Loading...
Loading...

7 Fakta Penting Tentang Rasul Paulus Menurut Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang rasul Paulus menurut Alkitab.

Bagi banyak orang Kristen nama rasul Paulus adalah nama yang populer.

Sebab rasul Paulus adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidupnya adalah salah satu kisah tokoh Alkitab paling menginspirasi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab

Kisah rasul Paulus memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Rasul Paulus terutama dikenal karena menjadi rasul yang paling banyak menginjil dan menulis kitab-kitab dalam Kitab Suci.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang rasul Paulus sebelum bertobat? Bagaimana Tuhan memanggil dia menjadi rasul?

Lalu apa saja yang diperbuat rasul Paulus selama hidup dan pelayanannya? Dan bagaimanakah akhir hidupnya?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang rasul Paulus menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Paulus Berasal Dari Keluarga Yahudi Diaspora Yang Berpendidikan Tinggi

Paulus adalah seorang Yahudi yang lahir di Tarsus, wilayah Yunani, tetapi dibesarkan di kota Yerusalem, Israel.

Jadi Paulus adalah orang Yahudi perantauan (diaspora), yang tidak lahir di Palestina (Israel).

Nama asli Paulus adalah Saulus, bentuk Yunani dari Saul.

Saul sendiri adalah nama raja pertama Israel, yang berasal dari suku Benyamin.

Dan seperti halnya raja Saul, Paulus juga berasal dari suku Benyamin.

Paulus adalah nama tambahan ke nama Saulus, sebagaimana umumnya dengan orang-orang Yahudi di perantauan (diaspora), yang punya dua nama.

Sebagai orang Yahudi perantauan, Paulus pasti fasih berbahasa Yunani, bahasa internasional pada waktu itu.

Tentu, sebagai orang Israel asli, ia juga mampu berbahasa Ibrani/Aram, bahasa sehari-hari orang Yahudi di Israel.

Paulus berpendidikan tinggi, ia pasti belajar filsafat Yunani dan berbagai ilmu pengetahuan pada masanya.

Paulus juga belajar agama Yahudi/Perjanjian Lama di bawah dididikan langsung Gamaliel, seorang rabi Yahudi paling dihormati pada masa itu (Kisah Para Rasul 22:3).

Keluarga Paulus juga adalah keluarga yang cukup terpandang, sebab Paulus sudah menjadi warganegara Romawi sejak lahirnya (Kisah Para Rasul 22:27-28).

Pada masa itu tidak semua orang bisa menjadi warganegara Romawi.

Sudah pasti keluarga Paulus juga termasuk keluarga yang mampu secara ekonomi.

Hal ini nyata dari pengakuan Paulus sendiri (Filipi 3).

 

2. Paulus Adalah Orang Farisi Yang Fanatik Dan Penganiaya Utama Orang Kristen

Saulus atau Paulus bertumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan sangat fanatik dalam beragama.

Dalam perjalanannya Paulus kemudian menjadi  seorang anggota sekte Farisi, salah satu sekte agama Yahudi paling berpengaruh pada masa itu.

Bahkan ada kemungkinan Paulus pernah menjadi anggota Sanhedrin atau Mahkamah Agana Yahudi.

Dan sebagaimana umumnya orang farisi, Paulus juga tidak suka dengan sekte agama lain yang pengajarannya dianggapnya bertentangan dengan Hukum Taurat Yahudi.

Maka Paulus menjadi benci dengan penganut “sekte” Kristen, atau pengikut Yesus Kristus.

Ia juga benci mendengar nama Tuhan Yesus.

Itulah sebabnya ia banyak melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen.

Beberapa ia seret dan masukkan ke dalam penjara. Bahkan sebagian ia bunuh. (Kisah Para Rasul 22:4-5).

Pokoknya ia sangat benci yang namanya orang Kristen/orang Nasrani.

Saulus juga merupakan aktor utama di balik pembunuhan Stefanus, satu dari 7 diaken gereja mula-mula di Yerusalem serta salah satu dari 7 Martir Terkenal Di Alkitab

 

3. Paulus Bertobat Di Damsyik Dan Dipanggil Menjadi Rasul

Ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik (sekarang Damaskus), Siria, untuk menganiaya dan membunuh orang Kristen,  maka Saulus pun bertobat. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat)

Ia bertobat setelah Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya melalui sebuah penglihatan yang dahsyat disertai dengan suaraNya yang terdengar dari surga (Kisah Para Rasul 9:1-9).

Ia menjadi buta selama tiga hari hingga ia didoakan oleh Ananias, seorang Kristen Yahudi yang saleh di Damsyik.

Penampakan Tuhan Yesus kepada Paulus ternyata bukan hanya membuatnya bertobat, tetapi juga menjadikannya sebagai rasul, khususnya kepada bangsa-bangsa lain di luar Israel.

Istilah “rasul” berasal dari bahasa Yunani, “apostolos”, yang berarti “utusan”. Jadi para rasul adalah orang-orang yang diutus Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil.

Sekalipun arti rasul adalah utusan, dan semua orang percaya juga diutus untuk memberitakan Injil, namun istilah rasul punya makna khusus di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni utusan-utusan langsung Tuhan Yesus.

Jadi Paulus juga adalah rasul, di luar 12 rasul/murid pertama Tuhan Yesus.

Di Alkitab Perjanjian Baru memang paling tidak ada 7 rasul lagi di luar 12 murid Tuhan Yesus yang pertama, termasuk Paulus. (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

 

4. Paulus Adalah Penginjil Kristen Terbesar Sepanjang Masa

Setelah bertobat, Paulus memberitakan Injil ke banyak bangsa dan banyak mendirikan gereja di mana-mana.

Paulus menjadi seorang pemberita Injil yang militan.

Paulus memberitakan Injil di banyak kota, memenangkan banyak jiwa, serta mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Separoh dari Kitab Kisah Para Rasul menceritakan tentang kisah rasul Paulus, khususnya dalam hal pemberitaan Injil.

Ia memberitakan Injil baik kepada orang Yahudi maupun kepada orang Yunani/Romawi.

Paulus adalah penginjil terbesar sepanjang masa. (Baca: 10 Penginjil Terbesar Di Alkitab)

Di dalam Kitab Kisah Para Rasul dicatat tentang 3 Perjalanan Pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus.

Yang pertama, dalam Kisah Para Rasul 13-14, di mana ia menginjil ke berbagai kota bersama Barnabas, setelah diutus dari gereja Antiokhia, di mana Paulus dan Barnabas adalah pemimpinnya.

Yang kedua, dalam Kisah Para Rasul 15:40-18:22, di mana Paulus menginjil ke berbagai kota bersama Silas dan Timotius.

Yang ketiga, dalam Kisah Para Rasul 18:23-21:26, ia memberitakan Injil dengan beberapa rekannya hingga akhirnya ia ditangkap di Yerusalem dengan tuduhan palsu.

Paulus naik banding kepada Kaisar di Roma, dan di situ ia memberitakan Injil selama dua tahun (Kisah Para Rasul 28:17-31).

Itulah akhir Kitab Kisah Para Rasul.

Kita tidak tahu bagaimana kisah selanjutnya dari penginjilan Paulus di Roma.

Tetapi dari tradisi gereja kita tahu bahwa Paulus mati martir di kota Roma pada zaman kaisar Nero.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!