7 Fakta tentang Gamaliel di Alkitab

Gamaliel di Alkitab adalah salah satu tokoh Perjanjian Baru yang disebut dalam kaitannya dengan gereja mula-mula di Yerusalem.

Kisah tentang Gamaliel di Alkitab dicatat di  dalam Kitab Perjanjian Baru, yakni dalam kitab Kisah Para Rasul.

Figur Gamaliel di Alkitab hanya disebut dua kali di Alkitab Perjanjian Baru, dua-duanya dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

Namun kisah Gamaliel di Alkitab penting untuk kita pelajari, dan mengambil pelajaran darinya.

Kisah Gamaliel di Alkitab disebut terutama dalam hubungannya dengan penangkapan para rasul karena memberitakan Injil.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yusuf Arimatea

Lalu, siapakah sebenarnya Gamaliel di Alkitab?

Seberapa penting Gamaliel pada zaman  Perjanjian Baru?

Apa yang dilakukan Gamaliel di Alkitab dalam membebaskan para rasul dari pembunuhan Mahkamah Agama Yahudi?

Dan apa saja yang dapat kita teladani dari Gamaliel di Alkitab?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Gamaliel di Alkitab.

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya, berdasarkan Kisah Para Rasul 5:34-40; 22:3.

 

1. Seorang anggota Mahkamah Agama Yahudi 

Fakta pertama yang perlu kita ketahui tentang Gamaliel di Alkitab adalah bahwa ia merupakan seorang anggota Mahkamah Agama Yahudi atau Sanhedrin.

Sanhedrin atau mahkamah agama Yahudi adalah lembaga tertinggi di Israel semenjak mereka kembali dari pembuangan di Babel dan berada di bawah kendali bangsa asing.

Pada zaman PB, orang Yahudi berada dalam kekuasaan orang Romawi, dan Sanhedrin merupakan lembaga tertinggi Yahudi yang diakui oleh orang Romawi.

Sanhedrin terdiri dari tokoh-tokoh berpengaruh sebanyak 70 orang, yang membentuk lembaga tertinggi di bidang politik, hukum, dan agama.

 

2. Seorang Farisi

Orang farisi adalah salah satu sekte dalam agama Yahudi yang umumnya dikenal sangat ketat dalam menjalankan hukum taurat.

Sanhedrin terdiri dari dua mazhab, farisi dan saduki. Orang saduki adalah keturunan imam-imam. 

Seperti halnya orang farisi, orang saduki juga ketat menjalankan hukum taurat.

Tetapi dalam beberapa hal orang farisi dan orang saduki mempunyai perbedaan yang mencolok.

Salah satunya adalah dalam doktrin kebangkitan, malaikat, dan kehidupan kekal/hukuman kekal.

Orang farisi percaya dengan ketiga hal ini. Sebaliknya, orang saduki tidak mempercayainya.

Kedua golongan keagamaan ini adalah musuh terbesar Tuhan Yesus ketika Ia melayani di bumi.

 

3. Seorang ahli Taurat Yahudi

Ahli taurat adalah orang-orang yang mahir dalam hukum taurat Yahudi. Mereka adalah para pengajar dan penafsir hukum taurat.

Merela mengajar sejumlah murid agar mahir dalam taurat. 

Tetapi secara umum mereka menjaga kemurnian ajaran hukum taurat di antara rakyat Israel.

Orang farisi banyak yang menjadi ahli taurat, atau ahli taurat umumnya adalah orang-orang farisi.

 

4. Seorang yang sangat dihormati orang Yahudi

Karena jabatannnya sebagai anggota sanhedrin, kemahirannya dalam hukum taurat, tentu juga karena cara hidupnya, maka Gamaliel sangat dihormati oleh orang-orang Yahudi.

Sebutan yang diberikan kepada Gamaliel adalah raban, suatu sebutan yang lebih hormat dari rabi.

Apalagi Gamaliel adalah cucu Hilel, seorang ahli taurat Yahudi yang sangat tersohor, yang merupakan guru semua orang farisi.

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!