7 Fakta Penting Tentang Zakharia Di Alkitab

Artikel ini membahas 7 fakta penting tentang Zakharia di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Zakharia tampaknya sudah tidak asing lagi.

Sebab Zakharia adalah tokoh yang cukup terkenal di Alkitab Perjanjian Baru, dan ia terutama diingat pada masa-masa Natal.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria Menurut Alkitab

Zakharia adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang.

Kisah Zakharia memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh yang cukup populer di Alkitab Perjanjian Baru, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang dapat diteladani.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria Magdalena Menurut Alkitab

Kisah hidup Zakharia dan istrinya di Alkitab adalah kisah yang begitu berharga untuk dipelajari oleh orang percaya.

Zakharia terutama dikenal karena ia memperanakkan Yohanes Pembaptis secara ajaib di masa tuanya.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Stefanus Di Alkitab

Kisah hidup Zakharia dapat ditemukan di dalam Kitab Injil Lukas.

Lalu, siapakah itu Zakharia?

Bagaimana latar belakangnya?

Dan bagaimana cara hidupnya di hadapan Tuhan?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Filipus Di Alkitab

Pelajaran apa yang bisa diambil dari Zakharia dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Zakharia di Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Zakharia Adalah Seorang Imam Yang Berasal Dari Keturunan Harun

Fakta pertama tentang Zakharia di Alkitab adalah: dia merupakan seorang imam serta keturunan imam besar Harun (Lukas 1:5).

Imam adalah pelayan Tuhan Di Bait Allah. Jadi imam adalah seorang hamba Tuhan.

Sebagai imam, tentu Zakharia adalah keturunan Harun, imam besar pertama Israel, salah satu tokoh Alkitab terbesar (Baca: 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka)

Sebab semua imam yang ada di Israel haruslah keturunan Harun, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan sendiri di Perjanjian Lama.

 

2. Zakharia Adalah Seorang Yang Saleh

Fakta kedua tentang Zakharia di Alkitab adalah: dia merupakan seorang yang saleh.

Alkitab berkata bahwa Zakharia dan istrinya, Elisabet, hidup benar di hadapan Tuhan (Lukas 1:6).

Mereka hidup dalam kesalehan dan tanpa cela.(Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Saleh)

Sebagai seorang pelayan Tuhan, maka Zakharia dan istrinya tahu bagaimana caranya hidup berkenan kepada Tuhan.

Tentu, sebagai imam dan keturunan imam besar, Zakharia tidak otomatis hidup saleh.

Faktanya ada banyak imam Israel di Alkitab yang hidup tidak benar di hadapan Tuhan.

Tetapi tidak demikian dengan Zakharia dan istrinya, mereka hidup dalam kesalehan, berpadanan dengan panggilan mereka sebagai imam dan istri imam.

 

3. Zakharia Belum Mempunyai Anak Di Masa Tuanya, Sebab Istrinya Mandul

Fakta ketiga tentang Zakharia di Alkitab adalah: dia belum mempunyai anak pada masa tuanya, sebab istrinya, Elisabet, merupakan seorang perempuan yang mandul. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Elisabet Di Alkitab)

Lagipula Zakharia dan istrinya sudah berusia lanjut, sudah terlalu tua; sehingga, secara manusia, istrinya tidak mungkin lagi untuk mengandung dan melahirkan anak (Lukas 1:7).

Pada masa itu tidak mempunyai anak dianggap sebagai aib, bahkan karena dosa.

Itulah sebabnya orang yang tidak punya anak dipandang rendah oleh masyarakat pada masa itu.

Kendati demikian, Zakharia dan istrinya tidak menjadi kecewa kepada Tuhan dan hidup di dalam dosa.

Ia, bersama istrinya, tetap hidup benar di hadapan Tuhan dan melakukan firmanNya. Ia hidup dalam kesalehan (lihat poin 2 di atas).

 

4. Zakharia Mendapat Pengabulan Doa Untuk Seorang Anak Ketika Sedang Melayani Di Bait Allah

Fakta keempat tentang Zakharia di Alkitab adalah: ia menerima pengabulan doanya untuk seorang anak ketika ia sedang melayani di Bait Allah.

Ketika Zakharia sedang bertugas di bait suci untuk membakar ukupan (berdoa), tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata bahwa doanya sudah dikabulakn Tuhan.

Istrinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak dan hendaklah ia menamainya Yohanes (Lukas 1:8-17).

Rupanya Zakharia sudah lama berdoa bagi kelahiran seorang anak dalam keluarganya. Itulah sebabnya malaikat berkata doanya sudah dikabulkan.

Tentu pada saat itu ia sedang berdoa bagi umat Allah, Israel, sebab itulah tugas imam,  mempersembahkan korban/membakar ukupan dan berdoa mewakili umat Allah.

Tetapi ia juga berdoa untuk dirinya sendiri saat itu, bahkan selama ini dalam doa pribadinya di rumah.

Jadi ketika malaikat mengatakan bahwa doanya telah dikabulkan Allah itu berarti bahwa doanya yang digumulinya selama ini tentang seorang anak, Tuhan telah kabulkan. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Doanya Dikabulkan)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!