Loading...
Loading...

7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Artikel ini berisi fakta-fakta penting tentang Yusuf menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen.

Bagi banyak orang Kristen nama Yusuf pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Yusuf adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidupnya sangat digemari banyak orang percaya, baik anak-anak Sekolah Minggu maupun orang dewasa.

Yusuf adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya paling menginspirasi banyak orang.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Ruben Di Alkitab

Kisah Yusuf memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab dan pahlawan bagi bangsa Israel, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Kisah pribadi Yusuf di Alkitab telah menjadi kisah abadi yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simson Di Alkitab

Yusuf terutama dikenal karena dibuang oleh saudara-saudaranya tetapi menjadi penguasa di Mesir, di bawah Firaun, negara super power pada masa itu.

Selain itu, Yusuf juga dikenal sebagai seorang yang takut akan Tuhan serta punya karakter yang baik.

Kisah hidup Yusuf dapat ditemukan dalam Kitab Kejadian pasal 37, 39-50.

Baca juga: 7 Fakta Tentang  Musa Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah Yusuf dibesarkan?

Bagaimana Yusuf bermimpi menjadi penguasa?

Apa saja yang dialami oleh Yusuf sebelum ia muncul menjadi penguasa di Mesir?

Dan bagaimanakah akhir hidup Yusuf?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Yusuf menurut Alkitab dan menurut pandangan Kristen.

 

1. Yusuf Adalah Anak Kesayangan Yakub 

Yusuf dalam bahasa Ibrani adalah Yosef, yang artinya “menambahi”.

Yusuf adalah anak ke-11 Yakub dari istrinya, Rahel.

Dan Yusuf adalah anak pertama Rahel.

Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari dua istri dan dua gundik. (Baca: 12 Anak Yakub, Nenek Moyang Bangsa Israel)

Dari Rahel, istri kesayangannya, Yakub mempunyai dua anak laki-laki, yakni Yusuf dan adiknya, Benyamin.

Karena Yusuf lahir dari istri yang paling dicintainya, dan di masa tuanya, maka Yakub lebih mengasihi  Yusuf dibanding anak-anaknya yang lain.

Bahkan Yakub terkesan memanjakan Yusuf.

Sebab Yakub membelikan Yusuf jubah yang maha indah.

Hal ini jelas membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu, bahkan benci kepada Yusuf.

Mereka tidak mau lagi bersikap ramah kepadanya.

Selain itu, Yusuf biasa menggembalakan kambing domba dengan saudara-saudaranya, khususnya anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua gundik Yakub.

Dan Yusuf ini melaporkan kejahatan saudara-saudaranya itu kepada ayahnya, Yakub.

Meskipun Alkitab tidak mencatat bagaimana reaksi Yakub terhadap laporan Yusuf, jelas Yusuf seperti punya keistimewaan dibanding saudara-saudaranya. (Kejadian 37).

Bagaimanapun, menganak-emaskan anak tidaklah baik.

Hal ini bukan saja tidak baik bagi anak yang dianak-emaskan, tetapi juga bagi hubungan anak tersebut dengan saudara-saudaranya yang lain, seperti yang kemudian dialami oleh Yusuf dan saudara-saudaranya (lihat poin 2 di bawah).

 

2. Karena Iri, Yusuf Dijual Oleh Saudara-Saudaranya Ke Pedagang Yang Membawanya Ke Mesir

Selain karena Yusuf dianak-emaskan oleh Yakub, ada hal lain yang membuat saudara-saudara Yusuf benci kepadanya, yakni mimpi Yusuf.

Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas mereka, sehingga mereka semakin benci kepada Yusuf.

Mimpi Yusuf itu ada dua.

Pertama, mimpi tentang berkas-berkas gandum Yusuf yang tegak berdiri dan berkas-berkas saudara-saudaranya mengelilingi berkas Yusuf dan sujud menyembahnya.

Hal ini punya makna bahwa Yusuf lebih berkuasa daripada saudara-saudaranya yang notabene, kecuali Benyamin, lebih tua daripadanya.

Kedua, mimpi tentang matahari, bulan, dan 11 bintang yang sujud kepada Yusuf.

Ini juga punya makna bahwa Yusuf akan berkuasa atas 11 saudaranya, bahkan kedua orang tuanya.

Ketika Yakub mendengar mimpi Yusuf ini, dia menegurnya karena dianggap tidak masuk akal bahwa orang tuanya sujud menyembahnya.

Apakah mimpi Yusuf itu berasal dari Tuhan?

Alkitab tidak memberi tahu kita.

Tetapi fakta bahwa mimpi itu kemudian tergenapi lama kemudian (lihat poin 5 di atas), bisa dikatakan bahwa mimpi tersebut asalnya dari Tuhan.

Yang jelas mimpi Yusuf ini membuat saudara-saudaranya semakin benci kepada Yusuf, dan mereka berusaha membunuhnya dengan memasukkannya ke dalam sumur.

Tetapi mereka akhirnya sepakat untuk tidak membunuh Yusuf, tetapi menjualnya kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir.

Dan mereka berbohong kepada ayah mereka bahwa Yusuf sudah mati diterkam binatang buas. Mereka mencelupkan jubah Yusuf dengan darah hewan yang mereka sembelih.

Mendengar hal ini Yakub pun berkabung berhari-hari dan tidak ada lagi semangatnya untuk hidup.(Kejadian 37).

 

3. Di Mesir Yusuf Menjadi Kepala Rumah Tangga Potifar, Pegawai Firaun

Setelah Yusuf dijual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir, ternyata ia dijual kembali kepada seorang pegawai istana raja Firaun bernama Potifar.

Potifar adalah kepala pengawal raja Mesir, Firaun. Dan Yusuf bekerja padanya sebagai pelayan/budak.

Tetapi atas penyertaan Tuhan, Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan menjadi orang kepercayaannya.

Segala miliknya diserahkan Potifar pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa selain dari makanannya sendiri.

Tentu di sini Yusuf “naik kelas” dari budak menjadi pemimpin segenap rumah tangga (termasuk budak-budak Potifar) dan harta kekayaan Potifar. (Kejadian 39).

 

4. Yusuf Difitnah Istri Potifar Sehingga Yusuf Dipenjarakan

Sekalipun telah menjadi orang kepercayaan Potifar, namun cobaan rupanya belum berhenti menghampiri Yusuf.

Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan serta punya karakter yang baik.

Karena itu istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan ia berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan dan tidak mau melakukan dosa di hadapanNya. (Baca: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani).

Suatu ketika, saat istri Potifar terus ngotot menggoda Yusuf, maka Yusuf pun melarikan diri dan meninggalkan bajunya yang ditarik oleh istri Potifar.

Merasa kesal dengan penolakan Yusuf, maka istri Potifar pun memfitnah Yusuf.

Ia berbohong dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya tetapi ia berteriak sehingga Yusuf pergi melarikan diri serta meninggalkan pakaiannya. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur).

Rupanya suaminya, Potifar, percaya begitu saja kepada perkataan istrinya, sehingga ia menjadi sangat marah dan memasukkan Yusuf ke dalam penjara.

Yusuf kembali terjatuh setelah sempat menjadi orang kepercayaan Potifar. (Kejadian 39).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!