7 Fakta Tentang Natanael Di Alkitab

Natanael di Alkitab adalah salah satu murid pertama Tuhan Yesus, sebagaimana yang dicatat di Perjanjian Baru, tepatnya dalam Kitab Injil Yohanes.

Kisah Natanael di Alkitab hanya terdapat di dalam Injil Yohanes, dan hanya disebut dua kali, dalam dua kesempatan yang berbeda.

Meski demikian, kisah Natanael cukup lengkap, khususnya dalam konteks perjumpaannya dengan Tuhan Yesus, yang membuatnya menjadi salah satu muridNya.

Baca juga: 7 Fakta tentang Tomas di Alkitab

Selain Petrus, Yohanes, Yakobus,  Andreas, Filipus, dan Tomas, Natanael adalah salah satu murid Tuhan Yesus mula-mula yang kisahnya cukup panjang dibahas di Alkitab, atau di dalam Injil keempat atau Injil Yohanes.

Itulah sebabnya ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Natanael ini, dan tentu termasuk hal-hal yang patut kita teladani darinya.

Baca juga: 7 Fakta tentang Andreas di Alkitab

Lalu, siapakah sebenarnya Natanael di Alkitab?

Dari manakah Natanael berasal?

Bagaimana kisah pemanggilan Natanael sebagai salah satu murid pertama Tuhan Yesus?

Dan seperti apa karakter atau sifat Natanael?

Baca juga: 7 Fakta tentang Matius di Alkitab

Apa saja hal yang patut kita teladani dari Natanael?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Natanael.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya.

 

1. Natanael berasal dari Kana di Galilea 

Nama Natanael berasal dari bahasa Yunani, Nathanael.

Nama ini merupakan transliterasi bahasa Yunani  dari bahasa Ibrani, Netan’el, yang berarti “Pemberian Tuhan”.

Netan’el sering juga disingkat sebagai Natan.

Natanael berasal dari Kana di Galilea (Yohanes 21:2).

Kana adalah sebuah kota kecil yang menjadi terkenal karena Tuhan Yesus melakukan mujizat pertamaNya di situ, yakni dalam suatu pesta perkawinan (Yohanes 2:1-11).

Selain kota asalnya, tidak ada lagi hal yang diketahui dari latar belakang Natanael.

 

2. Natanael meragukan kemungkinan bahwa Mesias berasal dari Nazaret 

Suatu ketika Filipus, salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus, menceritakan pengalamannya bertemu dengan Tuhan Yesus, kepada Natanael.

Rupanya Filipus adalah teman Natanael, yang sama-sama berasal dari wilayah Galilea, meski dari kota yang berbeda.

Hal ini terjadi sehari setelah Tuhan Yesus memanggil Yohanes, Andreas, dan Petrus menjadi muridNya.

Mungkin Filipus ingin agar Natanael sendiri juga mengalami pengalamannya berjumpa dengan Yesus, Sang Mesias (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Namun ternyata Natanael tidak begitu tertarik dengan cerita Filipus. Bahkan tanggapannya sangat negatif dan menghina, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1:46).

Rupanya Natanael sudah punya stigma buruk terhadap Nazaret di wilayah Galilea.

Memang Nazaret, bahkan Galilea pada umumnya, adalah tempat yang sering dianggap rendah oleh orang Yahudi (Yohanes 7:52). Mereka sering dianggap agak terbelakang.

Hal ini karena Galilea berbatasan langsung dengan wilayah bangsa-bangsa lain, non-Yahudi.

Jadi, Natanael menganggap bahwa Nazaret di Galilea sangat rendah sehingga tidak mungkin menghasilkan “sesuatu yang baik” dari sana, apalagi seorang Mesias! (Yohanes 7:41).

Itulah pikiran Natanael yang sangat sempit, sekalipun ia sendiri juga berasal dari Kana, di wilayah Galilea.

 

3. Natanael dipuji Tuhan Yesus sebagai orang Israel sejati

Sekalipun Natanael tidak tertarik dengan cerita pengalaman Filipus bertemu dengan Yesus, bahkan berprasangka buruk tetang Nazaret, ternyata tidak membuat Filipus menjadi tersinggung.

