7 Fakta Penting Tentang Rut Di Alkitab

Artikel ini membahas 7 fakta penting tentang Rut di Alkitab Perjanjian Lama.

Bagi banyak orang Kristen nama Rut pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Rut adalah tokoh terkenal di Alkitab dan kisah hidupnya sangat digemari banyak orang percaya, baik anak-anak Sekolah Minggu maupun orang dewasa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Ester Di Alkitab

Rut adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya paling menginspirasi banyak orang.

Kisah Rut memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh populer di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria Menurut Alkitab

Kisah pribadi Rut di Alkitab telah menjadi kisah abadi yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Rut terutama dikenal karena bersikeras mengikuti mertuanya ke Israel dan menyembah Allah Israel, yang kemudian menjadi nenek moyang Tuhan Yesus.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Kisah hidup Rut dapat ditemukan dalam Kitab yang disebut dengan namanya, yakni kitab Rut.

Lalu, siapakah itu Rut?

Bagaimana pernikahannya dengan dua pria Israel?

Bagaimana hubungannya dengan mertuanya?

Dan bagaimana ia menjadi nenek moyang raja-raja Israel dan Tuhan Yesus?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Rut di Alkitab Perjanjian Lama.

Berikut pembahasannya.

 

1. Rut Adalah Seorang Perempuan Moab Yang Tidak Menyembah Allah

Fakta pertama tentang Rut di Alkitab adalah: dia merupakan seorang perempuan Moab yang tidak menyembah Allah yang benar.

Alkitab tidak menjelaskan latar belakang keluarga Rut, baik orang tuanya maupun saudara-saudaranya.

Tetapi yang jelas Rut bukanlah orang Israel, umat pilihan Tuhan, melainkan orang Moab (Rut 1:4a), bangsa yang menjadi musuh Israel.

Karena itu Rut tidak menyembah Allah Israel, satu-satunya Allah yang benar, tetapi menyembah dewa-dewa bangsa Moab, sebelum akhirnya menyembah Allah. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Perempuan Yang Menginspirasi)

 

2. Rut Menikah Dengan Seorang Pria Israel Yang Mengungsi Ke Moab

Fakta kedua tentang Rut di Alkitab adalah: dia menikah dengan Mahlon (Rut 4:10), seorang pria Israel yang mengungsi dari Betlehem ke Moab karena kelaparan yang terjadi di Israel.

Mahlon pergi ke Moab bersama kedua orang tuanya, Elimelekh dan Naomi, serta saudara laki-lakinya, Kilyon.

Di Moab ayah Mahlon meninggal dan menjadikan ibunya, Naomi, sebagai janda.

Lalu di Moab Mahlon bertemu dengan salah satu perempuan dari bangsa itu, yakni Rut.

Mereka pun menikah, walau berbeda dalam hal suku/etnis, kebangsaan, dan agama/kepercayaan.

 

3. Rut Menjadi Janda Tanpa Anak Di Usia Yang Cukup Muda

Fakta ketiga tentang Rut di Alkitab adalah: dia menjadi janda tanpa anak di usia yang cukup muda.

Setelah menikah dengan Mahlon, tidak lama kemudian suami Rut tersebut pun meninggal tanpa meninggalkan anak.

Maka Rut pun menjadi seorang janda tanpa anak.

Tidak diceritakan di Alkitab berapa usia Rut saat menikah dan berapa lama usia pernikahannya dengan suaminya.

Tetapi mungkin Rut menikah sekitar 10 tahun dengan suaminya, sebelum suaminya tersebut meninggal (Rut 1:4b-5)

Namun yang jelas Rut masih muda saat menikahnya dan masih cukup muda juga setelah menjanda (Rut 4:12).

Pada masa itu menjadi seorang janda, apalagi tanpa anak, sangat rendah posisinya.

Orang banyak sering memandang rendah orang-orang seperti itu.

Rut pun pasti mengalami hal demikian. (Baca: 10 Janda Terkenal Di Alkitab Dan Kisah Mereka)

 

4. Rut Bersikeras Mengikuti Mertuanya Pulang Ke Israel Dan Menyembah Allah Israel

Fakta keempat tentang Rut di Alkitab adalah: dia bersikeras mengikuti mertuanya pulang ke Israel dan menyembah Allah Israel.

Ketika suami dan kedua anaknya meninggal di Moab, termasuk suami Rut, maka Naomi bersiap pulang ke kampungnya, di Betlehem, Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Naomi meminta kedua menantunya itu untuk kembali kepada orang tua mereka masing-masing.

Walau dengan berat hati, Orpa, menantu pertama Naomi, akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya.

Tetapi Rut tidak, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel.

Bahkan Rut berkata bahwa hanya maut yang bisa memisahkannya dari mertuanya.

Rut juga berkata bahwa Allah Naomi adalah Allahnya. (Baca: 10 Wanita Bijak Di Alkitab Dan Kisah Mereka)

Artinya Rut akan menyembah Allah Israel yang disembah mertuanya, walau mungkin sebelumnya juga Rut sudah menyembah Allah saat ia menikah dengan Mahlon.

Padahal Rut mungkin masih punya orang tua atau keluarga di Moab, dan masih bisa menikah di Moab.

Apalagi setelah kematian suaminya, yang meninggalkannya tanpa anak, hubungannya dengan Naomi boleh dikatakan seperti tidak ada lagi.

Lagipula dia akan menjadi orang asing di tengah-tengah bangsa Israel.

Tetapi Rut pasti sudah memikirkan itu semua, sehingga ia memutuskan untuk pergi bersama mertuanya ke Israel.

Dan Naomi tidak bisa lagi menolak keinginan Rut.

Maka Rut pun pulang bersama Naomi, mertuanya ke Israel (Rut 1:6-22).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!