7 Fakta Penting Tentang Matius Di Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang Matius di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Matius adalah nama yang cukup populer.

Sebab rasul Matius adalah salah satu tokoh penting di Alkitab Perjanjian Baru dan kisah hidupnya adalah kisah yang menginspirasi.

Karena itu kisah rasul Matius sangat menarik untuk dipelajari.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Andreas Di Alkitab

Bukan saja karena Matius merupakan salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Rasul Matius terutama dikenal karena menjadi salah satu murid Tuhan Yesus yang terkenal.

Kisah hidup Matius dicatat dalam keempat Kitab Injil (Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes) dan dalam  Kitab Kisah Para Rasul.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yakobus Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang rasul Matius sebelum menjadi murid Tuhan Yesus?

Bagaimana kehidupannya setelah Tuhan Yesus memanggilnya menjadi rasulNya?

Apa yang bisa kita pelajari dari sifat atau karakter Matius?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yudas Iskariot Di Alkitab

Dan bagaimanakah pelayanan Matius setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Matius di Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.  

 

1. Matius Adalah Salah Satu Murid Tuhan Yesus Yang Dibahas Secara Tersendiri Di Alkitab

Matius adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus.

Dari 12 muridNya tersebut, hanya sebagian saja yang disebut secara khusus.

Artinya, mereka punya satu kisah khusus atau sifat khusus yang dicatat di Alkitab, di luar kebersamaan mereka dengan murid-murid Tuhan Yesus yang lain.

Sementara sebagian murid Tuhan Yesus yang lain hanya disebut namanya dalam daftar murid-muridNya atau dalam kumpulan para murid.

Salah satu dari murid-murid Tuhan Yesus yang disebut secara khusus di Alkitab di luar kebersamaan mereka dengan murid-muridNya yang lain adalah Matius.

Satu-satunya kisah khusus tentang Matius di Alkitab Perjanjian Baru adalah kisah tentang pemanggilannya sebagai murid Tuhan Yesus, yang dicatat dalam tiga Kitab Injil, yakni Injil Matius, Markus, dan Lukas (Matius 9:9-13; Markus 2:13-17; Lukas 5:27-32).

 

2. Matius Mempunyai Dua Nama, Satu Lagi Adalah Lewi

Matius mempunyai dua nama, yakni Matius dan Lewi.

Hal ini dapat kita ketahui karena dalam kisah tentang Matius yang dicatat dalam tiga Kitab Injil, namanya disebut secara berbeda.

Di dalam Injil Matius, nama yang dipakai adalah Matius.

Nama Matius dalam bahasa Yunani adalah Matthaios, berasal dari bahasa Ibrani Mattityahu, disingkat Mattay, yang artinya “Pemberian Tuhan”.

Sedangkan di dalam Injil lain, yakni Injil Markus dan Lukas, nama yang dipakai adalah Lewi (Markus 2:14; Lukas 5:27).

Karena ketiga kisah yang dicatat dalam tiga Injil yang berbeda adalah menunjuk pada orang yang sama, dan karena mereka tidak mungkin salah sebut nama orang yang mereka ceritakan, maka harus ditafsirkan bahwa orang yang mereka tulis kisahnya mempunyai dua nama.

Sebagian pakar Alkitab yang menganggap bahwa nama asli Matius adalah Lewi, kemudian Tuhan Yesus memberinya nama baru, yakni Matius.

Namun para pakar lainnya beranggapan bahwa Matius adalah anggota suku Lewi, sehingga ia dinamai dengan nama sukunya tersebut.

Yang mana pun pandangan yang benar, yang jelas Matius mempunyai dua nama, yang memang lazim pada masa itu.

 

3. Matius Adalah Seorang Pemungut Cukai

Dalam kisah tentang pemanggilan Matius atau Lewi sebagai murid Tuhan Yesus, kita dapat mengetahui tentang latar belakang pekerjaannya.

Di dalam ketiga kitab Injil yang mencatat kisah Matius, secara eksplisit maupun implisit diceritakan bahwa pekerjaan Matius adalah seorang pemungut cukai atau pemungut pajak (Lukas 5:27).

Pada zaman itu, pemungut cukai adalah orang yang bekerja pada pemerintah Romawi untuk memungut pajak dari rakyat.

Orang Israel umumnya memandang rendah  para pemungut cukai dan menganggapnya sebagai orang-orang berdosa yang setara dengan para perempuan sundal (lihat poin 5 di bawah).

Hal ini terjadi karena pemungut cukai dianggap sebagai antek-antek penjajah (Romawi). Mereka dianggap tidak nasionalis dan pengkhianat bangsa.

Apalagi dalam menjalankan tugasnya mereka kerap memeras rakyatnya sendiri (bandingkan dengan Lukas 3:12-13; 19:8).

Tetapi pemungut cukai biasanya merupakan pekerjaan yang cukup prestisius, dan mereka biasanya orang yang kaya.

Jadi Matius boleh dikatakan seorang yang kaya (lihat poin 5 di bawah) dan berstatus sosial yang tinggi, sekalipun dibenci oleh banyak orang.

 

4. Ketika Matius Dipanggil Tuhan Yesus Menjadi MuridNya, Ia Langsung Meninggalkan Pekerjaannya

Matius sedang duduk di rumah cukai, yang berarti sedang bekerja sebagai pemungut pajak, ketika Tuhan Yesus lewat.

Dan Tuhan Yesus pun memanggilnya menjadi muridNya.

Tuhan Yesus hanya berkata singkat kepada Matius, “Ikutlah Aku.”

Namun hal itu sudah cukup untuk membuat Matius meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Tuhan Yesus (Lukas 5:27-28).

Respons Matius ini sama seperti respons Petrus dan saudaranya, Andreas, dan respons Yohanes dan saudaranya, Yakobus (Matius 4:18-22).

Ini adalah suatu hal yang menarik.

Sebab pada masa itu banyak juga orang yang menolak Tuhan Yesus ketika dipanggil menjadi muridNya (Lukas 9:59-62).

Apalagi Matius harus meninggalkan pekerjaannya yang sudah mapan. 

Sehingga respons cepat Matius dalam mengikut Tuhan Yesus itu patut diapresiasi.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!