7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu

 

5. Orang-Orang Majus Bersukacita Ketika Tiba Di Betlehem

Setelah para majus tahu bahwa Yesus dilahirkan di Betlehem, maka mereka datang ke sana. Dan bintang yang menuntun mereka dari negeri mereka ke Yerusalem muncul lagi dan berhenti tepat di atas rumah Yesus. Ketika mereka melihat bintang itu maka para majus tersebut pun sangat bersukacita (Matius 2:9-10).

Orang-orang majus bersukacita karena mereka sudah sampai pada tujuan mereka. Keinginan orang-orang majus untuk menemui Yesus dan menyembahNya, segera akan terkabulkan. Mereka akan bertemu dengan Raja di atas segala raja.

Apalagi mereka melakukan perjalanan dari negeri mereka di Persia ke Betlehem, Israel, tidaklah mudah. Perjalanan yang mereka tempuh adalah perjalanan yang berat. Mereka harus menempuh jarak ribuan kilometer, melewati padang gurun yang tandus, serta bahaya perampokan di jalan.

Tetapi kini segala jerih lelah mereka untuk bertemu Mesias terbayarkan lunas. Itulah sebabnya ketika mereka berhasil tiba di rumah Yesus, mereka sangat bersukacita.

Seolah-olah mereka ingin berkata seperti Simeon, yang telah melihat dan menatang bayi Yesus di Bait Suci, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.” (Lukas 2:29-30).

Sikap orang-orang majus ini sangat bertolak belakang dengan sikap raja Herodes. Jika hati Herodes dikuasai ketakutan dan kebencian akan kelahiran Yesus, maka hati orang-orang majus dikuasai sukacita dan damai sejahtera karena kelahiranNya.

 

6. Orang-Orang Majus Mempersembahkan Persembahan-Persembahan Mereka Kepada Yesus Dan Sujud MenyembahNya

Setelah orang-orang majus tiba di rumah Yesus, mereka masuk ke dalam dan berjumpa dengan bayi Yesus serta Maria, ibuNya. Lalu mereka sujud menyembahNya.

Penyembahan ini sangat mungkin punya makna religius, bukan penyembahan biasa. Jadi para majus pasti menganggap Yesus lebih dari raja biasa, ia adalah Tuhan.

Keyakinan orang-orang majus bahwa orang yang mereka sembah adalah Pribadi yang maha kuasa mungkin muncul setelah mereka melihat bintangNya, yang sanggup menuntun mereka dari negeri mereka sampai di tempat sang Raja. Mereka pasti berpikir bahwa itu bukan bintang biasa, itu adalah bentuk penyataan ilahi.

Selain menyembah Yesus, mereka juga memberikan persembahan-persembahan kepadaNya, yakni emas, kemenyan, dan mur (Matius 2:11). Pada masa itu, emas, kemenyan, dan mur merupakan benda-benda yang langka dan mahal.

Emas adalah lambang kekayaan. Memiliki emas berarti ia orang kaya. Emas biasa dipakai sebagai persembahan bagi raja-raja pada masa itu.

Kemenyan juga dianggap berharga seperti emas. Kemenyan sering digunakan dalam upacara keagamaan.

Sementara mur, pada zaman dahulu digunakan sebagai bahan untuk parfum dan pedupaan. Sangat besar nilainya, bahkan sering kali lebih mahal daripada emas.

Hal ini berarti bahwa para majus ini mempersembahkan yang terbaik bagi Yesus, sang Raja yang mereka akui dan sembah. Inilah bentuk penyembahan terdalam mereka kepada Yesus.

 

7. Orang-Orang Majus Taat Pada Perintah Tuhan, Dan Mengabaikan Perintah Herodes

Setelah orang-orang majus berjumpa dengan Yesus di Betlehem, maka mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. Mereka tidak lagi kembali ke Yerusalem, seperti yang diperintahkan oleh raja Herodes. Hal ini terjadi karena Tuhan memperingatkan mereka melalui mimpi (Matius 2:12).

Tuhan tidak izinkan para majus ini kembali kepada Herodes, sebab Tuhan tahu niat busuk Herodes untuk membunuh Yesus, bukan untuk menyembahNya (lihat poin 4 di atas).

Perintah Tuhan ini ditaati oleh para majus. Hal ini tentu sangat berisiko, sebab bisa saja Herodes marah kepada mereka dan mengerahkan pasukannya untuk mengejar dan membunuh mereka. Namun rupanya para majus ini sangat yakin akan perlindungan Tuhan bagi mereka, sehingga  dengan tetap hati lebih memilih menaati Tuhan ketimbang mendengar siasat busuk Herodes.

Orang-orang majus pulang ke negeri mereka pasti dengan hati yang lega dan dengan bersukacita.

