Categories: FAKTA ALKITAB

7 Fakta Sunat Menurut Perjanjian Lama

Artikel ini membahas tentang sunat menurut Perjanjian Lama.

Sunat menurut Perjanjian Lama sangat penting untuk kita ketahui.

Istilah sunat pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Sunat adalah pemotongan kulit khatan laki-laki, baik untuk tujuan kesehatan, maupun untuk tujuan rohani/keagamaan.

Sunat menurut Perjanjian Lama adalah suatu hukum atau peraturan yang sangat penting dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Lama.

Sunat begitu identik dengan bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Alkitab

Kapankah sunat disebut di Alkitab?

Siapakah di Alkitab Perjanjian Lama yang pertama kali disunat?

Apakah tujuan dan makna sebenarnya dari sunat?

Mengapa sunat begitu penting bagi bangsa Israel?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Hukum Taurat Menurut Alkitab

Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini, dan banyak pertanyaan lain seputar sunat, diberikan dalam artikel ini.

Artikel ini akan menguraikan secara jelas fakta-fakta penting tentang sunat menurut Alkitab Perjanjian Lama.

Fakta-fakta apa sajakah yang perlu kita tahu tentang sunat menurut pandangan Perjanjian Lama?

Berikut pembahasannya.

 

1. Sunat Pertama Kali Tuhan Perintahkan Kepada Abraham

Alkitab pertama kali mencatat sunat pada zaman Abraham, di mana Tuhan memerintahkan Abraham dan anak-anaknya untuk disunat (Kejadian 17:10).

Jadi sebelum perintah kepada Abraham, belum ada sunat disinggung di Alkitab.

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa sunat belum ada sebelum Abraham. Sunat sudah banyak dipraktekkan di berbagai bangsa/budaya sebelum atau pada zaman Abraham.

Hanya, Alkitab baru mencatatnya pada zaman Abraham. Dan Abraham-lah yang pertama kali menerima perintah tentang sunat dari Allah.

Jadi sekalipun sudah ada bangsa yang mempraktekkan sunat sebelum Abraham, baik untuk tujuan kesehatan maupun untuk tujuan ibadah/ritual keagamaan, pastilah itu tidak berasal dari perintah Tuhan.

 

2. Sunat Adalah Tanda Perjanjian Allah Dengan UmatNya

Sunat itu adalah tanda perjanjian di antara Allah dengan umatNya.

Hal itu dimulai dari Abraham, yang dipanggil Tuhan untuk melakukan perjanjian denganNya.

Abraham dan keturunannya akan menjadi umat perjanjianNya. Sebagai tanda perjanjian, Tuhan memerintahkan sunat bagi mereka.

Jadi Abraham dan seluruh keturunannya, bahkan orang-orang asing yang menggabungkan diri dengan mereka, wajib disunat.

Hal ini Tuhan perintahkan kepada Abraham, sebagai “bapa” umatNya.

Dan Abraham dan seluruh keturunannya, bahkan orang-orang asing yang menggabungkan diri dengan mereka, menjadi orang-orang pertama yang disunat di antara umat Allah (Kejadian 17:10-14,23-27).

 

3. Makna Utama Sunat Adalah Bersifat Rohani

Makna utama sunat di Perjanjian Lama adalah bersifat rohani, bukan bersifat jasmani.

Jadi sunat di Perjanjian Lama pertama-tama bukanlah dalam rangka tujuan medis atau kesehatan (meskipun ini juga termasuk).

Tetapi sunat di Perjanjian Lama pertama-tama adalah dalam rangka tujuan rohani, yakni sebagai tanda perjanjian Allah dengan umatNya (poin 2 di atas).

 

4. Sunat Adalah Bagian Integral Dari Hukum Taurat Israel

Allah juga memerintahkan sunat bagi keturunan Abraham, yakni bangsa Israel.

Hal ini Tuhan perintahkan kepada Musa, sebagai pemimpin utama umatNya.

Dan Sunat itu menjadi bagian integral dari sistem Hukum Taurat Israel (Keluaran 12:48).

 

Page: 1 2