7 Fakta Tentang Lukas Di Alkitab

Lukas di Alkitab adalah salah seorang tokoh yang cukup penting pada masa Perjanjian Baru, khususnya di gereja mula-mula.

Karena itu menjadi penting bagi kita untuk mengenal Lukas lebih dekat, siapakah Lukas di Alkitab.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Matius Di Alkitab

Lukas di Alkitab terutama dikenal sebagai teman sepelayanan rasul Pulus, serta penulis Kitab Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul.

Tetapi Alkitab sendiri tidak terlalu banyak menjelaskan tentang pribadi Lukas.

Namun berdasarkan tradisi gereja yang kebenarannya dapat diterima serta dari beberapa catatan Alkitab, kita dapat mengetahui tentang profil Lukas yang lebih lengkap.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Markus Di Alkitab

Lalu, siapakah sebenarnya Lukas?

Bagaimana latar belakangnya, apakah Alkitab menjelaskannya?

Bagaimana pelayanan Lukas pada zaman Perjanjian Baru?

Dan bagaimana akhir hidupnya menurut tradisi gereja?

Hal apa saja yang dapat diteladani dari hidup Lukas?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yohanes Di Alkitab

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Lukas.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya.

 

1. Lukas adalah salah satu rekan sepelayanan rasul Paulus

Nama Lukas hanya disebut tiga kali di seluruh Alkitab Perjanjian Baru.

Ketiga penyebutan nama Lukas tersebut hanya terdapat dalam surat-surat rasul Paulus.

Hal ini membuktikan bahwa Lukas adalah teman sepelayanan rasul Paulus.

Bahkan dalam Filemon 1: 24 rasul Paulus dengan jelas menyebut Lukas sebagai salah satu teman sekerjanya atau rekan sepelayanannya, selain beberapa orang lainnya.

Artinya, Lukas adalah seorang pelayan Tuhan, pemberita Injil, yang memberitakan Injil bersama rasul Paulus.

 

2. Lukas adalah seorang non Yahudi

Lukas adalah seorang laki-laki non-Yahudi, dalam arti ia bukanlah keturunan Abraham atau orang Israel.

Lukas adalah orang Yunani atau orang Romawi.

Hal ini nyata dari perkataan rasul Paulus dalam Kolose 4:10-11, di mana ia menyebut hanya tiga orang dari rekan pelayanannya yang bersunat atau orang Yahudi.

Artinya Lukas, yang Paulus sebut dalam ayat selanjutnya (Kolose 4:14), adalah orang yang tidak bersunat, atau bukan seorang Yahudi.

Dalam bahasa Yunani, nama Lukas ditulis Loukas, sedangkan dalam bahasa Latin (bahasa orang Romawi), nama Lukas ditulis Lucas.

Menurut tradisi, Lukas berasal dari kota Antiokhia di Siria, kota di mana gereja non-Yahudi pertama didirikan.

Beberapa orang bahkan menyamakan Lukas dengan Lukius, salah satu pemimpin gereja Antiokhia (Kisah Para Rasul 13:1), walau hal ini belum dapat dipastikan.

Meski seorang non-Yahudi, Lukas ternyata kemudian bertobat dan percaya Tuhan Yesus, bahkan menjadi seorang penginjil.

Tidak bisa dipastikan apakah sebelum menjadi Kristen Lukas sebelumnya seorang penganut agama Yahudi atau tidak.

 

3. Lukas adalah seorang dokter 

Salah satu hal tentang Lukas yang dapat kita ketahui adalah latar belakang pekerjaannya, yakni seorang dokter.

Dalam Kolose 1:14, rasul Paulus menyebut Lukas sebagai “Tabib Lukas yang kekasih”.

Seorang tabib adalah orang yang punya kemampuan untuk mendiagnosa sebuah penyakit dan memberikan obat sebagai penyembuhnya.

Jadi arti tabib di sini bukanlah dukun, tetapi dokter.

Lukas tentu berprofesi sebagai seorang dokter sebelum ia menjadi Kristen, dan tetap memegang profesi itu ketika ia terlibat dalam penginjilan.

 

4. Lukas setia melayani Tuhan dan menderita bersama rasul Paulus di penjara

Lukas adalah seorang yang setia dalam melayani Tuhan.

Lukas setia menemani Paulus di saat-saat terakhir hidup Paulus, pada saat teman-teman yang lain pergi bahkan murtad.

Hal ini dapat kita ketahui ketika rasul Paulus menulis suratnya kepada Timotius (2 Timotius 4:9-12), anak rohaninya yang melayani di kota Efesus.

Paulus berkata bahwa teman-temannya yang lain telah pergi, atas keinginan sendiri atau atas suruhan rasul Paulus.

Bahkan rasul Paulus menyebut bahwa Demas, salah satu rekannya, telah murtad dan meninggalkan pelayanannya, juga meninggalkan Paulus sendiri.

Dan rasul Paulus berkata bahwa pada saat itu, hanya Lukas yang tinggal bersamanya.

Pada saat itu Paulus sedang berada di penjara karena memberitakan Injil.

Artinya sangat mungkin bahwa Lukas menemani Paulus di penjara saat itu!

Sebenarnya, ketika mengirim suratnya kepada jemaat di kota Kolose, Paulus sedang bersama dengan Lukas dan mengirim salam kepada jemaat di Kolose (Kolose 4:14).

Demikian juga ketika Paulus mengirim suratnya kepada Filemon, Lukas mengirimkan salam kepada Filemon, yang berarti Lukas sedang bersama-sama dengan Paulus pada saat itu (Filemon 1:23-24).

Dari surat Kolose dan surat Filemon dapat diketahui bahwa Paulus menuliskan kedua suratnya tersebut dari dalam penjara. Saat itu Paulus sedang dipenjarakan karena memberitakan Injil.

Menurut tradisi, Paulus dipenjarakan di kota Roma, dan ia mengirimkan suratnya kepada jemaat Kolose dan kepada Filemon dari kota tersebut.

Hal ini berarti bahwa Lukas selalu bersama  Paulus ketikaia dipenjarakan.

Bukan hanya setia melayani Tuhan, tetapi Lukas juga setia di dalam penderitaan bersama rasul Paulus!

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!