7 Fakta Penting Tentang Timotius Di Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang Timotius di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Timotius adalah nama yang cukup populer.

Sebab Timotius adalah salah satu tokoh penting di Alkitab Perjanjian Baru dan kisah hidupnya adalah salah satu kisah tokoh Alkitab yang menginspirasi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Petrus Di Alkitab

Kisah Timotius memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia adalah salah satu tokoh penting di Alkitab Perjanjian Baru, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang layak untuk dipelajari dan diteladani.

Timotius terutama dikenal karena menjadi salah satu pemimpin Kristen paling berpengaruh di Alkitab Perjanjian Baru.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Paulus Di Alkitab

Lalu, siapakah sebenarnya Timotius? Dari mana ia berasal? Bagaimana sifat dan karakternya?

Dan apa saja yang diperbuat Timotius selama hidup dan pelayanannya?

Apa saja yang bisa kita teladani dari hidup Timotius?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Timotius menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Timotius Adalah Seorang Keturunan Yunani-Yahudi Dari Listra

Fakta pertama tentang Timotius di Alkitab adalah: dia merupakan seorang keturunan Yunani-Yahudi dari Listra.

Timotius adalah seorang keturunan Yunani-Yahudi dari Listra, wilayah Yunani.

Ayahnya adalah orang Yunani dan ibunya orang Yahudi (Kisah Para Rasul 16:1).

Ayah Timotius tampaknya adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Dan namanya tidak disebut di Alkitab, mungkin karena dia bukan orang percaya, atau ia sudah meninggal.

Tetapi ibu Timotius adalah seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Hal ini berarti bahwa ibu Timotius sudah berpindah dari agama Yahudi ke agama Kristen, atau bahkan sudah menjadi Kristen sejak lahirnya (lihat poin 2 di bawah).

 

2. Timotius Berasal Dari Keluarga Kristen Yang Saleh 

Fakta kedua tentang Timotius di Alkitab adalah: dia berasal dari keluarga Kristen yang saleh.

Timotius berasal dari keluarga Kristen yang saleh.

Ibu Timotius, Eunike, dan nenek Timotius, Lois, adalah orang-orang yang mempunyai iman yang patut diteladani.

Hal ini dipuji langsung oleh rasul Paulus.

Dan keteladanan iman nenek dan ibu Timotius ini juga ada di dalam diri Timotius muda. (2 Timotius 1:5).

Hal ini berarti bahwa Timotius tampaknya sudah menjadi Kristen sejak kecil atau bahkan sejak lahir.

Dan bahwa nenek dan ibunya membimbingnya seturut iman Kristen.

Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa Timotius sejak kecil telah bertekun membaca Kitab Suci (2 Timotius 3:15), yakni Alkitab Perjanjian Lama (saat itu belum ada Alkitab Perjanjian Baru).

 

3. Di Usia Yang Masih Belia, Timotius Diajak Oleh Rasul Paulus Menyertainya Dalam Pemberitaan Injil

Fakta ketiga tentang Timotius di Alkitab adalah: dia diajak oleh Rasul Paulus untuk memberitakan Injil.

Dengan kesalehan Timotius, mungkin rasul Paulus menjadi tertarik untuk mengajaknya bergabung ke tim pelayanannya. (Kisah Para Rasul 16:2-3a).

Paulus ingin agar Timotius yang masih sangat muda pada waktu itu, bisa membantu rasul Paulus dalam memberitakan Injil di berbagai kota.

Meski Timotius masih sangat muda dan belum berpengalaman dalam memberitakan Injil, namun rasul Paulus tidak merasa ragu untuk melibatkan Timotius dalam tim pelayanannya.

Paulus yakin bahwa Timotius akan menjadi rekan sepelayanan yang bisa diandalkan.

Keyakinan Paulus ini tidak mengecewakan.

Timotius terbukti mampu menjadi rekan kerja yang terbaik bagi rasul Paulus.

Sebab rasul Paulus kemudian menyebut Timotius sebagai rekan kerja yang sehati dan setia (Filipi 2:19-23).

Timotius berhasil menjadi anak rohani sekaligus rekan sepelayanan bagi rasul Paulus.

 

4. Timotius Disunat Oleh Paulus

Agar Tidak Menjadi Batu Sandungan Bagi Orang Yahudi

Fakta keempat tentang Timotius di Alkitab adalah: dia disunat oleh Paulus agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi yang percaya Tuhan Yesus.

Bagi Paulus sunat tidak ada manfaatnya secara rohani. Orang Kristen tidak perlu disunat. (Baca: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Perlu Disunat )

Tetapi demi menjaga keharmonisan dengan orang-orang Yahudi yang percaya Tuhan Yesus, Paulus menyunatkan Timotius.(Kisah Para Rasul 16:3).

Hal ini sangat penting mengingat Timotius akan selalu bersama Paulus dalam pelayanannya, termasuk dalam menjangkau orang-orang Yahudi agar percaya kepada  Tuhan Yesus.

Hal-hal seperti ini sering dilakukan oleh rasul Paulus dalam pelayanannya.

Sebab ia ingin menjadi sama seperti orang-orang yang dilayaninya agar mereka bisa dibawanya kepada Tuhan Yesus (1 Korintus 9:19-22).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!