7 Fakta Tentang Gehazi Di Alkitab

Gehazi di Alkitab adalah salah satu tokoh Alkitab yang dicatat di dalam Perjanjian Lama, khususnya yang berkaitan dengan Nabi Elisa.

Karena itu menjadi penting bagi kita untuk membahas Gehazi lebih dekat, siapakah Gehazi di Alkitab, sekalipun umumnya ia dianggap sebagai orang yang tidak benar.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Ismael Di Alkitab

Gehazi di Alkitab terutama dikenal sebagai hamba Nabi Elisa yang kisahnya dicatat dalam beberapa peristiwa.

Dan melalui catatan Alkitab, kita bisa tahu cukup banyak tentang Gehazi, sekalipun kisahnya di Alkitab hanya dicatat dalam beberapa perikop, dan dalam beberapa ayat saja.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Esau Di Alkitab

Lalu, siapakah sebenarnya Gehazi?

Bagaimana Alkitab menggambarkan karakter Gehazi?

Mengapa Gehazi melakukan dosa atau kejahatan yang mencoreng namanya?

Hal apa saja yang dapat kita pelajari dari hidup Gehazi?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yehuda Di Alkitab

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Gehazi, berdasarkan catatan Alkitab.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya.

 

1. Gehazi dikenal di Alkitab sebagai hamba Nabi Elisa

Gehazi adalah hamba Nabi Elisa, salah satu nabi terbesar Israel di Perjanjian Lama.

Dalam beberapa kesempatan Gehazi memerankan peran penting dalam pelayanan tuannya, nabi Elisa: peran yang baik maupun peran yang buruk.

Tetapi tidak ada catatan Alkitab tentang latar belakang Gehazi, seperti daerah asal dan keluarganya.

 

2. Gehazi pertama kali muncul di Alkitab dalam kaitannya dengan perempuan Sunem

Gehazi pertama sekali muncul di Alkitab dalam kaitan antara Nabi Elisa dengan perempuan Sunem.

 Perempuan Sunem adalah seorang perempuan yang berasal dari Sunem, seorang yang kaya tetapi murah hati.

Ketika nabi Elisa singgah di Sunem dalam perjalanannya, perempuan Sunem dan suaminya  sering kali mengundangnya makan ke rumah mereka.

Mereka bahkan menyediakan sebuah kamar khusus untuk Elisa, sehingga ketika abdi Allah itu pergi ke Sunem, dia boleh menginap di kamar tersebut.

Lalu, suatu waktu, nabi Elisa meminta hambanya, Gehazi, untuk bertanya kepada perempuan Sunem apa yang bisa dilakukan nabi Elisa untuknya.

Sebab perempuan Sunem itu sudah begitu baik kepada nabi Elisa.

Maka hamba Elisa, Gehazi, berkata bahwa perempuan Sunem tidak punya anak dan suaminya sudah tua.

Nabi Elisa pun berdoa dan bernubuat bahwa tahun depannya perempuan tersebut akan hamil dan punya anak. Dan hal itu benar-benar terjadi, tahun depannya mereka punya anak (2 Raja-raja 4:8-17).

 

3. Gehazi diperintahkan Nabi Elisa untuk membangkitkan anak perempuan Sunem yang mati, tetapi tidak berhasil

Selang beberapa tahun, terjadilah musibah besar yang menimpa keluarga perempuan Sunem. Anak mereka, yang kelahirannya telah lama mereka nantikan, tiba-tiba sakit lalu meninggal seketika.

Kabar kematian anak perempuan Sunem diberitahukan kepada nabi Elisa.

Awalnya nabi Elisa menyuruh Gehazi untuk membawa tongkat nabi Elisa dan meletakkannya pada anak tersebut agar ia bangkit kembali.

Tetapi hal itu tidak berhasil, anak tersebut tidak bangkit.

Maka nabi Elisa pun segera menemui anak perempuan Sunem yang meninggal, ia mengangkat dan mendoakan anak tersebut.

Dan mujizat pun terjadi. Anak tersebut bangkit kembali dari kematian! (2 Raja-raja 4:18-37). (Baca: 7 Orang Yang Pernah Dibangkitkan Di Alkitab).

 

4. Gehazi mencatut nama Nabi Elisa demi mendapatkan barang-barang berharga dari Naaman

Gehazi hadir ketika panglima tentara Aram, yakni Naaman, disembuhkan oleh nabi Elisa dari penyakit kustanya hanya dengan memerintahkan Naaman untuk menenggelamkan dirinya sebanyak tujuh kali di sungai Yordan.

Ketika Naaman melihat dirinya sudah sembuh dari kustanya, maka ia memberikan beberapa pemberian kepada Elisa sebagai ucapan terima kasihnya.

Namun nabi Elisa tidak bersedia menerima pemberian Naaman tersebut.

Dari sinilah dimulai perbuatan jahat Gehazi.

Gehazi melihat bahwa penolakan nabi Elisa atas pemberian Naaman adalah sesutu yang tidak tepat. Ia merasa bahwa Elisa terlalu segan kepada Naaman sehingga tidak menerima pemberian Naaman.

Maka Gehazi bertekad meminta pemberian dari Naaman.

Maka Gehazi diam-diam pergi menyusul Naaman, yang saat itu sedang dalam perjalanan kembali ke negerinya.

Gehazi berkata bahwa baru saja datang dua orang muda dari rombongan nabi, dan tuannya, nabi Elisa, meminta kepada Naaman agar memberikan mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.

Naaman tanpa curiga memberikannya kepada Gehazi, dua potong pakaian, dan bahkan dua talenta perak. Lalu Gehazi menyembunyikan pemberian tersebut di rumahnya dan kembali kepada tuannya, Elisa (2 Raja-raja 5:15-24)

Perbuatan Gehazi dapat digolongkan sebagai pemerasan, apalagi ia mencatut nama tuannya, Elisa.

Karena itu boleh dikatakan bahwa Gehazi telah melakukan korupsi (Baca: 7 Tokoh Alkitab yang korupsi

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!