7 Fakta Penting Tentang Nuh Di Alkitab

Artikel ini membahas seputar 7 fakta penting tentang Nuh di Alkitab atau menurut pandangan Kristen.

Nuh adalah salah satu tokoh Alkitab terbesar, khususnya di Perjanjian Lama.

Dan Nuh adalah nenek moyang seluruh umat manusia di bumi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Abraham Di Alkitab

Selain itu, Nuh juga merupakan nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia.

Nuh di Alkitab terutama dikenal karena hidupnya yang saleh di hadapan Tuhan sehingga Ia meluputkan Nuh sekeluarga dari air bah yang melanda seluruh bumi.

Lalu, bagaimanakah cara hidup Nuh pada zamannya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Ayub Di Alkitab

Bagaimana Nuh mempersiapkan bahtera untuk dia sekeluarga dan hidup di bahtera tersebut selama air bah?

Dan bagaimana hidup Nuh selanjutnya setelah air bah surut di bumi?

Bagaimana akhir hidup Nuh?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Musa Di  Alkitab

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dibahas 7 fakta penting tentang Nuh di Alkitab, atau menurut pandangan Kristen.

Berikut pembahasannya.

 

1. Nuh Adalah Seorang Yang Hidup Saleh Di Tengah Masyarakat Yang Moralnya Bobrok

Fakta pertama tentang Nuh di Alkitab adalah: dia merupakan seorang yang hidup saleh di hadapan Tuhan.

Alkitab tidak banyak memberi latar belakang Nuh sebelum air bah melanda bumi.

Tetapi Alkitab punya catatan tentang kesalehan Nuh.

Pada masa Nuh, kejahatan manusia di bumi semakin besar dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan (Kejadian 6:1-7).

Tetapi Nuh adalah orang yang benar di hadapan Allah. Ia hidup bergaul dengan Allah, di tengah-tengah dunia yang moralnya bobrok. (Kejadian 6:9).

Bahkan Tuhan sendiri yang mengakui kesalehan hidup Nuh (Kejadian 7:1).

Nuh adalah salah satu dari 10 Tokoh Alkitab Paling Saleh

Nuh mempunyai seorang istri dan tiga orang anak, yakni Sem, Ham dan Yafet.

Nuh memperanakkan ketiga anaknya tersebut setelah ia berusia 500 tahun!

Memang pada zaman Nuh usia manusia masih sangat panjang (lihat poin 7 di bawah).

 

2. Nuh Mendapat Karunia Tuhan Dengan Meluputkannya Sekeluarga Dari Air Bah Yang Akan Melanda Bumi

Fakta kedua tentang Nuh di Alkitab adalah: dia mendapat karunia dari Tuhan sehingga Ia meluputkan Nuh sekeluarga dari air bah yang akan melanda seluruh bumi.

Karena kejahatan manusia yang semakin merajalela di bumi, maka Tuhan sangat murka.

Ia berencana untuk menghukum seluruh manusia ciptaanNya itu.

Dan cara penghukuman yang dipilihNya adalah air bah.

Jadi Tuhan akan mendatangkan air bah ke seluruh bumi sehingga manusia punah sama sekali.

Namun Tuhan menyelamatkan satu keluarga dari seluruh manusia yang akan dimusnahkanNya itu sehingga manusia tetap ada di hadapanNya.

Dialah Nuh, seorang yang saleh di hadapan Tuhan.

Nuh sekeluarga tidak akan tertimpa air bah yang akan didatangkan Tuhan. (Kejadian 6:8).

 

3. Ketika Tuhan Memerintahkan Nuh Membangun Bahtera, Ia Taat  

Fakta ketiga tentang Nuh di Alkitab adalah: ketika Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah bahtera maka Nuh taat kepadaNya.

Karena Tuhan ingin menyelamatkan Nuh sekeluarga dari air bah yang akan melanda seluruh bumi, maka Ia memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah bahtera.

Bahtera tersebut akan mampu menampung Nuh sekeluarga sehingga selamat dari air bah yang akan melanda bumi.

Bahtera itu juga akan mampu menampung sejumlah spesies hewan di bumi sehingga hewan-hewan tersebut tidak punah.

Tuhan adalah maha kuasa, Ia bisa saja menyelamatkan Nuh sekeluarga dari air bah dengan berbagai caraNya yang ajaib.

Tetapi Tuhan memilih menyelamatkan Nuh sekeluarga dari air bah dengan cara melindungi mereka di dalam bahtera selama air bah menggenangi bumi.

Ketika Nuh mendengar perintah Tuhan untuk membuat sebuah bahtera, maka ia taat. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan)

Nuh tidak membantah sama sekali atau bahkan mempertanyakan perintah Tuhan tersebut.

Padahal saat itu belum ada hujan, banjir atau air bah!

Ketaatan Nuh ini merupakan wujud imannya kepada Tuhan.

Nuh percaya bahwa apa yang diperintahkan Tuhan pasti benar adanya dan baik baginya.

Itulah sebabnya Nuh termasuk ke dalam daftar para pahlawan iman di Alkitab Perjanjian Lama. (Baca: 12 Pahlawan Iman Dalam Ibrani 11)

 

4. Nuh Adalah Seorang Pemberita Kebenaran Bagi Dunia Yang Sangat Jahat

Fakta keempat tentang Nuh di Alkitab adalah: dia merupakan seorang pemberita kebenaran bagi dunia yang sangat jahat.

Pemberita kebenaran maksudnya adalah pemberita firman Tuhan.

Artinya, Nuh memberitakan firman dan penghukuman Tuhan kepada orang-orang pada zamannya.

Hal ini memang tidak disebut di dalam kisah Nuh di Perjanjian Lama.

Tetapi diungkapkan oleh rasul Petrus di Perjanjian Baru. (2 Petrus 2:5).

Pasti rasul Petrus mengatakan itu dengan ilham Roh Kudus.

Jika demikian, maka Nuh tidak hanya hidup saleh di tengah orang-orang jahat yang hidup pada zamannya, tetapi juga berkhotbah kepada mereka sebelum air bah turun kebumi.

Mungkin inilah yang dimaksud Alkitab bahwa Nuh menghukum dunia dengan imannya (Ibrani 11:7).

Dan mungkin itulah sebabnya dalam tradisi Yahudi Nuh diakui sebagai nabi, sekalipun di Alkitab Nuh tidak pernah disebut sebagai nabi.

Tetapi khotbah Nuh ternyata tidak membuahkan hasil, tidak ada jiwa yang bertobat!

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!