7 Fakta Tentang Ahab di Alkitab

 

5. Ahab membiarkan raja Aram terlepas sehingga Tuhan murka kepadanya dan  menghukumnya

Pada saat orang Israel berperang dengan bangsa Aram, maka Tuhan memberi kemenangan kepada umatNya.

Tetapi Ahab tidak membunuh Benhadad, raja Aram, seperti yang diperintahkan Tuhan. Ia melepaskan raja Aram tersebut dan membiarkannya pulang ke negerinya, seperti raja Saul melepaskan raja Amalek (1 Samuel 13).

Hal ini membuat Tuhan murka dan menghukumnya. Melalui seorang nabiNya, Tuhan berkata bahwa nyawa raja Aram akan diganti oleh nyawa Ahab  (1 Raja-raja 20:1-43).

Inilah untuk pertama kalinya hukuman dijatuhkan kepada Ahab.

 

6. Ahab membunuh Nabot, rakyatnya sendiri, dan mengambil kebun anggurnya sehingga Tuhan kecam dan hukum

Salah satu kejahatan Ahab yang lain yang dicatat di Alkitab adalah membunuh Nabot (rakyat Ahab sendiri) secara licik karena menginginkan kebun anggurnya.

Ini pun karena dorongan istrinya, Izebel.

Ahab sangat menginginkan kebun anggur Nabot, yang berdekatan dengan istana Ahab. Ahab ingin membelinya atau menukarnya dengan kebun lain.

Tetapi Nabot tidak mau memberikannya kepada Ahab, sebab itu adalah milik pusaka nenek moyangnya.

Hal ini membuat Ahab sangat jengkel.

Ketika Ahab menceritakan hal itu kepada istrinya, Izebel, maka istrinya menyusun siasat busuk untuk membunuh Nabot dan mengambil kebun miliknya.

Izebel memerintahkan para tua-tua di Yizreel, di kotanya Nabot, untuk mengadili Nabot.

Mereka disuruhnya menyediakan dua saksi palsu melawan Nabot dengan tuduhan sebagai orang yang mengutuki Allah dan raja, lalu melemparinya hingga mati.

Para tua-tua di kota Nabot itu menuruti perintah istri raja yang jahat.

Setelah Nabot tewas, Ahab pun mengambil kebun anggur Nabot menjadi miliknya.

Akibat dosanya ini, dan dosa-dosa yang lain, Ahab dan keluarganya pun mendapat hukuman yang sangat mengerikan, yang disampaikan oleh nabi Elia.

Ahab sendiri akan tewas dan anjing akan menjilati darahnya.

Sementara mayat Izebel akan dimakan anjing (1 Raja-raja 21:1-29).

Dan hal ini benar-benar digenapi.

 

7. Ahab mati dalam pertempuran sebagai hukuman Tuhan kepadanya

Ahab tewas dalam sebuah pertempuran melawan orang Aram. Ia mati dipanah musuh di dalam kereta perangnya.

Ahab berperang melawan orang Aram atas saran para nabi baal yang dipercayainya. Ia tidak mencari petunjuk Tuhan, bahkan mengabaikan suara nabi Mikha.

Ia mati secara hina, sesuai nubuat nabi Elia (lihat poin 6 di atas).

Ketika kereta perangnya yang berlumuran darah dicuci, darahnya dijilati anjing dan para pelacur mandi di situ (1 Raja-raja 22:1-40).

Jelas ini adalah kehinaan besar bagi seorang raja Israel, sebagai hukuman Tuhan atas-dosanya.

 

Itulah 7 fakta tentang raja Ahab di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!