Categories: FAKTA ALKITAB

7 Fakta Poligami Menurut Perjanjian Lama

 

Artikel ini membahas seputar fakta-fakta tentang poligami menurut Alkitab Perjanjian Lama.

Poligami menurut Perjanjian Lama sangat penting kita ketahui.

Dewasa ini praktek poligami umumnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak ideal, ketinggalan zaman, dan kurang menghargai perempuan.

Namun Perjanjian Lama mencatat banyak kasus poligami atau orang-orang yang mempunyai lebih dari satu istri pada saat yang bersamaan.

Baca juga: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Ada yang mempunyai dua istri, tiga istri, lima istri, belasan istri, puluhan istri, bahkan seribu istri!

Istri-istri tersebut ada yang menjadi istri yang sah, yang setara kedudukannya dengan istri pertama.

Tetapi ada juga istri-istri, yang kedua dan seterusnya, yang kedudukannya lebih rendah daripada istri yang sah. Inilah yang disebut sebagai gundik.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Alkitab

Hal ini telah sering menimbulkan pertanyaan: Apakah Tuhan menghendaki umatNya untuk berpoligami?

Jika tidak, mengapa Ia membiarkan umatNya berpoligami?

Dan bagaimanakah pandangan Perjanjian Lama tentang poligami?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Artikel ini akan membahas fakta-fakta penting seputar poligami menurut Perjanjian Lama.

Lalu, apa sajakah fakta-fakta penting tentang poligami menurut Perjanjian Lama yang perlu kita ketahui?

Berikut pembahasannya.

 

1. Rancangan Awal Tuhan Bagi Manusia Adalah Monogami, Bukan Poligami

Fakta tentang poligami menurut Perjanjian Lama, yang pertama adalah: Rancangan awal Tuhan bagi manusia bukanlah poligami atau banyak istri, tetapi monogami atau satu istri.

Hal itu nyata dari penciptaan seorang perempuan (Hawa) bagi Adam, manusia pertama yang Tuhan ciptakan (Kejadian 2).

Tuhan tidak menciptakan dua, tiga, atau banyak perempuan bagi Adam, melainkan hanya satu perempuan, yakni Hawa.

Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan manusia yang ideal, yang sesuai dengan rancangan Tuhan, adalah monogami, bukan poligami.

 

2. Sejak Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa, Poligami Banyak Dipraktekkan

Fakta tentang poligami menurut Perjanjian Lama, yang kedua adalah: manusia setelah kejatuhan Adam ke dalam dosa banyak yang mempraktekkan poligami.

Kendati rancangan awal manusia bagi pernikahan adalah monogami, bukan poligami, manusia setelah kejatuhan Adam ke dalam dosa banyak yang mempraktekkan poligami.

Misalnya anak-anak Allah yang dicatat dalam Kejadian 6:2, dan anak-anak Rehabeam, raja Yehuda, yang dicatat dalam 2 Tawarikh 11:23.

Dalam masa-masa setelah itu, poligami sudah dipandang sesuatu hal yang umum, terutama di wilayah Israel dan sekitarnya (Timur Tengah), tempat di mana sebagian besar peristiwa Alkitab terjadi.

Poligami umumnya terdapat di antara orang kaya ataupun para pemimpin, baik para pemimpin suku/puak, maupun para raja, baik yang percaya kepada Tuhan maupun yang tidak percaya kepadaNya.

 

3. Lamekh Adalah Manusia Pertama Yang Mempraktekkan Poligami

Fakta tentang poligami menurut Perjanjian Lama, yang ketiga adalah: Lamekh adalah manusia pertama di bumi yang berpoligami.

Lamekh adalah manusia pertama di bumi yang berpoligami, seperti yang dicatat di Alkitab.

Lamekh mempunyai dua istri dan dia membual terhadap kedua istrinya tersebut perihal orang yang ia bunuh (Kejadian 4:19).

Sejak Lamekh,  makin banyak lagi tokoh Alkitab  yang berpoligami.

 

4. Tuhan Tidak Melarang UmatNya Berpoligami

Fakta tentang poligami menurut Perjanjian Lama, yang keempat adalah: Tuhan tidak melarang poligami terjadi.

Ternyata Tuhan tidak melarang poligami terjadi, bahkan umat pilihanNya pun, bangsa Israel, tidak dilarangnya berpoligami.

Tidak ada ayat Alkitab tentang larangan berpoligami yang ditujukan kepada umat Israel secara umum, kecuali larangan poligami bagi para raja Israel (lihat poin 6 di bawah).

Mungkin hal ini agak mengejutkan, mengingat monogami adalah rancangan awal Tuhan bagi manusia.

Apalagi praktek poligami biasanya dinilai  merugikan bagi kaum perempuan.

Tampaknya, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan mengizinkan pelanggaran terjadi, yakni poligami, sekalipun hal itu tidak disukaiNya.

 

Page: 1 2