7 Fakta Tentang Nikodemus Di Alkitab

Nikodemus di Alkitab adalah salah satu tokoh  yang berperan dalam peristiwa penguburan Yesus, sebagaimana yang dicatat di Alkitab Perjanjian Baru, yakni di dalam Kitab Injil Yohanes.

Sejauh yang dicatat di dalam Perjanjian Baru, Nikodemus di Alkitab muncul di dalam tiga peristiwa yang berbeda. Semuanya dicatat hanya di dalam Injil Yohanes.

Kemunculan pertama Nikodemus di Alkitab adalah ketika ia datang kepada Tuhan Yesus pada malam hari dan berbincang-bincang denganNya seputar topik Kerajaan Allah.

Ini terjadi pada masa-masa awal pelayanan Tuhan Yesus.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

Yang kedua adalah ketika ia mengkritik Sanhedrin/Mahkamah Agama Yahudi yang hendak menangkap Tuhan Yesus tanpa mendengar terlebih dahulu keterangan dariNya.

Dan yang ketiga adalah ketika Yusuf Arimatea hendak menguburkan mayat Yesus setelah sebelumnya meminta mayat Yesus kepada walinegeri Roma, Pilatus.

Saat itu Nikodemus membawa sejumlah besar mur untuk penguburan Yesus.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Maria Magdalena

Kisah Nikodemus, karena itu, menjadi penting untuk kita pelajari, apalagi di saat kita merayakan Hari Jumat Agung atau Hari wafat Tuhan kita Yesus Kristus, kita perlu mengingat  perbuatan Nikodemus ini.

Sebab ia disebut secara khusus di Alkitab dalam kisah kematian dan penguburan Tuhan Yesus.

Lalu, siapakah sebenarnya Nikodemus?

Mengapa Nikodemus berani membela Tuhan Yesus di hadapan Sanhedrin?

Dan mengapa Nikodemus rela berkorban untuk merempahi mayat Yesus?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yusuf Arimatea

Apakah Nikodemus kemudian bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus?

Apa yang bisa kita teladani dari Nikodemus?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Nikodemus, sebagaimana yang dicatat di Alkitab, yakni dalam Injil Yohanes.

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Seorang Farisi dan pemimpin Agama Yahudi 

Nikodemus adalah seorang yang punya jabatan tinggi. Ia adalah anggota Mahkamah Agama Yahudi atau biasa juga disebut Sanhedrin, suatu jabatan yang prestisius pada masa itu.

Sebab merekalah yang punya wewenang dan otoritas untuk memutuskan segala sesuatu bagi masyarakat Yahudi, baik dalam hal politik, sosial, dan agama.

Nikodemus adalah seorang farisi, satu dari dua golongan atau aliran dalam Mahkamah Agama Yahudi (Yohanes 3:1).

Selain golongan Farisi, satu lagi aliran/mazhab di dalam Mahkamah Agama Yahudi adalah golongan Saduki.

Orang Farisi adalah kelompok yang sangat ketat dalam mengikuti aturan-aturan Hukum Taurat, secara kaku, sehingga sering kali justru mengabaikan hukum yang lebih penting, yakni hukum kasih.

Itulah sebabnya orang farisi sering bertentangan dengan sikap dan ajaran Tuhan Yesus.

Selain soal aliran agama dan jabatan yang diembannya, Alkitab tidak menjelaskan latar belakang Nikodemus.

 

2. Seorang yang rindu belajar  firman Tuhan

Nikodemus adalah seorang yang punya kerinduan belajar agama atau Kitab Suci.

Terbukti ia rela datang menemui Tuhan Yesus untuk berdiskusi denganNya perihal agama dan Kitab Suci.

Nikodemus datang pada malam hari, mungkin karena ia merasa malu jika diketahui oleh orang lain, khususnya sesama orang Farisi (Yohanes 3:2).

Sebab orang Farisi umumnya tidak menyukai Yesus dan menganggapNya sebagai orang yang tidak terpelajar dan pelanggar Taurat.

Tetapi mungkin juga karena sesuai ajaran para rabi Yahudi yang berkata bahwa waktu terbaik belajar Taurat adalah pada malam hari, sebab lebih tenang dan tidak terganggu oleh orang lain.

Yang jelas, Nikodemus belum merasa puas akan pengetahuannya atau merasa sudah tahu segala hal, karena itu ia dengan kerendahan hati mau belajar dari orang lain.

 

3. Seorang yang mengakui bahwa Yesus adalah utusan Allah

Ketika bertemu Tuhan Yesus, Nikodemus mengakui bahwa Dia adalah seorang utusan Allah, yang terbukti dari mujizat-mujizat yang Tuhan Yesus lakukan.

Bagi Nikodemus, seseorang mustahil dapat melakukan mujizat-mujizat seperti yang Tuhan Yesus lakukan, jika Allah tidak mengutus dan menyertainya (Yohanes 3:2).

Sampai di sini dapat dilihat bahwa Nikodemus adalah seorang yang bijaksana dan rendah hati sekaligus. Jarang ada orang farisi seperti ini.

Tetapi apakah dengan pengakuannya ini Nikodemus sudah mengakui Yesus sebagai Mesias yang dinubuatkan dalam Kitab Suci mereka (Perjanjian Lama), masih belum jelas.

Yang jelas dia selangkah lebih maju dari teman-temannya orang farisi dan semakin dekat pada iman percayanya kepada kemesiasan dan keilahian Yesus.

 

4. Seorang yang

Punya pemahaman Kitab Suci yang belum lengkap dan dangkal

Meskipun Nikodemus mengakui bahwa Yesus adalah seorang utusan Allah, yang terbukti dari mujizat-mujizat yang Tuhan Yesus lakukan, namun Nikodemus belum punya pengetahuan yang cukup dalam dan lengkap tentang Kitab Suci.

Nikodemus belum mengerti tentang arti pertobatan dan kelahiran baru. Ia mengartikan istilah kelahiran baru itu secara harfiah.

Hal ini terbukti ketika Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa seseorang perlu dilahirkan kembali agar bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Nikodemus mengartikan perkataan Tuhan Yesus itu secara harfiah, sehingga ia beranggapan bahwa seseorang tidak mungkin dilahirkan baru dengan cara masuk kembali ke rahim ibunya. Padahal maksud Tuhan Yesus dengan dilahirkan kembali adalah pertobatan (Yohanes 3:3-21)

Dari sini nyatalah bahwa meskipun Nikodemus seorang pengajar Israel dan telah banyak belajar Taurat, namun belum benar-benar mengerti Kitab Suci, khususnya dalam kaitannya dengan Kerajaan Allah.

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!