7 Fakta Penting Tentang Miryam Di Alkitab

Artikel ini membahas 7 fakta penting tentang Miryam di Alkitab Perjanjian Lama.

Bagi banyak orang Kristen nama Miryam pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Miryam adalah tokoh yang cukup terkenal di Alkitab dan kisah hidupnya juga patut untuk diteladani.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Ester Di Alkitab

Miryam adalah salah satu tokoh Alkitab perempuan yang kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang.

Kisah Miryam memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh yang cukup populer di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang penting untuk dipelajari.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Rut Di Alkitab

Kisah pribadi Miryam di Alkitab telah menjadi kisah yang sangat berharga bagi orang Kristen.

Miryam terutama dikenal karena menjadi Hakim Israel yang berhasil mengalahkan musuh.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Debora Di Alkitab

Kisah hidup Miryam dapat ditemukan dalam Kitab Keluaran dan Kitab Bilangan.

Lalu, bagaimanakah kisah hidup Miryam?

Apa saja yang diperbuatnya selama hidupnya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Sara Di Alkitab

Dan apa saja yang bisa dipelajari dari kisah hidup Miryam, baik yang positif maupun yang negatif?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Miryam di Alkitab Perjanjian Lama.

Berikut pembahasannya.

 

1. Miryam Adalah Saudara Perempuan Musa Dan Harun

Fakta pertama tentang Miryam di Alkitab adalah: dia merupakan saudara perempuan Musa dan Harun.

Musa dan Harun adalah dua pemimpin Israel yang membawa bangsa itu keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, serta memimpin mereka selama perjalanan di padang gurun.

Miryam adalah saudara perempuan Musa dan Harun, mungkin kakak mereka. (Keluaran 15:20).

Nama orang tua mereka adalah Amram dan Yokhebed. (Keluaran 6:20)

Tampaknya Miryam tidak menikah, karena Alkitab tidak pernah menyebut tentang suami atau anak-anaknya.

Nama Miriam (Ibrani) ditransliterasi ke dalam bahasa Yunani menjadi Maria.

Meski di  Perjanjian Lama nama Miryam sangat jarang dipakai, namun di Perjanjian Baru nama Maria (padanan Yunani Miryam) sangat populer.

Sedikitnya ada 6 perempuan di Perjanjian Baru yang bernama Maria. Dua yang paling terkenal adalah Maria ibu Yesus dan Maria Magdalena.

 

2. Miryam Adalah Kakak Musa Yang Mengawasi Bayi Musa Dalam Peti Di Sungai Nil

Fakta kedua tentang Miryam di Alkitab adalah: dia adalah kakak perempuan Musa yang mengawasinya di dalam peti pandan di sungai Nil.

Ketika jumlah orang Israel semakin bertambah di Mesir setelah kematian Yusuf, Firaun mulai takut, sebab ia berpikir orang Israel akan memberontak dan memerangi mereka.

Karena itu, raja Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Israel (Keluaran 1)

Pada masa-masa sulit itulah Musa lahir.

Ketika Musa lahir, ibunya menyembunyikannya selama tiga bulan agar ia tidak dibunuh Firaun, apalagi Musa seorang bayi yang terlihat tampan (Baca: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab)

Namun ibu Musa tak bisa lagi menyembunyikan Musa lebih lama (karena Musa makin besar dan tangisannya akan semakin keras).

Karena itu, ia memasukkan Musa ke dalam sebuah peti pandan, lalu menaruhnya ke sungai Nil, di mana putri Firaun biasa mandi.

Kakak Musa, Miryam, disuruhnya mengawasi bayi Musa. (Keluaran 2:4,7)

Ketika putri Firaun hendak mandi dan melihat bayi Musa, ia pun berbelas kasihan. Ia mengambilnya serta mengangkatnya sebagai anak.

Tetapi kakak Musa, Miryam, menawarkan putri Firaun seorang perempuan Israel sebagai inang penyusu bagi Musa. Dialah ibu Musa sendiri (mungkin putri Firaun tidak tahu bahwa dia ibu Musa sendiri).

Maka Musa dibesarkan oleh ibunya sendiri hingga dia disapih/lepas susu (kira-kira hingga usia 2-3 tahun).

Setelah itu maka Musa diserahkan kembali kepada putri Firaun sebagai ibu angkat Musa (Keluaran 2).

Meskipun nama Miryam tidak disebut dalam ayat-ayat tersebut, namun mengingat hanya Miryam saudara perempuan Musa yang disebut di Alkitab,  maka hampir bisa dipastikan bahwa dialah yang mengawasi bayi Musa tersebut.

 

3. Miryam Adalah Salah Satu Pemimpin Israel, Yang Memimpin Para Perempuan Bernyanyi Ketika Bangsa Israel Melewati Teberau

Fakta ketiga tentang Miryam di Alkitab adalah: dia merupakan salah satu pemimpin bangsa Israel di padang gurun, dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian.

Alkitab dengan jelas menyebut bahwa Miryam, bersama Musa dan Harun, dua saudaranya, adalah para pemimpin Israel (Mikha 6:4).

Alkitab mencatat contoh kepemimpinan Miryam tatkala ia memimpin perempuan-perempuan Israel untuk menari dan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan dengan rebana, setelah Ia melepaskan mereka dari kejaran tentara Firaun. (Keluaran 15:20-21)

Saat itu Tuhan membawa umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan membelah Laut Teberau, dan orang Israel berjalan melewati laut yang sudah kering.

Sedangkan tentara Firaun yang mencoba mengejar mereka tewas tenggelam setelah Tuhan “membalikkan kembali” laut tersebut.

Sangat menarik bahwa Miryam bisa menjadi pemimpin Israel.

Padahal perempuan biasanya dianggap rendah di Israel. Ini suatu hal yang luar biasa.

Alkitab tidak menjelaskan apa peran Miryam sebagai pemimpin dan bagaimana kepemimpinannya (selain memimpin perempuan-perempuan Israel untuk menari dan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan, seperti yang disebut di atas).

Tetapi ada kemungkinan juga bahwa Miryam disebut pemimpin karena ia seorang nabiah atau nabi perempuan (lihat poin 4 di bawah).

 

4. Miryam Merupakan Seorang Nabiah

Fakta keempat tentang Miryam di Alkitab adalah: dia merupakan seorang nabi perempuan atau nabiah.

Nabiah atau nabi perempuan pertama yang disebut di Alkitab adalah Miryam.

Jadi selain seorang pemimpin, Miryam juga seorang nabiah. (Keluaran 15:20).

Nabi adalah penyambung lidah Allah.

Mereka menyampaikan firman Allah kepada umatNya, termasuk menegur mereka atas dosa-dosa yang mereka lakukan, serta menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan datang.

Umumnya nabi adalah laki-laki, sebagaimana umumnya jabatan dalam bidang politik dan keagamaan bangsa Israel, yang lebih menonjolkan peran laki-laki.

Namun demikian, di antara nabi-nabi tersebut, rupanya terdapat juga beberapa nabi perempuan atau nabiah.

Sejauh yang kita ketahui, hanya 7 orang perempuan di Alkitab yang secara jelas disebut atau menyebut diri sebagai nabiah atau nabi perempuan. (Baca: 7 Nabi Perempuan Di Alkitab).

Para nabiah ini terdapat di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru, sebagian nabiah yang benar dan sebagian lagi nabiah yang jahat.

Sebagai seorang nabiah, maka tentu Miryam juga menerima pesan Allah dan menyampaikannya kepada umatNya, bangsa Israel (bandingkan dengan perkataan Miryam ketika mengata-ngati Musa dalam poin 5 di bawah).

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!