Loading...
Loading...

7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab

Artikel ini berisi tentang fakta-fakta penting tentang Musa menurut Alkitab.

Bagi banyak orang Kristen nama Musa pasti sudah tidak asing lagi.

Bahkan juga bagi banyak orang non-Kristen, nama Musa cukup populer. Sebab Musa diakui sebagai nabi dalam tiga agama Abrahamik (Yahudi, Kristen, Islam)

Sebab Musa adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidupnya sangat diingat bahkan sudah banyak dibuat jadi film.

Musa adalah salah satu tokoh Alkitab yang paling banyak dibuat filmnya dalam berbagai versi.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Ruben Di Alkitab

Kisah Musa memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab dan pahlawan bangsa Israel, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa, khususnya dalam konteks sebagai pemimpin Israel.

Kisah pribadi Musa ini di Alkitab, bersama bangsa Israel, telah menjadi kisah abadi yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simson Di Alkitab

Musa terutama dikenal karena membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian, serta memimpin bangsa Israel dalam perjalanan tersebut selama 40 tahun, hingga ia meninggal.

Ringkasan kisah hidup Musa secara baik diberikan oleh Stefanus tatkala ia berkhotbah di hadapan Sanhedrin Yahudi (Kisah Para Rasul 7:20-39).

Dari khotbah Stefanus tersebut kisah hidup Musa dapat dibagi dalam tiga fase, masing-masing fase terdiri dari 40 tahun.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Raja Yosafat Di Alkitab

Fase pertama, usia 0-40 tahun, Musa dibesarkan di istana Firaun di Mesir, sebagai anak angkat putri Firaun.

Fase kedua, usia 40-80 tahun, Musa berada di Midian, berkeluarga, dan bekerja sebagai gembala kambing domba mertuanya.

Fase ketiga, usia 80-120 tahun, Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan memimpin mereka di padang gurun menuju Tanah Perjanjian, hingga ia meninggal di gunung Nebo, tanpa menginjak Tanah Perjanjian.

Baca juga: 7 Fakta Tentang  Ishak Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah Musa lahir dan dibesarkan? Bagaimana Tuhan memanggil dia menjadi pemimpin bangsa Israel?

Lalu apa saja yang diperbuat Musa serta yang dialaminya selama 40 tahun memimpin bangsa Israel di padang gurun? Dan bagaimanakah akhir hidup Musa?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Musa menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Musa Lahir Di Tanah Perbudakan Di Mesir, Tetapi Dibesarkan Di Istana Raja Firaun Selama 40 Tahun

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir.

Orang Israel berada di Mesir dimulai dari Yusuf, salah satu anak Yakub yang dijual saudara-saudaranya ke seorang pedagang yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir.

Setelah Yusuf sukses di Mesir dan menjadi orang kepercayaan raja Firaun, maka ayah Yusuf, Yakub, dan saudara-saudaranya serta anak-anak mereka (semuanya berjumlah 75 orang), datang dan menetap di Mesir.

Namun ketika Yusuf mati dan raja Firaun yang baru bangkit memerintah, maka ia mulai bertindak keras terhadap orang Israel.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah di Mesir, maka Firaun mulai takut, sebab ia berpikir orang Israel akan memberontak dan memerangi mereka.

Karena itu, raja Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki Israel (Keluaran 1)

Pada masa-masa sulit itulah Musa lahir.

Ketika Musa lahir, ibunya menyembunyikannya selama tiga bulan agar ia tidak dibunuh Firaun, apalagi Musa seorang bayi yang terlihat tampan (Baca: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab)

Namun ibu Musa tak bisa lagi menyembunyikan Musa lebih lama (karena Musa makin besar dan tangisannya akan semakin keras).

Karena itu, ia memasukkan Musa ke dalam sebuah peti pandan, lalu menaruhnya ke sungai Nil, di mana putri Firaun biasa mandi.

Kakak Musa, Miryam, disuruhnya mengawasi bayi Musa.

Ketika putri Firaun hendak mandi dan melihat bayi Musa, ia pun berbelas kasihan. Ia mengambilnya serta mengangkatnya sebagai anak.

Tetapi kakak Musa, Miryam, menawarkan putri Firaun seorang perempuan Israel sebagai inang penyusu bagi Musa. Dialah ibu Musa sendiri (mungkin putri Firaun tidak tahu bahwa dia ibu Musa sendiri).

