7 Fakta Tentang Ahab di Alkitab

Ahab di Alkitab adalah salah satu tokoh penting di Perjanjian Lama, khususnya di dalam sejarah bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan.

Bagi sebagian orang Kristen nama Ahab mungkin masih terasa asing. Tetapi Ahab merupakan tokoh yang berperan penting dalam sejarah bangsa Israel di Alkitab.

Ahab adalah salah satu raja Israel terbesar di Alkitab, yakni raja Israel Utara ketika kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Israel Utara dan Yehuda.

Baca juga: 7 Fakta penting tentang raja Daud di Alkitab

Mengingat peran penting Ahab dalam sejarah Israel di Perjanjian Lama, maka menjadi perlu bagi kita untuk mempelajarinya, meskipun ia dikenal sebagai raja yang jahat.

Karena kita pasti mendapat banyak pelajaran berharga dari hidupnya, baik yang positif untuk diikuti maupun yang negatif untuk bahan pelajaran, bukan agar diikuti.

Baca juga: 7 Fakta penting tentang raja Salomo di Alkitab

Kisah hidup Ahab di Alkitab merupakan kisah  yang diingat orang banyak sebagai tokoh Alkitab yang gagal dan jahat.

Kisah hidup raja Ahab terdapat di dalam kitab 1 Raja-raja.

Lalu, bagaimanakah pemerintahan Ahab selama ia menjadi raja Israel Utara?

Apa saja yang diperbuatnya? Dan kejahatan apa saja yang dilakukannya?

Baca juga: 7 Fakta penting tentang raja Saul di Alkitab

Bagaimanakah sifat dan karakter Ahab?

Dan bagaimanakah akhir hidup Ahab?

Apakah pelajaran yang dapat diambil dari kisah hidup Ahab?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang raja Ahab menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Ahab adalah raja Israel Utara yang ketujuh, yang memerintah selama 22 tahun

Ahab adalah raja Israel Utara yang memerintah selama 22 tahun.

Ahab adalah raja Israel Utara ketujuh, setelah kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Israel Utara dan Yehuda.

Ahab adalah anak Omri, salah satu raja Israel terbesar (1 Raja-raja 16:29).

 

2. Ahab menikahi perempuan jahat penyembah berhala sehingga Ahab menjadi penyembah berhala dan lebih  jahat

Ahab menikah dengan Izebel, seorang perempuan jahat, yang kejahatannya sama dengan Ahab, suaminya.

Bahkan dialah yang mempengaruhi Ahab untuk menyembah berhala dan meninggalkan Tuhan, sehingga menjerumuskan seluruh bangsa Israel pada penyembahan berhala (1 Raja-raja 16:30-33).

Memang Izebel bukan perempuan Israel yang menyembah Tuhan, melainkan perempuan Sidon penyembah dewa baal. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Jahat Di Perjanjian Lama)

Izebel dalam banyak hal menjadi “aktor utama” di balik berbagai kejahatan di Israel, seperti dalam kasus kematian Nabot (lihat poin 6 di bawah).

3. Ahab adalah salah satu raja Israel paling jahat 

Selama periode pemerintahannya, selama 22 tahun, boleh dikatakan hanya kejahatan yang dilakukan Ahab.

Alkitab berkata bahwa Ahab lebih jahat daripada semua raja Israel yang mendahuluinya (1 Raja-raja 16:30).

Bahkan Alkitab berkata bahwa tidak ada orang seperti Ahab yang diperbudak kejahatan, seolah-olah ia tak bisa lepas lagi dari kejahatan (1 Raja-raja 21:25).

Kejahatan Ahab ini terutama dipengaruhi oleh istrinya, Izebel, yang merupakan perempuan Sidon penyembah dewa baal (poin 2 di atas).

Maka tak heran jika Ahab adalah salah satu raja Israel paling jahat, yang membawa orang Israel yang dipimpinnya murtad dari Tuhan dan menyembah berhala (Baca: 5 Raja Israel Paling Jahat Di Alkitab).

 

4. Atas kejahatan Ahab, Tuhan menghukum bangsa Israel dengan kelaparan selama 3,5 tahun

Pada masa pemerintahan Ahab, terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu! (1 Raja-raja 17:1).

Hal ini terjadi karena dosa Ahab dan bangsa Israel kepada Tuhan, di mana mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah dewa baal. (1 Raja-raja 18:17-18).

Ahab telah menjerumuskan umat Israel ke penyembahan berhala.

Tetapi melalui Nabi Elia, hujan kembali turun di Israel sehingga tanam-tanaman dapat bertumbuh dan memberi hasil untuk dimakan.

Hal itu terjadi setelah nabi Elia melakukan reformasi agama di Israel dengan mengajak bangsa Israel meninggalkan dewa-dewa baal dan kembali kepada Tuhan, serta membunuh 450 nabi baal, yang merupakan nabi-nabi dewanya Izebel (1 Raja-raja 18:20-46).

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!