7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab

 

5. Ishak Lebih Mengasihi Esau Dari Yakub, Akibatnya Ishak Ditipu Oleh Ribka Dan Yakub Perihal Hak Kesulungan

Ishak dan Ribka memperlakukan kedua anak mereka secara berbeda. Ishak dan istrinya masing-masing punya “anak kesayangan”. Ishak lebih mengasihi Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi Yakub (Kejadian 25:28).

Hal ini semakin jelas terlihat tatkala Ishak sudah tua dan hendak memberkati Esau sebagai anak sulung (Kejadian 27:1-45). Keinginan Ishak untuk memberkati Esau sebagai anak sulung adalah wujud kecintaannya kepada Esau.

Dan hal itu jelas adalah salah, sebab Tuhan sudah berfirman bahwa Yakublah yang akan lebih berkuasa daripada Esau, karena itu Yakublah yang berhak mewarisi berkat Tuhan kepada Abraham dan Ishak (lihat poin 4 di atas).

Demikian juga Ribka, sekalipun Yakub adalah pilihan Tuhan, namun cara yang Ribka pakai untuk mendapatkan berkat Ishak adalah salah, sebab ia hendak mengalihkan berkat tersebut dengan cara menipu Ishak yang sudah tua. Dan hal itu bukanlah karena kesadarannya akan firman Tuhan bahwa Yakub akan lebih berkuasa daripada Esau, tetapi semata-mata karena ia lebih sayang kepada Yakub ketimbang Esau.

Jadi Ishak dan istrinya bersaing untuk mendapatkan berkat Tuhan secara tidak benar. Dan Ribkalah yang menang. Dengan demikian rencana Tuhan bagi keluarga Ishak tetap digenapi, bahwa Yakub lebih berkuasa daripada Esau.

Sekalipun dengan cara menipu Ishak tatkala Ishak sudah tua dan matanya rabun, akhirnya Yakub diberkati Ishak juga sebagai anak sulung (karena mengira Yakub adalah Esau) dan Yakub berhak mewarisi janji-janji Tuhan kepada Abraham, seperti yang telah difirmankan Tuhan sebelum kelahiran Esau dan Yakub.

Kendati demikian, semua anggota keluarga Ishak harus menerima akibat buruk dari cara Ishak dan Ribka memperlakukan Esau dan Yakub. Sebab Ishak kemudian sadar bahwa yang dia berkati adalah Yakub, bukan Esau. Ishak telah ditipu oleh istri dan anaknya.

Ishak merasa dikhianati oleh istri dan putra bungsunya. Esau, karena merasa sebagai anak sulung lebih berhak untuk diberkati oleh Ishak, menjadi benci kepada Yakub dan ingin membunuhnya. Karena itu Ribka terpaksa menyuruh Yakub melarikan diri dari Esau ke rumah saudaranya, Laban. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang)

Yakub sendiri kelak akan mengalami banyak kesusahan dalam perjalanan hidupnya, bahkan akan ditipu oleh mertuanya sendiri. Ribka sendiri tidak akan melihat lagi anak kesayangannya itu. Ketika Yakub kembali dari pelariannya 20 tahun kemudian, Ribka telah tiada! (Kejadian 49:31).

 

6. Ishak Dipelihara Oleh Tuhan Dalam Masa Kelaparan Di Kanaan

Ketika terjadi kelaparan di tanah Kanaan, Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Di situ Tuhan berfirman kepada Ishak agar ia tidak usah pergi ke Mesir, tetapi tetap tinggal di Gerar, sebab Ia akan menyertai dan memberkatinya. Rupanya saat itu Ishak hendak pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Tanah Perjanjian itu.

Ishak taat kepada Tuhan, ia tinggal di Gerar. Di Gerar penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sungguh nyata dalam hidup Ishak. Ishak mulai menabur di situ dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat! Ishak menjadi kaya dan makin lama makin kaya.

