7 Fakta Penting Tentang Sara Di Alkitab

Artikel ini membahas 7 fakta penting tentang Sara di Alkitab Perjanjian Lama.

Bagi banyak orang Kristen nama Sara pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Sara adalah tokoh yang cukup terkenal di Alkitab dan kisah hidupnya juga patut untuk diteladani.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Ester Di Alkitab

Sara adalah salah satu tokoh Alkitab perempuan yang kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang.

Kisah Sara memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh yang cukup populer di Alkitab, tetapi juga karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah hidupnya.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Rut Di Alkitab

Kisah pribadi Sara di Alkitab telah menjadi kisah yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Sara terutama dikenal karena menjadi nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, serta nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Debora Di Alkitab

Kisah hidup Sara dapat ditemukan dalam Kitab Kejadian.

Lalu, bagaimanakah kisah hidup Sara sebagai istri Abraham, orang pilihan Tuhan?

Bagaimana sifat/karakternya?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria Ibu Yesus Di Alkitab

Dan apa saja yang bisa dipelajari/diteladani dari kisah hidup Sara?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Sara di Alkitab Perjanjian Lama.

Berikut pembahasannya.

 

1. Sara Adalah Istri Sekaligus Saudara Tiri Abraham

Fakta pertama tentang Sara di Alkitab adalah: dia merupakan seorang istri Abraham sekaligus saudara tirinya.

Sara adalah istri Abraham. Tetapi Sara juga masih termasuk saudara tiri Abraham.

Sebab Sara adalah saudara sebapa Abraham tapi beda ibu.

Hal ini diakui sendiri oleh Abraham (Kejadian 20:12).

Bagaimanapun, menikahi saudara yang masih ada hubungan darah, bahkan masih satu ayah, adalah suatu hal yang tidak baik.

Itulah sebabnya di kemudian hari Tuhan melarang keras umatNya, bangsa Israel, agar tidak menikahi kerabat sedarah (Imamat 18)

 

2. Sara Adalah Seorang Perempuan Yang Mandul

Fakta kedua tentang Sara di Alkitab adalah: dia merupakan seorang perempuan mandul.

Ketika Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya, ia belum mempunyai anak, walau usianya telah 75 tahun.

Sebab Sara, istrinya yang telah berusia 65 tahun,  adalah seorang perempuan mandul (Kejadian 11:30).

Namun Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa ia akan diberiNya anak dan banyaknya keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

 

3. Sara Adalah Seorang Perempuan Yang Berparas Cantik

Fakta ketiga tentang Sara di Alkitab adalah: dia merupakan seorang perempuan berparas cantik.

Di Alkitab disebut paling sedikit 13 orang perempuan yang berparas cantik.

Semua perempuan cantik di Alkitab ini terdapat di dalam Perjanjian Lama.

Dan salah satu perempuan cantik yang disebut di Alkitab tersebut adalah Sara. (Baca: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab).

Ketika terjadi kelaparan di Tanah Kanaan, Abraham dan istrinya pergi ke Tanah Mesir untuk mendapatkan makanan.

Karena Abraham takut bahwa orang-orang Mesir akan membunuhnya serta mengambil Sara, karena istrinya itu cantik, maka Abraham meminta Sara agar mengaku sebagai saudaranya.

Dengan demikian Abraham berharap orang Mesir memperlakukan dirinya dan istrinya dengan baik.

Strategi Abraham ini sebenarnya tidak benar dan sangat berbahaya.

Firaun, raja Mesir, memang memperlakukan Abraham dengan baik, bahkan memberinya kambing-domba, lembu, keledai, unta, dan budak-budak.

Namun Firaun justru mengambil Sara menjadi istrinya!

Beruntung, Abraham Tuhan tolong. Tuhan menimpakan tulah bagi Firaun dan seisi istananya sehingga Firaun mengembalikan Sara kepada Abraham dan memintanya pergi dari Mesir.(Kejadian 12:14).

 

4. Sara Mendorong Suaminya, Abraham, Untuk Menikahi Pembantunya, Hagar

Fakta keempat tentang Sara di Alkitab adalah: dia mendorong suaminya untuk menikahi hambanya, Hagar.

Janji Tuhan untuk memberikan Abraham dan Sara keturunan tidak terwujud dalam waktu yang singkat.

Karena itu Abraham dan Sara akhirnya menyerah. Mereka menempuh jalan pintas untuk memperoleh seorang anak.

Sara menyuruh suaminya untuk menghampiri gundiknya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak bagi Sara.

Hal ini dituruti Abraham sehingga ia menikahi Hagar (Kejadian 16:1-3). (Baca: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami)

Perbuatan Sara ini jelas adalah bentuk ketidak-percayaannya kepada janji Tuhan ataupun bentuk ketidak-sabarannya pada janjiNya tersebut.

Padahal Tuhan telah berjanji bahwa Abraham akan punya anak dari Sara, bukan dari Hagar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!