Categories: GEREJA

7 Fakta Tentang Paskah Kristen Di Perjanjian Baru

Artikel ini membahas seputar Paskah Kristen di Perjanjian Baru.

Paskah Kristen di Perjanjian Baru sangat perlu kita ketahui.

Apakah sebenarnya Paskah Kristen itu?

Bagaimanakah sebenarnya Paskah Kristen menurut Alkitab Perjanjian Baru?

Apakah tujuan dan makna utama Paskah Kristen menurut Alkitab Perjanjian Baru

Apakah Paskah Kristen di Perjanjian Baru berbeda dengan Paskah Yahudi di Perjanjian Lama?

Baca juga: 7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya

Hal-hal inilah yang dibahas dalam artikel ini.

Paskah Kristen menurut Perjanjian Baru sangat penting untuk kita ketahui.

Sebab, Paskah adalah perayaan terbesar umat Kristen di seluruh dunia.

Oleh karena itu, maka sudah sepatutnya orang Kristen mengerti tentang fakta-fakta penting seputar Paskah Kristen  menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut penjelasannya.

 

1. Paskah Kristen Berasal Dari Paskah Yahudi Yang Ditahbiskan Tuhan Yesus

Sehari sebelum wafat, Tuhan Yesus dan murid-muridNya merayakan Paskah Yahudi.

Sebagaimana Paskah orang Israel pada zaman itu, Yesus dengan murid-muridNya merayakan Paskah dengan memakan roti dan meminum anggur.

Tetapi tidak dijelaskan apakah mereka menyembelih anak domba atau tidak.

(Mungkin ada anak domba, seperti umumnya Paskah Yahudi, tetapi mungkin juga tidak ada, dengan alasan Yesus ingin menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa Ia adalah anak dombanya).

Dan di hari Paskah ini jugalah Yesus berbicara banyak tentang kematian dan kebangkitanNya kepada murid-murdNya, termasuk pengkhianatan yang dilakukan oleh salah satu muridNya, Yudas Iskariot (Matius 26:17-25).

Tuhan Yesus bukan hanya sekedar merayakan Paskah orang Israel/Paskah Yahudi, yakni mengingat keluarnya mereka dari tanah perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dia juga menahbiskan Paskah baru atau Paskah Kristen.

Jadi ketika Ia bersama murid-muridNya merayakan Paskah Yahudi, dengan makan roti dan minum anggur, Tuhan Yesus menyatakan bahwa roti tersebut adalah lambang tubuhNya yang diserahkan bagi manusia dan anggur itu adalah lambang darahNya yang ditumpahkan bagi pengampunan dosa manusia.

Tuhan Yesus menyebut hal ini sebagai Perjanjian Baru, yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh Nabi Yerema (Yeremia 31:31-34).

 

2. Tuhan Yesus Memerintahkan Murid-muridNya Untuk Merayakan Paskah Kristen

Selain menahbiskan Paskah baru atau Paskah Kristen, Tuhan Yesus juga memerintahkan murid-muridNya untuk melakukan hal itu untuk mengingat Dia (Lukas 22:14-20).

Dengan kata lain, untuk merayakan Paskah.

Perintah yang sama diberikanNya kepada rasulNya yang lain, Paulus (1 Korintus 11:23-26).

 

3. Makna Dan Tujuan  Utama Paskah Kristen Adalah Memperingati Kematian Yesus

Karena Paskah Yahudi telah digenapi oleh Yesus dan digantiNya dengan Paskah Kristen, maka makna dan tujuannya pun menjadi berbeda.

Dengan demikian, orang Kristen merayakan Paskah tidak lagi dalam rangka memperingati keluarnya umat Israel dari perbudakan Mesir, tetapi memperingati keluarnya orang percaya dari perbudakan dosa melalui kematian Yesus.

Jika demikian, maka darah anak domba yang dioleskan pada tiap ambang pintu rumah bangsa Israel adalah lambang darah Yesus yang “dioleskan” dalam diri setiap orang percaya.

Barangsiapa mempunyai darah itu maka ia selamat, dilewati (Pesakh) oleh Tuhan dan tidak dihukum.

Demikian juga dengan anak domba yang mereka sembelih setiap Hari Raya Paskah, adalah lambang Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang tak bercacat yang “disembelih” di kayu salib.

Dalam hal inilah Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29).

Dan rasul Paulus menyebut Yesus sebagai “anak domba Paskah kita.” (1 Korintus 5:7).

 

4. Orang Kristen Di Perjanjian Baru Merayakan Paskah Lewat Perjamuan Kudus

Orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru merayakan Paskah lewat Perjamuan Kudus, yang terdiri dari roti dan anggur.

Sebab Paskah yang dirayakan Yesus juga hanya memakai roti dan anggur (setidaknya yang dicatat di Alkitab).

Namun bukan hanya karena itu, tetapi karena kedua unsur itulah yang dipakai Yesus sebagai sarana untuk meresmikan Paskah Kristen, yakni untuk mengingat kematianNya.

Dan karena orang percaya tidak lagi memperingati Paskah Yahudi setahun sekali, maka Perjamuan Kudus pun tidak harus dilakukan setahun sekali, tetapi bisa dilakukan lebih sering.

Sebab tujuannya adalah untuk mengingat kematian Yesus, yang tentu lebih baik jika dilakukan lebih sering, bukan hanya setahun sekali.

Gereja mula-mula tampaknya melakukan Perjamuaan Kudus setiap kali beribadah pada hari Minggu (Kisah Para Rasul 20:7).

 

Page: 1 2