7 Fakta Tentang Janda Sarfat Di Alkitab

Janda Sarfat di dalam Alkitab adalah salah satu tokoh Perjanjian Lama yang disebut dalam kaitannya dengan Nabi Elia, sebagaimana yang dicatat di Alkitab.

Janda Sarfat dalam Alkitab disebut hanya satu kali saja di Perjanjian Lama, dan disinggung sekilas di Perjanjian Baru, berkenaan dengan Nabi Elia, yang waktu terjadi kelaparan di Israel Tuhan utus kepada janda ini.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Hana Ibu Samuel Di Alkitab

Janda Sarfat di Alkitab, karena itu, sejatinya bukanlah tokoh Alkitab yang terkenal atau tokoh Alkitab yang berpengaruh.

Janda Sarfat bukanlah seorang tokoh Perjanjian Lama yang begitu penting, seperti halnya para nabi atau para raja Israel.

Meski demikian, karena Janda Sarfat di Alkitab  disebut dalam kaitannya dengan perintah Tuhan kepada Nabi Elia, maka menjadi penting bagi kita untuk mempelajari kisahnya.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Tamar di Alkitab

Apalagi Janda Sarfat disinggung oleh Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru.

Kisah Janda Sarfat di Alkitab dicatat di dalam 1 Raja-raja 17.

Lalu, siapakah sebenarnya Janda Sarfat di Alkitab?

Mengapa ia bisa bertemu dengan Nabi Elia?

Bagaimana ia bisa percaya dan taat pada perkataan Nabi Elia?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Batsyeba di Alkitab

Dan apa saja hal-hal yang bisa diteladani dari karakter dan kehidupan Janda Sarfat di Alkitab?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Janda Sarfat di Alkitab.

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Janda Sarfat di Alkitab  adalah seorang janda satu anak yang tinggal di kota Sarfat, di negeri Sidon

Janda Sarfat ini tidak disebutkan namanya. Tetapi ia tinggal di kota Sarfat.

Sarfat adalah salah satu kota kecil di wilayah Sidon, jadi tidak termasuk lagi wilayah Israel.

Janda Sarfat ini mempunyai satu anak laki-laki, mungkin masih kecil, atau baru menginjak usia remaja.

Ia beserta anaknya bukanlah orang Israel yang percaya kepada Tuhan.

 

2. Janda Sarfat adalah seorang yang miskin dan sedang menghadapi masa kelaparan

Tuhan menyuruh nabi Elia kepada janda Sarfat untuk memelihara nabiNya itu, karena kelaparan parah sedang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Awalnya Elia diperintahkan oleh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Dan setiap pagi dan sore burung gagak diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.(Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negari Orang)

Namun janda tersebut bukanlah seorang kaya, malahan ia sedang kritis, sebab ia beserta seorang anaknya laki-laki hanya mempunyai sedikit tepung dan minyak sebagai bahan untuk membuat roti.

Tetapi Tuhan juga bermaksud untuk memberkati janda Sarfat ini melalui nabi Elia.

 

3. Janda Sarfat taat ketika Nabi Elia memintanya membuatkan roti untuknya

Nabi Elia datang ketika Janda Sarfat sedang mengumpulkan kayu bakar untuk membakar roti, roti terakhir yang akan mereka makan. Sebab tepung dan minyak sebagai bahan membuat roti tinggal sedikit.

Janda Sarfat mengumpulkan kayu bakar di dekat pintu gerbang kota.

Awalnya Nabi Elia meminta air minum kepada janda ini. Mungkin hanya sebagai ujian iman bagi janda Sarfat. Dan janda ini bersedia memberikan air mimum kepada nabi Elia.

Tetapi sementara janda Sarfat mengambilkan air minum, nabi Elia juga meminta dibuatkan roti bundar.

Janda Sarfat berkata sambil bersumpah demi Tuhan nabi Elia bahwa ia tidak punya roti lagi. Ia berkata bahwa ia hanya punya sedikit tepung dan minyak untuk diolah menjadi roti lalu dia dan anaknya akan mati karena roti telah habis.

Tetapi nabi Elia menyuruhnya pulang dan melakukan seperti yang dikatakannya, membuatkan Elia terlebih dahulu roti, barulah janda Sarfat membuat roti untuk dirinya dan anaknya.

Nabi Elia berkata bahwa Tuhan telah mengatakan bahwa tepung dan minyak janda Sarfat tidak akan habis.

Maka janda itu pun taat, ia pulang ke rumah dan  melakukan persis seperti yang dikatakan oleh nabi Elia.

 

4. Akibat ketaatannya, janda Sarfat mengalami mujizat,

Persediaan rotinya tidak habis-habis selama masa kelaparan

Ketika janda Sarfat taat pada perkataan nabi Elia, maka ia mengalami mujizat Tuhan. Ia punya stok roti yang tak habis-habis selama musim kelaparan.

Sebab persediaan tepungnya tidak habis-habis dan persediaan minyaknya tidak berkurang, seperti yang dikatakan nabi Elia (1 Raja-raja 17:2-16).

Stok roti yang tak habis-habis selama musim kelaparan membuat janda Sarfat dan anaknya serta nabi Elia terpelihara dari masa kelaparan tersebut.

Sebab untuk beberapa saat nabi Elia menumpang di rumah janda Sarfat ini.

 

2 komentar untuk “7 Fakta Tentang Janda Sarfat Di Alkitab”

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: