Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab

 

3. Hamba Abraham Mencarikan Jodoh Buat Ishak Agar Abraham Punya Banyak Keturunan Seperti Janji Tuhan

Tuhan telah berjanji kepada Abraham untuk mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.  Hal ini hanya dapat terjadi melalui pernikahan anaknya, Ishak. Dengan demikian, maka anak-anak bisa dilahirkan sehingga ada generasi penerus.

Jadi lewat pernikahannya, Ishak bisa menurunkan umat pilihan Tuhan, yang pada akhirnya menurunkan Sang Juruselamat dunia, Yesus Kristus.

Itulah sebabnya di masa tuanya, Abraham memerintahkan hambanya yang tertua untuk mencarikan jodoh bagi Ishak, anaknya (karena pada masa itu orang tua atau orang yang ditunjuk orang tualah yang mencarikan jodoh bagi anaknya).

Waktu itu Abraham sudah semakin tua dan usia Ishak sudah 40 tahun. Abraham berpesan kepada hambanya tersebut agar ia mencari istri untuk Ishak dari kaum keluarga Abraham sendiri, yakni orang yang seiman dengannya. Dan atas pimpinan Tuhan, setelah ia berdoa, maka hamba Abraham pun menemukan Ribka dan membawanya kepada Ishak untuk menjadi istrinya.

Karena pentingnya Ishak mempunyai keturunan, sebagai bagian dari penggenapan janji Tuhan kepada Abraham, maka Alkitab menceritakan kisah pencarian jodoh Ishak itu secara panjang lebar (Kejadian 24:1-67).

 

4. Iman Ishak Diuji Dengan Kemandulan Istrinya Selama 20 Tahun

Sekalipun Ishak adalah anak perjanjian, namun hal itu tidak meluputkannya dari berbagai rintangan hidup. Ketika Ishak menikah, ia tidak serta merta Tuhan beri anak. Ishak dan istrinya, Ribka, tidak beroleh keturunan selama 20 tahun! Sebuah penantian yang sangat panjang.

Hal ini mengingatkan kita pada orang tua Ishak yang harus menantikan kelahirannya selama 25 tahun. Di sini Tuhan ingin menunjukkan bahwa kelahiran anak Ishak bukan lewat kelahiran yang alamiah, tetapi kelahiran yang supra-alamiah, melalui campur tangan ilahi secara langsung. Hal ini bertujuan agar Ishak tetap bergantung kepada Tuhan.

Tentu saja pernikahan selama 20 tahun tanpa kehadiran seorang anak bukanlah hal yang membahagiakan; terlebih karena Tuhan telah berjanji kepada Abraham bahwa lewat Ishak, keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut. Akan tetapi, untuk sementara, Ishak harus menerima sebuah kenyataan yang sebaliknya. Ribka mandul, sama seperti ibunya, Sara.

Namun dalam menghadapi masalah ini Ishak tetap percaya kepada Tuhan. Karena itulah Ishak datang kepada Tuhan melalui doanya. Ishak berdoa untuk istrinya yang mandul dan Tuhan mengabulkan doanya. Ribka, istri Ishak, mengandung dan melahirkan anak kembar, Esau dan Yakub.

Ada yang patut diingat di sini. Sebelum kedua anak Ishak lahir, Tuhan berfirman bahwa anak yang bungsu, Yakub, akan lebih berkuasa dari yang sulung, Esau. Dengan kata lain Tuhan telah memilih bahwa Yakublah yang akan meneruskan garis keturunan Abraham, bukan Esau, sekalipun Esau adalah anak yang sulung (Kejadian 25:19-27).

Dengan demikian Yakublah juga yang akan mewarisi berkat-berkat Abraham dan Ishak.

 

5. Ishak Lebih Mengasihi Esau Dari Yakub, Akibatnya Ishak Ditipu Oleh Ribka Dan Yakub Perihal Hak Kesulungan

Ishak dan Ribka memperlakukan kedua anak mereka secara berbeda. Ishak dan istrinya masing-masing punya “anak kesayangan”. Ishak lebih mengasihi Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi Yakub (Kejadian 25:28).

Hal ini semakin jelas terlihat tatkala Ishak sudah tua dan hendak memberkati Esau sebagai anak sulung (Kejadian 27:1-45). Keinginan Ishak untuk memberkati Esau sebagai anak sulung adalah wujud kecintaannya kepada Esau.

Dan hal itu jelas adalah salah, sebab Tuhan sudah berfirman bahwa Yakublah yang akan lebih berkuasa daripada Esau, karena itu Yakublah yang berhak mewarisi berkat Tuhan kepada Abraham dan Ishak (lihat poin 4 di atas).

Demikian juga Ribka, sekalipun Yakub adalah pilihan Tuhan, namun cara yang Ribka pakai untuk mendapatkan berkat Ishak adalah salah, sebab ia hendak mengalihkan berkat tersebut dengan cara menipu Ishak yang sudah tua. Dan hal itu bukanlah karena kesadarannya akan firman Tuhan bahwa Yakub akan lebih berkuasa daripada Esau, tetapi semata-mata karena ia lebih sayang kepada Yakub ketimbang Esau.

Jadi Ishak dan istrinya bersaing untuk mendapatkan berkat Tuhan secara tidak benar. Dan Ribkalah yang menang. Dengan demikian rencana Tuhan bagi keluarga Ishak tetap digenapi, bahwa Yakub lebih berkuasa daripada Esau.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!