Categories: FAKTA ALKITAB

7 Fakta Perceraian Menurut Perjanjian Lama

 

 

Perceraian menurut Perjanjian Lama, adalah dasar bagi pandangan orang Israel tentang perceraian yang perlu diketahui oleh orang Kristen.

Ada 7 fakta tentang perceraian menurut Perjanjian Lama yang perlu kita ketahui.

Dewasa ini perceraian dalam pernikahan sudah banyak terjadi.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Bercerai

Bukan hanya di antara orang yang tidak percaya/non-Kristen, tetapi juga di antara orang Kristen itu sendiri.

Alkitab juga mencatat banyak kasus perceraian atau orang-orang yang bercerai.

Umumnya orang Kristen memandang perceraian tidak dibolehkan oleh Alkitab, sekalipun dalam prakteknya banyak orang Kristen yang bercerai.

Namun dalam sejumlah denominasi gereja Kristen, perceraian diizinkan dengan alasan tertentu/khusus.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Perceraian Menurut Alkitab

Terlepas dari hal tersebut, masalah perceraian masih menimbulkan banyak pertanyaan bagi banyak orang, baik orang Kristen maupun non-Kristen.

Apakah Perjanjian Lama mengizinkan perceraian dengan alasan tertentu?

Bolehkah umat Allah di Perjanjian Lama bercerai dengan alasan apa pun?

Apakah Tuhan mengizinkan umatNya pada zaman Perjanjian Lama bercerai?

Baca juga: 5 Perceraian Yang Diizinkan Di Alkitab

Jika tidak, mengapa Ia membiarkan umatNya bercerai?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Artikel ini akan membahas fakta-fakta penting seputar perceraian menurut Perjanjian Lama.

Berikut pembahasannya.

 

1. Rancangan Awal Tuhan Adalah Pernikahan Seumur Hidup, Tanpa Perceraian

Fakta tentang perceraian menurut Perjanjian Lama, yang pertama adalah: Rancangan awal Tuhan bagi manusia bukanlah perceraian, tetapi pernikahan seumur hidup.

Hal itu nyata ketika Allah memberkati manusia pertama, Adam dan istrinya  (Hawa).

Mereka menjadi satu daging dan apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia (Kejadian 2:21-25).

 

2. Sejak Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa, Perceraian Banyak Terjadi

Fakta tentang perceraian menurut Perjanjian Lama, yang kedua adalah: manusia setelah kejatuhan Adam ke dalam dosa banyak yang bercerai.

Kendati rancangan awal manusia bagi pernikahan adalah seumur hidup, bukan perceraian, namun manusia setelah kejatuhan Adam ke dalam dosa banyak yang bercerai.

Sebagai contoh adalah raja Daud yang bercerai dengan Mikhal, istrinya.

Juga perceraian Mikhal dengan suaminya ketika Daud memperistri kembali Mikhal (2 Samuel 3:12-16).

3. Tuhan Membiarkan Perceraian Terjadi, Tetapi Memberi Sejumlah Aturan

Fakta tentang perceraian menurut Perjanjian Lama, yang ketiga adalah: Tuhan memberi aturan atau rambu-rambu dalam bercerai.

Sekalipun Tuhan tidak menghendaki umatNya bercerai, namun Ia memberi sejumlah aturan atau rambu-rambu dalam bercerai.

Maksudnya adalah agar praktek perceraian tersebut tidak merugikan pihak perempuan.

Aturan tersebut adalah bahwa pihak laki-laki yang akan menceraikan istrinya harus membuat surat cerai dan memberikannya kepada istrinya. (Ulangan 24:1-4).

Inilah satu-satunya bagian Alkitab yang mengatur tentang perceraian di Perjanjian Lama.

 

4.  Perzinahan Adalah Satu-satunya Syarat Perceraian Yang Tuhan Izinkan

Fakta tentang perceraian menurut Perjanjian Lama, yang keempat adalah: Tuhan mengizinkan perceraian jika ada perzinahan.

Perceraian terjadi hanya jika di pihak si istri ditemukan hal yang tidak senonoh.

Hal yang tidak senonoh ini umumnya dipahami sebagai perzinahan. (Ulangan 24:1-4).

 

Page: 1 2