Maka Musa dibesarkan oleh ibunya sendiri hingga dia disapih/lepas susu (kira-kira hingga usia 2-3 tahun).

Setelah itu maka Musa diserahkan kembali kepada putri Firaun sebagai ibu angkat Musa (Keluaran 2).

Jadi Musa dibesarkan di dalam istana Mesir hingga ia berusia 40 tahun.

Mesir saat itu merupakan negara maju, dan negara paling kuat dari segi politik, militer, dan ekonomi.

Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, ia mendapat pendidikan terbaik pada masanya. (Kisah Para Rasul 7:22).

 

2. Musa Ditolak Orang Israel Sehingga Lari Ke Midian Selama 40 Tahun

Setelah Musa berusia 40 tahun, ia keluar istana Firaun untuk menemui teman sebangsanya yang sedang menjalankan kerja paksa di Mesir.

Saat itu keadaan orang Israel di Mesir semakin ditindas oleh Firaun.

Tampaklah di sini bahwa sekalipun Musa diangkat sebagai anak oleh putri Firaun di dalam istana, namun Musa sadar bahwa dia bukanlah orang Mesir, tetapi orang Israel yang sedang ditindas bangsa Mesir!

Jadi Musa punya rasa nasionalisme yang tinggi sehingga ia mencoba memperjuangkan keadilan bagi teman sebangsanya yang sedang diperbudak di negeri orang. (Baca: 10 Tokoh Alkitab  Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM)

Dari manakah timbul rasa nasionalisme Musa dan kesadarannya bahwa ia bukan orang Mesir tetapi orang Israel, umat pilihan Tuhan?

Yang pertama tentu dari ibunya, yang mengasuhnya sejak lahir hingga dia disapih saat berusia 2 hingga 3 tahun (lihat poin 1 di atas).

Apakah anak berusia 2 hingga 3 tahun sudah mengerti tentang identitas kebangsaan? Mungkin belum, tetapi hal itu turut memberi pengetahuan dasar bagi Musa.

Tetapi juga harus ditambahkan bahwa selama kurun waktu 40 tahun di istana Firaun, Musa pasti pernah melakukan kontak dengan orang-orang Israel, entah bagaimana caranya.

Maka, ketika Musa melihat seorang Mesir memukul seorang Israel, ia membelanya dengan membunuh orang Mesir tersebut dan menyembunyikan mayatnya di dalam pasir.

Lalu ketika dua orang sesama Israel berkelahi, Musa melerai mereka. Ia menegur orang yang bersalah, yang memukul temannya itu.

Tetapi orang tersebut tidak mendengarkan Musa, malahan ia menyinggung pembunuhan yang dilakukan oleh Musa terhadap orang Mesir tersebut.

Ketika Firaun mendengar hal tersebut, maka ia pun berikhtiar untuk membunuh Musa. Maka takutlah Musa lalu ia pergi ke Midian (Keluaran 2:11-15).

Perbuatan satu orang Israel yang ingin melaporkan Musa kepada Firaun ditafsirkan Musa sebagai penolakan seluruh orang Israel atas dirinya.

Musa pun tinggal di Midian, menikah dan punya dua anak.

Di Midian Musa bekerja sebagai gembala kambing-domba mertuanya selama 40 tahun.

Hal ini jelas sangat kontras dengan hidup Musa yang mapan di istana Firaun dengan pendidikan terbaik yang diterimanya!

 

3. Tuhan Memanggil Musa Dari Midian Untuk Membawa Keluar Bangsa Israel Dari Mesir Menuju Tanah Perjanjian

Selang 40 tahun kemudian, Tuhan memanggil Musa dari Midian.

(Mungkin saja Musa sudah merasa nyaman sebagai gembala kambing domba mertuanya, tetapi Tuhan punya rencana yang terbaik baginya, menjadi gembala umat Israel!)

Tuhan memerintahkan Musa untuk membawa umat pilihanNya keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian, tanah yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Tuhan memanggil Musa setelah Ia menyatakan diriNya melalui sebuah penglihatan yang dahsyat ketika Musa menggembalakan kambing domba mertuanya.

Musa melihat semak-semak yang terbakar oleh api tetapi semak-semak tersebut tidak hangus dibakarnya.

Lalu Tuhan berbicara dari dalam semak-semak tersebut kepada Musa, Ia memperkenalkan diriNya sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang bangsa Israel.