Sebaliknya terjadi dengan Herodes. Ketika Herodes merasa diperdaya oleh para majus maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu bagi para ibu yang kehilangan bayi mereka, sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Yeremia (Matius 2:16-18). (Baca: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus)

Tetapi Yesus luput dari pembunuhan Herodes. Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf, ayahNya, untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:13-15).

Alkitab tidak menjelaskan kehidupan orang-orang majus ini selanjutnya, setelah mereka pulang ke negeri mereka. Tetapi mengingat pengalaman mereka yang luar biasa dalam berjumpa dengan Yesus, serta penyembahan dan persembahan-persembahan yang mereka berikan kepadaNya, maka kita dapat menyimpulkan bahwa orang-orang majus ini menjadi orang-orang percaya.

Bahkan sangat mungkin – sebagaimana diyakini banyak orang – bahwa orang-orang majus membawa Injil ke negeri mereka.

 

Itulah 7 fakta seputar orang-orang majus yang perlu kita ketahui.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

16 komentar untuk “7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu”

  1. Y. Isack Latupapua

    Shalom.
    Trima kasih atas tulisannya tentang orang – orang Majus dari Timur.

    Ijinkan saya memberi beberapa masukan:
    1. Data data tentang siapa orang Majus memang minim, tetapi diperkirakan mereka adalah anak cucu Abraham dari 10 suku yang dibuang oleh Allah ke Asyur, atau Iran tahun 722/721 SM dan mereka tidak dibawa pulang kembali ke Israel. (2Raja-Raja 17:23) Dari Asyur, minimal mereka terpencar ke Asia dan Eropa, mereka membaur dan menjadi apa saja yang mereka mau, politisi, pedagang, pejabat pemerintahan seperti Daniel dan teman – teman, ilmuwan, ahli ahli perbintangan dan lain – lain.
    Menurut saya, Tuhan Allah menyiapkan anak cucu Abraham sendiri untuk datang, menyembah dan mengabarkan kepada dunia bahwa Mesias yang dijanjikan sudah berinkarnasi dalam diri Yesus anak Yusuf yang lahir di Betlehem Efrata, sehingga dunia menjadi maklum.

    2. Pada poin 5. Dikatakan di sana bahwa orang-orang Majus tiba di rumah Yesus.
    Mohon maaf, itu bukan rumah Yesus. Ia masih bayi saat itu. Bukan juga rumah Yusuf karena itu kandang hewan milik orang. Mereka hanya menumpang di situ.
    Rumah Yusuf di Nazaret daerah Galilea. Saat itu mereka masih berada di Betlehem, dan para Majus menjumpai mereka di situ.

    Terima kasih. God bless you.

    1. Shalom pak Isack.

      Kita memang tidak tahu pasti siapa orang2 Majus, bisa saja banyak penafsiran, bisa saja orang2 Israel dari 10 suku itu. Tetapi menurut kami mereka datang ke Betlehem bukan karena keturunan Abraham (kalau mereka benar dari 10 suku Israel yg terhilang), tetapi lebih karena Juruselamat lahir bagi semua bangsa.

      Tentang rumah Yesus, perlu dijelaskan bahwa Yesus saat itu sudah sekitar 2 tahun, jadi tidak mungkin lagi berada di palungan, tapi sudah di dalam rumah. Memang rumah Yusuf ada di Nazaret, tapi jangan lupa kampung asal Yusuf ada di Betlehem. Boleh jadi rumah tinggal Yesus saat itu adalah rumah salah satu dari kerabat Yusuf. Yang kami maksud rumah Yesus tidak harus rumah milik Yusuf, tapi rumah tinggal Yesus saat orang Majus datang.

      Demikian penjelasan kami. Semoga bisa memaklumi. Terima kasih. Gbu.

  2. Pdt. Ni Nyoman Priskila

    Saya sangat diberkati melalui artikel ini. Menambah pengetahuan dalam membagikan firman pada masa raya natal ini. Thanks a lot.

  3. Danny Harikson Silalahi

    Kalau menurut pendapat saya. Bintang penuntun orang Majus berjalan sampai ke Bethlehem kota Daud adalah Malaikat utusan Allah yang bersinar/ bercahaya terang yang berjalan/ terbang/ menuntun orang Majus tersebut. Sama halnya dengan bangsa Israel yang dituntun Allah dengan tiang API. Terpujilah Allah dari selama – lamanya sampai selama – lamanya. Shalom

    1. Kita boleh saja berpendapat seperti itu. Tapi sebaiknya Alkitab ditafsirkan secara harfiah, kecuali dikatakan lain. Kalau Alkitab berkata bintang, ya bintang, kenapa diganti jadi malaikat? Kalau memang itu malaikat mengapa Alkitab tidak menyebutnya malaikat, mengapa bintang?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!