Ishak mempunyai banyak ternak dan anak buah. Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri hati kepada Ishak sehingga mereka mengusirnya dari negeri mereka. Maka pergilah Ishak ke lembah Gerar. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya)

Namun di sini Ishak masih mendapat perlawanan dari orang-orang Gerar. Sebab ketika hamba-hamba Ishak menggali sumur, para gembala Ishak bertengkar dengan para gembala orang Gerar. Gembala-gembala Gerar berkata bahwa sumur itu adalah milik mereka. Hal itu terjadi sampai dua kali, dan Ishak selalu mengalah.

Namun Tuhan memberi Ishak sumur yang lebih baik. Bahkan kemudian Raja Abimelekh dan kepala pasukannya datang kepada Ishak setelah mereka mengusirnya. Mereka telah melihat Tuhan menyertai dan memelihara hidup Ishak. Karena itu mereka mengadakan perjanjian dengan Ishak untuk tidak saling bermusuhan (Kejadian 26:1-31).

 

7. Ishak Mempersiapkan Generasi Perjanjian Dengan Memerintahkan Yakub Untuk Mencari Jodoh Dari Antara Kaum Ribka

Ketika Ishak telah semakin tua, maka ia memberi pesan terakhirnya kepada Yakub, anaknya. Hal ini terjadi setelah Ishak benar-benar sadar bahwa Yakublah yang dipilih oleh Tuhan untuk mewarisi berkat-berkat Abraham, bukan Esau, seperti yang ia kira selama ini.

Pemahaman rohani Ishak sudah matang untuk memahami apa yang difirmankan oleh Tuhan sebelum kelahiran anak-anaknya, yakni bahwa Yakub akan berkuasa atas Esau, dan menjadi penerus garis keturunan Abraham. Itulah sebabnya Ishak memberkati Yakub lagi, meneguhkan berkat-berkatnya terdahulu, yang diberikannya secara tidak sadar!

Sebagaimana telah disebutkan, Ishak memberkati Yakub karena mengira bahwa ia adalah Esau, setelah ditipu oleh Ribka dan Yakub.

Pesan terakhir Ishak kepada Yakub adalah agar ia pergi mencari seorang istri. Dengan demikian janji Tuhan kepada Abraham dapat tergenapi, yakni mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut (Kejadian 28:1-5; 35:27-29).

Pesan Ishak kepada Yakub untuk mencari seorang istri sebenarnya berawal dari inisiatif Ribka yang ingin menyelamatkan Yakub dari Esau yang bermaksud untuk membunuh Yakub. Kepada Ishak, Ribka berkata bahwa Yakub harus pergi ke rumah Laban, saudaranya, untuk mencari seorang istri.

Ribka beralasan bahwa ia telah merasa jemu dengan Esau yang mengambil istri dua orang dari perempuan Het, yakni yang tidak menyembah Tuhan. Karena itu Ribka tidak mau lagi Yakub mengambil istri dari luar kaum mereka yang percaya kepada Tuhan, Yakub harus mencari istri ke rumah saudaranya, Laban (Kejadian 27:46).

Ishak tentu tidak mau anaknya seperti Esau, yang mengambil istri dari kalangan yang tidak percaya kepada Tuhan. Itulah sebabnya Ishak menyetujui usul Ribka agar Yakub pergi mencari istri dari kaum mereka yang menyembah Tuhan, sebagaimana pesan Abraham kepada hambanya agar mencarikan istri yang beriman untuk Ishak.

Dan pesan ayahnya ini berhasil dilakukan oleh Yakub. Setelah 20 tahun di rumah Laban, mertuanya, Yakub kembali ke rumah ayahnya. Yakub membawa dua istri, dua gundik, dan banyak anak, yang akan mewarisi janji-janji Tuhan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.

Kemudian Ishak meninggal, dalam usia 180 tahun di Mamre, dekat Hebron. Yakub dan Esau datang untuk menguburkan Ishak, ayah mereka (Kejadian 35:27-29). Saat itu Yakub dan Esau sudah berbaikan.

 

Itulah 7 fakta tentang Ishak di Alkitab yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Ishak”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

2 komentar untuk “7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!