Di sini Tuhan juga menyatakan namaNya kepada Musa, yakni: Jehova atau Yahweh, Allah yang telah ada dan yang selalu ada untuk umatNya.

Namun, kendati Musa melihat penglihatan yang dahsyat  tersebut, dan mendengar langsung suara Tuhan, ia tidak serta merta mematuhi perintah Tuhan untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Musa beralasan bahwa ia tidak pandai bicara.

Tuhan harus marah dahulu kepada Musa dan memberi Harun sebagai juru bicaranya baru Musa bersedia pergi menemui teman sebangsanya di Mesir (Keluaran 3-4).

Tetapi raja Mesir, Firaun, bersikeras tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian besar bagi dia dan bangsa Mesir.

Namun Tuhan mendatangkan tulah kepada Firaun dan bangsanya.

Awalnya Firaun berkeras hati menentang Tuhan. Tetapi tulah-tulah yang dialaminya membuatnya menjadi takut dan berjanji akan melepaskan bangsa Israel dari Mesir.

Kendati demikian, ketika tulah-tulah tersebut mereda, ia mengingkari janjinya dan berkeras hati menentang perintah Tuhan.

Tetapi pada akhirnya Firaun “dipaksa” oleh Tuhan untuk membebaskan umatNya, melalui tulah-tulah yang lebih besar.

Puncaknya adalah tulah kesepuluh/terakhir, di mana anak-anak sulung di seluruh keluarga Mesir, termasuk anak sulung Firaun, mati.

Setelah peristiwa ini Firaun melepaskan bangsa Israel dari perbudakannya. Tetapi bukan dengan sukarela, melainkan karena terpaksa.

Dalam usaha terakhirnya mempertahankan bangsa Israel di Mesir, pasukannya mengejar umat pilihan Tuhan tersebut.

Tetapi sia-sia: mereka tenggelam di Laut Teberau. (Keluaran 6-12).

Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir menuju Tanah Perjanjian adalah salah satu peristiwa terpenting dan terbesar di Alkitab (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Terjadi Di Alkitab)

 

4. Musa Memimpin Bangsa Israel Di Padang Gurun Dan Menghadapi Banyak Pemberontakan Mereka

Musa dikenal sebagai pemimpin besar Israel, yang memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun.

Namun dalam kurun waktu tersebut Musa banyak mengalami tekanan, penolakan, dan pemberontakan dari umat Israel yang dipimpinnya, yang membuatnya menderita.

Sehingga tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Musa adalah salah satu tokoh Alkitab yang paling banyak mengalami penderitaan. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Bertekun Dalam Penderitaan)

Musa telah mengalami penolakan tatkala ia masih tinggal di Mesir yang membuatnya melarikan diri ke Midian selama 40 tahun (lihat poin 2 di atas).

Bahkan ketika Tuhan memanggil Musa untuk menghadap Firaun dan membebaskan bangsa Israel dari Mesir, para mandur Israel justru menolak Musa (Keluaran 5:20-21).

Juga orang-orang Israel semua menolak Musa dan Harun yang berusaha membebaskan mereka dari Mesir atas perintah Tuhan (Keluaran 6:8).

Dan ketika akhirnya bangsa Israel berhasil keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, bangsa Israel bersungut-sungut dan menolak kepemimpinan Musa akibat orang Israel “terjepit” di antara Laut Teberau di depan dan tentara Firaun di belakang (Keluaran 14:10-12).

Setelah peristiwa itu Musa masih banyak menghadapi pemberontakan di padang gurun.

Yang terutama adalah sungut-sungut orang Israel akan makanan yang membuat Musa putus asa dan orang-orang yang bersungut-sungut tersebut Tuhan bunuh (Bilangan 11).

Lalu pemberontakan saudara-saudara Musa sendiri, Harun dan Miryam, yang membuat Miryam kena kusta (Bilangan 12).

Kemudian penolakan bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan akibat berita buruk dari 10 orang pengintai, sehingga semua laki-laki Israel berusia 20 tahun ke atas tidak Tuhan ijinkan masuk ke Tanah Kanaan (Bilangan 13-14).

Juga pemberontakan Korah, Datan, dan Abiram, yang membuat mereka ditelan bumi (Bilangan 16).

Masih banyak tekanan, penolakan, dan pemberontakan lain yang dialami Musa dalam tugasnya memimpin bangsa Israel.

Namun Musa tetap tabah dalam menghadapi itu semua.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!