7 Fakta Penting Tentang Matius Di Alkitab

5. Ketika Tuhan Yesus Dan Banyak Orang Lain Makan Di Rumah Matius, Orang Farisi Bersungut-sungut 

Setelah Matius menjadi murid Tuhan Yesus, maka ia mengadakan perjamuan yang besar untuk Tuhan Yesus di rumahnya.

Mungkin ini adalah semacam ucapan syukur dari Matius karena Tuhan Yesus berkenan menjadikannya sebagai salah satu muridNya.

Matius juga mengundang banyak orang untuk ikut di dalam perjamuan tersebut, termasuk sesama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa lainnya.

Inilah bukti nyata bahwa Matius adalah orang yang berada sebagai seorang pemungut cukai.

Melihat perjamuan yang dilakukan oleh Matius, maka orang-orang farisi dan para ahli Taurat Yahudi bersungut-sungut kepada murid-murid Tuhan Yesus.

Mereka tidak setuju jika Yesus yang adalah seorang nabi dan guru agama Yahudi makan bersama orang-orang berdosa.

Maka Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa Ia datang bukan untuk orang (yang menganggap dirinya) benar, melainkan orang (yang menganggap dirinya) berdosa (Lukas 5:29-32)

 

6. Matius Setia Dalam Bersekutu Dan Melayani Pasca Kenaikan Tuhan Yesus, Dan Menurut Tradisi Mati Martir Di Nadabah

Sebutan nama Matius setelah Tuhan Yesus naik ke surga hanya satu kali saja, seperti umumnya murid-muridNya yang lain di luar 3 murid terdekatNya (Kisah Para Rasul 1).

Tetapi yang jelas Matius pasti setia bersekutu dan melayani bersama gereja Tuhan.

Dan sebutan “rasul-rasul” dalam pasal-pasal awal kitab Kisah Para Rasul pastilah merujuk semua rasulNya, termasuk Matius.

Namun dalam bukunya Book of Martyrs, John Foxe menulis bahwa Matius menghabiskan sisa umurnya untuk memberitakan Injil di Partia dan Etiopia.

Menurut Foxe, Matius meninggal sebagai martir di kota Nadabah pada tahun 60 Masehi.

Tetapi karena Foxe memperoleh informasi dari sumber-sumber Yunani abad pertengahan, maka agak sulit untuk memastikan apakah pernyataannya itu layak dipercaya. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka)  

7. Matius Adalah Salah Satu Penulis Kitab Injil

Tuhan hanya memakai empat hambaNya untuk menulis InjilNya, dan salah satunya adalah Matius.

Yang menarik, dari empat Injil yang ada, dua Injil ditulis oleh rasul, atau murid-murid pertama Tuhan Yesus, yakni Injil Matius dan Injil Yohanes.

Sedangkan dua Injil lagi ditulis bukan oleh rasul, tetapi oleh rekan-rekan Rasul Paulus dan Rasul Petrus, yakni Injil Markus dan Injil Lukas.

Memang tidak ada di dalam Injil Matius disebut bahwa Matius adalah penulis Injil tersebut. Namun tradisi sejak dini menyebutkan demikian.

Papias (70-155 Masehi), salah satu bapa gereja yang banyak menulis tentang tradisi Kristen, mengatakan dengan jelas bahwa Matius adalah penulis Injil Matius.

Pandangan ini sangat masuk akal, sebab sebagai mantan pemungut cukai, Matius pasti mampu membaca dan menulis, serta terampil dalam hitung-menghitung.

Matius mendapat kehormatan untuk menulis  salah satu Kitab InjilNya, yakni Injil Matius, yang menjadi bagian dari Kitab Suci Kristen.

 

Itulah 7 fakta penting tentang Matius menurut Alkitab Perjanjian Baru.  

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.  

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan. 

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!