7 Fakta Tentang Ananias di Alkitab

Ananias di Alkitab adalah salah satu orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru yang dikenal sebagai orang yang saleh.

Ini bukanlah Ananias anggota jemaat Yerusalem yang jahat, juga bukan Ananias Imam Besar Israel pada zaman rasul Paulus, tetapi Ananias orang Damsyik.

Kisah Ananias di dalam Alkitab dicatat di dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Sejauh yang dicatat di dalam Alkitab Perjanjian Baru, Ananias di Alkitab hanya muncul di dalam satu peristiwa, tetapi dicatat dua kali, yang berkaitan dengan rasul Paulus.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

Peristiwa tentang Ananias tersebut dicatat di dalam Kisah Para Rasul pasal 9 dan pasal 22.

Ananias adalah orang Kristen di kota Damsyik, Siria, yang dikenal karena diutus Tuhan untuk mendoakan Rasul Paulus yang baru saja bertobat.

Dan kisah tentang Ananias di Alkitab terutama adalah kisah tentang bagaimana ia dipanggil Tuhan untuk mendoakan Paulus yang buta setelah bertobat dan percaya Tuhan Yesus.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Nikodemus

Karena itu, kisah tentang Ananias tidak begitu banyak dicatat di Alkitab, meskipun latar belakangnya ditulis cukup lengkap.

Namun, meskipun kisah hidup Ananias tidak begitu banyak dicatat di Alkitab, tentu saja ada banyak hal yang perlu kita pelajari dari kisah tentang Ananias ini.

Lalu, siapakah sebenarnya Ananias di Alkitab?

Bagaimana latar belakang hidup Ananias menurut Alkitab?

Seperti apakah sifat dan karakter Ananias?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yusuf Arimatea

Dan apa saja yang bisa kita teladani dari kisah hidup Ananias?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Ananias, sebagaimana yang dicatat di Alkitab, yakni dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya berdasarkan Kisah Para Rasul 9:10-18 dan 22:12-16.

 

1. Ananias adalah seorang Kristen di kota Damsyik

Ada beberapa tokoh Alkitab yang bernama Ananias, dan Ananias ini adalah seorang anggota jemaat Kristen yang tinggal di kota Damsyik.

Kota Damsyik adalah ibu kota Siria, yang kini dikenal sebagai kota Damaskus.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan bilamana dan bagaimana Ananias bertobat.

 

2. Ananias adalah seorang

Yahudi yang saleh menurut standard Hukum Taurat sebelum menjadi Kristen

Ananias jelas adalah seorang Yahudi atau Israel. Nama Ananias sendiri berasal dari nama Hananya di Perjanjian Lama.

Jadi Ananias tentu adalah beragama Yahudi sebelum bertobat menjadi Kristen.

Ketika masih beragama Yahudi, Ananias dikenal sebagai orang yang saleh, yang hidup benar menurut tuntunan Hukum Taurat.

Sebelum menjadi Kristen Ananias bukanlah seorang yang jahat.

 

3. Ananias adalah seorang Kristen yang dihormati oleh orang Yahudi di kota Damsyik

Setelah Ananias menganut agama Kristen, ia tetap menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang Yahudi, teman sebangsanya, di kota Damsyik.

Ananias dikenal baik oleh komunitas Yahudi di kota Damsyik, bahkan tampaknya begitu dihormati oleh mereka.

Rupanya Ananias adalah seorang tokoh Kristen yang penting di kota Damsyik.

 

4. Ananias dipanggil Tuhan untuk mendoakan Paulus yang buta ketika baru saja bertobat

Tatkala Saulus (Paulus) bertobat setelah melihat suatu penglihatan yang spektakuler di jalan menuju Damsyik, maka Tuhan menyuruh Ananias menemui Saulus dan menumpangkan tangannya atasnya agar Saulus dapat melihat kembali.

Saat itu memang Saulus buta selama tiga hari.

Ananias mendapat panggilan Tuhan, yakni Tuhan Yesus yang telah naik ke Surga, melalui suatu penglihatan.

Kita tidak tahu mengapa Ananias yang Tuhan perintahkan untuk mendoakan Paulus, bukan para rasul misalnya.

Mungkin Karena Ananias adalah tokoh Kristen terpenting di Damsyik, sementara Paulus bertobat di dekat Damsyik.

Tetapi yang jelas, hal ini merupakan suatu kehormatan bagi Ananias. Sebab Paulus kelak akan menjadi pemimpin Kristen terkemuka.

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!