Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Maria Menurut Alkitab

Artikel ini berisi fakta-fakta penting tentang ibu Yesus, Maria menurut Alkitab.

Bagi banyak orang Kristen nama Maria, ibu Yesus, adalah nama yang populer.

Sebab Maria adalah tokoh penting di Alkitab dan kisah hidupnya adalah salah satu kisah tokoh Alkitab paling menginspirasi.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Petrus Menurut Alkitab

Kisah Maria memang sangat menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia merupakan ibu Yesus, secara manusia.

Apalagi pada masa-masa Natal, kisah Maria pasti banyak dibahas.

Sebab Maria merupakan tokoh penting pada saat kelahiran Yesus.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Paulus Menurut Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang Maria ibu Yesus, sebelum mengandung Yesus? Bagaimanakah sifat dan karakter Maria?

Lalu apa saja yang diperbuat Maria ibu Yesus selama hidup dan pelayanan Yesus di dunia? Dan bagaimanakah akhir hidupnya?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang ibu Yesus, Maria, menurut Alkitab.

Berikut pembahasannya.

 

1. Maria Adalah Perempuan Pilihan Untuk Mengandung Juruselamat

Maria merupakan perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea.

Ia masih gadis dan sedang bertunangan dengan Yusuf, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Alkitab tidak mencatat latar belakang Maria.

Tetapi ia merupakan kerabat dari Zakharia dan Elisabet (Lukas 1:36), orang tua Yohanes Pembaptis.

Zakharia dan Elisabet berasal dari suku Lewi, sementara Yusuf, tunangannya, berasal dari suku Yehuda.

Karena Zakharia dan Elisabet merupakan kerabat Maria, maka kemungkinan Maria juga berasal dari suku Lewi.

Yang jelas Maria merupakan perempuan pilihan Tuhan untuk menjadi sarana keselamatan manusia, yang akan mengandung, melahirkan, dan mengasuh Sang Juruselamat hingga dewasaNya.

Kita tidak tahu mengapa Maria yang Tuhan pilih untuk menjadi sarana keselamatan manusia, itu adalah kedaulatan Allah.

Tetapi hal itu jelas merupakan anugerah Allah yang besar bagi Maria.

 

2. Maria Adalah Perempuan Yang Berserah Pada Kehendak Allah Dan Siap Memikul Beban

Suatu ketika malaikat Gabriel datang kepada Maria untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Ketika Maria mendengar bahwa ia akan mengandung, maka ia sangat terkejut.

Tentu hal ini sangat wajar sebab Maria saat itu belum menikah.

Dan hamil di luar nikah adalah sebuah aib besar yang sangat memalukan, bahkan pada masa itu bisa diganjar dengan hukuman mati karena dianggap berzinah.

Maria bertanya kepada malaikat Gabriel, bagaimana caranya dia bisa mengandung dan melahirkan anak jika dia belum bersuami.

Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dari Roh Kudus.

Jadi ia mengandung bukan dari manusia, karena Anak yang dikandungnya itu juga bukan manusia biasa, yang lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia.

Maria pun percaya dan berserah, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:26-38)

Ini bukanlah pasrah terhadap keadaan, melainkan memasrahkan diri kepada Tuhan.

Dengan demikian maka Maria sudah siap mengambil resiko dipergunjingkan orang karena mengandung tanpa memiliki suami.

Ia juga memikul beban psikis, karena harus mengandung, melahirkan, dan mengasuh bayi yang bukan anak kandungnya.

 

3. Maria Adalah Perempuan Yang Diberkati Di Antara Semua Perempuan, Tetapi Tetap Butuh Keselamatan

Ketika Maria telah mengandung dari Roh Kudus, dan usia kandungan Elisabet telah 6 bulan, maka Maria mengunjungi Elisabet, yang masih termasuk kerabatnya (lihat poin 1 di atas).

Dan ketika Maria mengucapkan salam kepada Elisabet, maka bayi yang di dalam rahim Elisabet (Yohanes Pembaptis) melonjak (Lukas 1:39-45).

Hal ini menunjukkan penghormatan Yohanes Pembaptis kepada Yesus yang di dalam rahim Maria.

Tetapi ini merupakan sebuah mujizat, seorang bayi dapat melonjak dalam kandungan karena mendengar salam.

Kunjungan Maria ini juga membuat Elisabet merasa bangga, sebab ia merasa bahwa Maria adalah ibu Tuhannya (Yesus).

Dan Elisabet berkata bahwa Maria adalah perempuan yang diberkati di antara (melebihi) semua perempuan di dunia.

Inilah kelebihan Maria, sebab ia dipilih Allah menjadi sarana keselamatan manusia (lihat poin 1 di atas).

Tetapi hal itu tidak berarti bahwa Maria manusia suci yang tanpa dosa.

Maria sendiri mengaku bahwa ia membutuhkan Juruselamat, yang tentu berarti bahwa ia juga manusia berdosa – seperti manusia pada umumnya – yang membutuhkan keselamatan (Lukas 1:46-47).

 

4. Maria Adalah Orang Yang Rela Berkorban

Maria juga merupakan perempuan yang rela berkorban.

Ia harus mengandung bayi yang bukan anaknya!

Ia harus turut merawat bayi itu sejak dalam kandungan dan ketika kelak sudah lahir.

Ketika mengandung, Maria bersama Yusuf harus menaati perintah pemerintah untuk mendaftarkan diri ke kampung halaman mereka di Betlehem.

Maria tidak memikirkan kenyamanannya sendiri walau sudah hamil besar.

Maria yang sedang mengandung harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer agar bisa tiba di Betlehem.

Boleh jadi ia sudah sangat lelah ketika tiba di kota tersebut.

Alkitab berkata bahwa Yesus dibaringkan di dalam sebuah palungan (tempat makan ternak), karena tidak ada tempat penginapan bagi mereka (karena semua orang pulang kampung untuk mendaftarkan diri).

Karena dikatakan bahwa Yesus dibaringkan di dalam palungan dan disebutkan bahwa tidak ada tempat mereka menginap (rumah), maka tentu Yesus lahir di kandang ternak.

Sebab pada masa itu palungan atau tempat makan ternak hanya ada di dalam kandang ternak, bukan di dalam rumah, sekalipun masih di dekat rumah.

Maria melahirkan di luar rumah di tengah dinginnya malam.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!