehat.

Menurut iblis, jika Ayub sakit, maka ia pasti mengutuki Tuhan.

Maka Tuhan kembali mengizinkan iblis mencobai Ayub.

Ayub ditimpanya dengan barah busuk dari kaki sampai kepala, sebuah penyakit kulit yang sangat parah.

Dan Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya sambil duduk di dalam abu.

Penyakit itu begitu menggerus tubuhnya, sampai-sampai Ayub hampir tak bisa dikenali lagi (lihat poin 5 di bawah).

Tetapi Ayub kembali menunjukkan imannya kepada Tuhan, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas semua penderitaannya (Ayub 2:1-8, 10b).

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!