Reaksi Filipus terhadap prasangka buruk Natanael adalah, “Mari dan lihatlah!”

Ternyata cara Filipus ini sangat efektif. Natanael bersedia untuk bertemu lebih lanjut dengan Tuhan Yesus.

Dan terbukti, ketika Natanael telah bertemu dengan Tuhan Yesus, ia pun benar-benar kagum akan pribadi Tuhan Yesus, sama seperti yang dialami oleh Filipus dan yang diceritakannya kepada Natanael.

Setelah bertemu dengan Natanael, Tuhan Yesus berkata bahwa Natanael adalah seorang Israel sejati dan tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Kata-kata ini membuat Natanael kaget. Dan dia bertanya kepada Tuhan Yesus bagaimana Dia bisa mengenalnya padahal mereka belum pernah bertemu.

Maka Tuhan Yesus berkata bahwa sebelum Filipus memanggilnya untuk bertemu Tuhan Yesus, Dia telah melihat Natanael di bawah pohon ara (Yohanes 1:47-48).

Ini adalah pengetahuan adikodrati Tuhan Yesus. Tentang diri Natanael. Sebelumnya Dia juga menunjukkan pengetahuan adikodratiNya terhadap Petrus ketika mereka pertama kali bertemu (Yohanes 1:42).

Natanael yang dilihat Tuhan Yesus di bawah pohon ara mungkin punya makna bahwa Natanael saat itu sedang belajar Taurat. Orang Yahudi biasa belajar Taurat di bawah pohon ara, karena suasananya yang teduh.

Jika demikian, mungkin Natanael adalah orang yang rajin belajar Taurat dan setia menaatinya sehingga Tuhan Yesus memujinya sebagai Israel sejati tanpa kepalsuan.

 

4. Natanael mengakui Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah  

Perkataan Tuhan Yesus bahwa sebelum Filipus memanggil Natanael untuk bertemu Tuhan Yesus, Dia telah melihat Natanael di bawah pohon ara, membuat Natanael kagum.

Natanael mungkin mengira bahwa hal itu adalah bukti kemesiasan Yesus.

Karena itu, ia pun mulai meyakini bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah, seperti yang dikatakan oleh Filipus.

Itulah sebabnya Natanael menjawab Yesus, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yohanes 1:49).

Maksudnya Natanael dengan perkataannya ini adalah bahwa Tuhan Yesus merupakan Mesias. Hal ini dapat diartikan bahwa Natanael telah menjadi murid Tuhan Yesus, yakni orang-orang yang mengakui diriNya Mesias dan Anak Allah.

Natanael pasti merasakan sukacita bahwa ia telah “menemukan” Mesias yang telah lama dinanti-nantikan oleh orang Israel, termasuk Natanael sendiri.

Apalagi Mesias tersebut datang secara pribadi kepadanya.

Apa yang sebelumnya dialami oleh Filipus sekarang dialami oleh Natanael. Apa yang sebelumnya diragukan Natanael sekarang diyakini dan diterimanya.

Natanael telah berubah pikiran tentang kota Nazaret, yang menurutnya tidak ada hal yang baik berasal dari padanya (lihat poin 2 di atas).

Pemikirannya langsung berbalik ketika ia bertemu langsung dengan Tuhan Yesus.

Namun, meskipun Natanael mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah, rupanya tidak membuat Tuhan Yesus serta merta merasa senang dan memuji Natanael.

Tuhan Yesus justru mempertanyakan sikap Natanael yang langsung mempercayaiNya sebagai Mesias hanya karena Dia telah melihatnya di bawah pohon ara (Yohanes 1:49-50a).

Mungkin hal ini untuk menyadarkan Natanael akan makna istilah Mesias yang sering disalah-artikan orang Yahudi sebagai gelar politis, bukan gelar bermakna rohani.

Apalagi Natanael memakai istilah “raja orang Israel,” yang bersifat politis. (Baca: 4 Perbedaan Mesias menurut Yahudi dan menurut Kristen).

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!