Maria orang Betania di Alkitab adalah salah seorang perempuan yang disebut beberapa kali di Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Maria orang Betania pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Maria orang Betania adalah tokoh yang cukup terkenal di Alkitab dan kisah hidupnya sangat digemari banyak orang percaya, baik anak-anak Sekolah Minggu maupun orang dewasa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria ibu Tuhan Yesus

Maria orang Betania adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang.

Kisah Maria orang Betania memang menarik untuk disimak.

Bukan saja karena ia salah satu tokoh yang cukup populer di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Kisah pribadi Maria orang Betania di Alkitab telah menjadi kisah yang sangat berharga bagi orang Kristen sepanjang masa.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Lidia

Maria orang Betania terutama dikenal karena kasihnya kepada Tuhan Yesus, khususnya ketika ia mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang mahal menjelang kematianNya.

Kisah hidup Maria orang Betania dapat ditemukan di dalam keempat Kitab Injil, sekalipun namanya tidak selalu disebut.

Lalu, siapakah itu Maria orang Betania?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Maria Magdalena

Bagaimana sifat atau karakter Maria orang Betania?

Dan bagaimana pelayanannya kepada Tuhan Yesus?

Pelajaran apa saja yang bisa diambil dari kisah Maria orang Betania dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini akan dicatat 7 fakta penting tentang Maria orang Betania di Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Maria orang Betania berasal dari desa Betania, dekat Yerusalem

Seperti namanya, Maria orang Betania berasal dari Betania, sebuah desa di dekat kota Yerusalem.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Jarak Betania dengan Yerusalem adalah sekitar 2 mil atau 3,2 kilo meter (Yohanes 11:1,18).

Betania terletak di dekat kaki Bukit Zaitun.

Penyematan “orang Betania” di belakang nama Maria, selain untuk menunjukkan asal kampungnya, juga untuk membedakannya dari perempuan-perempuan lain yang bernama Maria.

Misalnya, Maria ibu Tuhan Yesus dan Maria Magdalena.

 

2. Maria dari Betania adalah saudara Marta dan Lazarus

Maria orang Betania adalah saudara Marta dan Lazarus (Yohanes 11:1-3).

Lazarus adalah orang yang pernah dibangkitkan Tuhan Yesus dari kematian.

Alkitab tidak menjelaskan latar belakang keluarga Maria orang Betania.

Tetapi karena Alkitab tidak pernah menyebut tentang orang tuanya, hanya saudara-saudaranya, maka kemungkinan besar Maria orang Betania dan saudara-saudaranya adalah anak yatim piatu.

Dan kemungkinan besar juga Maria orang Betania masih lajang, setidaknya hingga kisah terakhir Alkitab yang mencatat namanya.

 

3. Maria dan saudara-saudaranya adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan Yesus 

Maria orang Betania dan saudara-saudaranya sangat dekat dengan Tuhan Yesus.

Mungkin karena mereka adalah anak yatim piatu, yang tidak punya orang tua lagi.

Buktinya, Lazarus, saudara Maria, disebut sebagai orang yang dikasihi Tuhan Yesus.

Setidaknya Alkitab mencatat Tuhan Yesus mengunjungi keluarga Maria orang Betania sebanyak dua kali.

Selain itu, Maria orang Betania juga hadir di rumah Simon si kusta, di mana ia mengurapi kaki Tuhan Yesus (lihat di bawah).

 

4. Maria sangat mencintai Tuhan Yesus dan lebih mengutamakanNya

dari hal-hal lainnya

Suatu ketika Tuhan Yesus datang ke rumah Maria di Betania, dan Marta, saudara Maria, sibuk melayani di dapur.

Sementara itu, Maria duduk di dekat kaki Tuhan Yesus dan mendengar Ia berbicara. (Baca: 10 Perempuan Yang Dilayani Yesus Di Alkitab)

Ketika itu Marta protes dan meminta Tuhan Yesus untuk menyuruh Maria membantunya.

Tetapi Tuhan Yesus menjawab bahwa Marta terlalu banyak kuatir, sementara hanya satu saja yang terpenting, yakni bersekutu dengan Tuhan.

Dan Maria telah mengambil hal yang terpenting itu, ketika ia sedang “sibuk” mendengarkan perkataan Tuhan Yesus.

Hal ini menunjukkan bahwa adalah lebih penting mendengar Tuhan lewat doa dan pembacaan firmanNya, ketimbang sibuk melayaniNya  (Lukas 10:38-42).

 

Tinggalkan Balasan