7 Fakta Tentang Perempuan Sunem Di Alkitab

Perempuan Sunem di dalam Alkitab adalah salah satu tokoh Perjanjian Lama yang disebut dalam kaitannya dengan Nabi Elisa, sebagaimana yang dicatat di Alkitab.

Perempuan Sunem dalam Alkitab disebut hanya satu kali saja di Perjanjian Lama, berkenaan dengan Nabi Elisa, yang sering mampir ke rumahnya dan mengadakan mujizat bagi keluarganya.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Hana Ibu Samuel Di Alkitab

Perempuan Sunem di Alkitab, karena itu, sejatinya bukanlah tokoh Alkitab yang terkenal atau tokoh Alkitab yang berpengaruh.

Perempuan Sunem bukanlah seorang tokoh Perjanjian Lama yang begitu penting, seperti halnya para nabi atau para raja Israel.

Meski demikian, karena Perempuan Sunem di Alkitab disebut dalam kaitannya dengan Nabi Elisa, dan memiliki pesan moral untuk diteladani, maka menjadi penting bagi kita untuk mempelajari kisahnya.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Tamar di Alkitab

Kisah Perempuan Sunem di Alkitab dicatat di dalam 2 Raja-raja 4:8-37 dan 2 Raja-raja 8:1-6.

Lalu, siapakah sebenarnya Perempuan Sunem di Alkitab?

Bagaimana ia bisa dekat dengan Nabi Elisa?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Batsyeba di Alkitab

Dan apa saja hal-hal yang bisa diteladani dari karakter dan kehidupan Perempuan Sunem di Alkitab?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Perempuan Sunem di Alkitab.

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Perempuan Sunem di Alkitab  adalah seorang yang kaya

Perempuan Sunem adalah seorang perempuan yang tinggal di Sunem, yang masih termasuk wilayah Israel.

Nama perempuan Sunem ini tidak disebutkan di Alkitab, pun latar belakangnya.

Perempuan Sunem sudah menikah, tetapi nama suaminya juga tidak dicatat di Alkitab.

Tetapi suami-istri tersebut adalah orang kaya.

 

2. Perempuan Sunem adalah seorang yang murah hati

Perempuan Sunem ini juga adalah orang yang murah hati.

Ketika nabi Elisa singgah di Sunem dalam perjalanannya, perempuan dan suaminya itu sering kali mengundangnya makan ke rumah mereka.

Mereka bahkan menyediakan sebuah kamar khusus untuk Elisa, sehingga ketika abdi Allah itu pergi ke Sunem, dia boleh menginap di kamar tersebut. (Baca: 15 Tokoh Alkitab yang murah hati).

 

3. Perempuan Sunem adalah seorang yang tidak punya anak

Perempuan Sunem ini bersama suaminya tampaknya punya kehidupan yang sempurna.

Kaya, murah hati, menghormati hamba Tuhan, dan punya keluarga yang harmonis.

Tetapi ada satu hal yang menjadi “kekurangan” Perempuan Sunem dan suaminya. Waktu itu pasangan suami-istri tersebut belum mempunyai anak. (Baca: 10 Pasangan suami-istri di Alkitab dan kisah mereka)

Padahal mereka adalah orang kaya yang pasti sudah mampu untuk membiayai seorang atau beberapa anak.

Tidak disebutkan alasan kenapa mereka belum mempunyai anak. Hanya dikatakan bahwa suaminya sudah tua. Tetapi ada kemungkinan juga bahwa Perempuan Sunem ini adalah seorang yang mandul.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan tersendiri bagi pasangan suami-istri ini.

Pada masa itu di Israel, perempuan yang tidak punya anak dipandang begitu hina, sebab ia dianggap sebagai perempuan yang tidak berguna dikarenakan tidak bisa memberikan keturunan kepada suaminya.

Dan tidak punya keturunan bagi laki-laki sangat dipandang rendah pada masa itu, sebab tidak ada generasi penerus yang akan meneruskan marga/nama keluarga orang tuanya.

Dengan demikian silsilah keluarganya akan terputus sehingga orang yang tidak punya anak tidak diingat lagi setelah kematiannya.

Bukan hanya itu, ada juga pandangan pada masa itu bahwa seorang wanita yang tifak punya anak adalah karena dikutuk oleh Tuhan, disebabkan oleh dosanya.

 

4. Perempuan Sunem melahirkan tahun berikutnya oleh nubuat nabi Elisa

Namun kemurahan hati perempuan Sunem ini mendapat ganjarannya.

Waktu itu nabi Elisa meminta hambanya, Gehazi, agar bertanya kepada perempuan Sunem apa yang bisa dilakukan nabi Elisa untuknya.

Sebab perempuan Sunem itu sudah begitu baik kepada nabi Elisa.

Maka hamba Elisa, Gehazi, berkata bahwa perempuan Sunem tidak punya anak dan suaminya sudah tua.

Nabi Elisa pun berdoa dan bernubuat bahwa tahun depannya perempuan tersebut akan hamil dan punya anak. Dan hal itu benar-benar terjadi, tahun depannya mereka punya anak.

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!