Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab

 

Ishak di Alkitab adalah anak Abraham dengan Sara, dan merupakan salah satu tokoh penting di Perjanjian Lama. Ishak di Alkitab

adalah salah satu nenek moyang bangsa Israel.

Bersama Abraham, ayahnya, dan Yakub, anaknya, Ishak di Alkitab adalah nenek moyang bangsa Israel yang sering disebut sebagai satu kesatuan. Misalnya dalam penyebutan nama Tuhan, yang biasa disebut dengan istilah “Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”

Ishak di Alkitab dalam banyak hal merupakan tipologi atau gambaran pribadi Tuhan Yesus. Di antaranya karena Ishak disebut sebagai anak tunggal ayahnya, walaupun Ishak mempunyai saudara tiri, yakni Ismael. Hal ini sama dengan Tuhan Yesus yang disebut sebagai Anak Tunggal Allah.

Karena Ishak di Alkitab adalah nenek moyang bangsa Israel, maka Ishak adalah nenek moyang Yesus secara manusia.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yohanes Markus

Bagaimanakah latar belakang Ishak di Alkitab? Bagaimana kehidupannya sebagai nenek moyang Israel? Bagaimana akhir hidupnya?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini. Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Ishak di Alkitab. Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Ishak Adalah Anak Perjanjian

Kisah Ishak dimulai dari Abraham, orang yang dipilih Tuhan, agar melalui dia berkat keselamatanNya sampai kepada segala bangsa (Kejadian 12:1-3). Untuk itu Tuhan berjanji akan memberinya banyak keturunan dan tanah Kanaan sebagai Tanah Perjanjian yang akan dimiliki oleh Abraham dan keturunannya.

Pada waktu Tuhan memilih Abraham, dia belum mempunyai keturunan, dan usianya telah 75 tahun; sedangkan istrinya, Sara, adalah seorang perempuan yang mandul. Namun, 25 tahun kemudian, akhirnya Abraham dan Sara mendapatkan anak, yakni Ishak, seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan.

Pada waktu Ishak lahir, Abraham telah berusia 100 tahun dan istrinya, Sara, sudah berusia 90 tahun serta sudah mati haid. Jadi secara manusia, waktu itu sudah tidak ada lagi harapan bagi Abraham dan Sara untuk memiliki keturunan.

Karena itulah Sara tertawa penuh sukacita, setelah sebelumnya ia tertawa penuh keraguan terhadap janji Tuhan tentang kelahiran Ishak (Kejadian 18:12-15). Itulah sebabnya anak mereka diberi nama Ishak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Yitskhaq, “orang yang tertawa” (Kejadian 21:1-7).

Kelahiran Ishak ini adalah suatu hal yang istimewa. Sebab anak tersebut adalah anak perjanjian, anak yang Tuhan janjikan kepada Abraham dan Sara.

Sekalipun Abraham sebelumnya sudah mempunyai anak dari Hagar, yakni Ismael, namun Ishaklah yang menjadi pewaris Abraham, yang berhak mewarisi semua janji-janji Tuhan kepada Abraham dan yang mewariskan janji-janji itu kembali kepada keturunannya, sampai kepada umat Israel.

 

2. Di Masa Mudanya, Ishak Adalah Anak Yang Taat Kepada Abraham, Ayahnya

Mungkin kisah Abraham yang mempersembahkan Ishak kepada Tuhan sudah sering kita dengar. Dan biasanya, kita akan lebih fokus kepada iman Abraham, sebab dia taat ketika Tuhan memerintahkannya untuk mempersembahkan Ishak. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu, sebab memang iman Abraham itulah yang dibenarkan oleh Tuhan.

Namun kita sering kali lupa fakta lain dalam peristiwa tersebut, yakni ketaatan Ishak. Saat itu tentu Ishak bukan anak-anak lagi, tetapi sudah menjadi seorang pemuda yang dewasa. Karena itu Ishak sudah bisa mengambil keputusan sendiri, apakah dia mau taat kepada Abraham ataukah dia melawan orang tuanya tersebut.

Ketaatan Ishak sudah terlihat tatkala dia pergi bersama ayahnya untuk beribadah (padahal sebenarnya untuk mempersembahkan Ishak, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan kepada Abraham).

Memang, saat itu Ishak belum tahu bahwa dialah yang akan dipersembahkan oleh ayahnya kepada Tuhan. Namun kemauan Ishak untuk ikut beribadah bersama Abraham dengan perjalanan yang sangat jauh, sudah menunjukkan ketaatan Ishak kepada ayahnya itu.

Tetapi puncak ketaatan Ishak adalah ketika dia bersedia dipersembahkan oleh Abraham kepada Tuhan. Alkitab berkata bahwa dia diikat oleh Abraham, tetapi dia tidak memberontak; dia sudah bersedia mati (Kejadian 22:5-12).

Sebagai seorang pemuda dewasa, tentu saja Ishak dapat melawan kalau dia mau, sebab dia pasti lebih kuat dari Abraham yang sudah sangat tua. Namun Ishak rela diikat dan dipersembahkan oleh Abraham kepada Tuhan, walaupun pada akhirnya Ishak tidak jadi dikorbankan. Ini adalah bentuk ketatan tertinggi Ishak kepada ayahnya.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!