7 Fakta Penting Tentang Nuh Di Alkitab

 

5. Nuh Sekeluarga Aman Di Dalam Bahtera Selama Air Bah Melanda Bumi 

Fakta kelima tentang Nuh di Alkitab adalah: dia aman di dalam bahtera selama air bah melanda seluruh bumi.

Setelah Nuh selesai membuat bahtera, maka Tuhan menyuruh Nuh berserta seluruh keluarganya masuk ke dalamnya sehingga mereka selamat dari air bah yang melanda bumi.

Juga seluruh jenis hewan sepasang-sepasang Nuh masukkan ke dalam bahtera.

Lalu Tuhan mendatangkan air bah yang melanda seluruh bumi.

Seluruh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan menjadi mati.

Hanya Nuh sekeluarga (istri dan ketiga anaknya), serta sejumlah hewan, yang selamat.

Lamanya air bah menggenangi bumi adalah 150 hari (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Terjadi Di Perjanjian Lama)

Setelah itu Nuh sekeluarga diperintahkan oleh Tuhan untuk keluar dari bahtera itu.

 

6. Setelah Air Bah Surut, Nuh Mengikat Perjanjian Dengan Tuhan

Fakta keenam tentang Nuh di Alkitab adalah: dia mengikat perjanjian dengan Tuhan setelah air bah surut di bumi.

Setelah air bah surut di bumi dan Nuh sekeluarga keluar dari bahtera, maka mengikat perjanjian dengan Nuh.

Tuhan berjanji kepada Nuh bahwa Ia tidak akan memusnahkan bumi lagi seperti yang dilakukanNya dengan mendatangkan air bah, sekalipun hati manusia itu semata-mata jahat.

Tuhan memberi tanda di langit, yakni busurNya (pelangi), sebagai bukti dari janjiNya tersebut (Kejadian 9:1-17).

 

7. Ketiga Anak Nuh Menjadi Nenek Moyang Semua Bangsa Di Bumi, Tetapi Ia Mengutuk Ham Serta Memberkati Sem Dan Yafet

Fakta terakhir tentang Nuh di Alkitab adalah: dia mengutuk anak keduanya, Ham serta memberkati Sem dan Yafet, anak sulung dan anak bungsunya.

Setelah air bah, Nuh kemudian hidup berkebun. Ia menanam anggur.

Suatu ketika Nuh mabuk karena anggur sehingga ia telanjang.

Maka anak keduanya, Ham, menceritakannya kepada kedua saudaranya, Sem dan Yafet.

Maka Sem dan Yafet menutupi ketelanjangan ayah mereka itu.

Setelah sadar maka Nuh mengutuk perbuatan Ham itu serta memberkati Sem dan Yafet.

Ham akan menjadi hamba bagi Sem dan Yafet.

Dari ketiga anak Nuh inilah seluruh umat manusia berkembang biak di bumi.

Ketiga anak Nuh, yakni Sem, Ham, dan Yafet menjadi nenek moyang seluruh bangsa di bumi.

Keturunan Sem adalah bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain di Timur Tengah.

(dari sinilah istilah bangsa “semit” muncul untuk menunjuk pada keturunan Sem, khususnya keturunan Abraham).

Keturunan Yafet adalah bangsa-bangsa di Eropa, seperti bangsa Yunani.

Sedangkan keturunan Ham adalah orang Afrika, seperti bangsa Mesir.

Nuh masih hidup 350 tahun lagi setelah air bah surut, sehingga total umur Nuh ketika meninggal adalah 950 tahun! (Kejadian 9:18-29).

Usia Nuh lebih panjang 173 tahun dari usia ayahnya, Lamekh. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Berusia Paling Panjang)

 

Itulah 7 fakta penting tentang Nuh menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!