Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Pontius Pilatus

 

5. Pontius Pilatus Pada Akhirnya Menyerah Kepada Desakan Orang Yahudi Untuk Menyalibkan Yesus

Usaha keras Pilatus untuk membebaskan Yesus tidak membuahkan hasil. Segala tawaran Pilatus untuk berkompromi demi membebaskan Yesus tidak berhasil. Hal ini terjadi karena Pilatus sejak awal sudah salah dalam bertindak.

Ketika Pilatus tahu dengan pasti bahwa Yesus tidak bersalah, maka seharusnya tindakannya adalah melepaskan Yesus. Hal ini bisa dilakukannya dengan otoritasnya sebagai wali negeri serta dukungan militer yang kuat.

Seandainya rakyat melakukan perlawanan, maka Pilatus dengan sah bisa mengerahkan kekuatan militer dan dia tidak akan bisa dilawan. Kaisar di Roma pun tidak akan menyalahkannya jika Pilatus membebaskan Yesus, sebab ia telah melakukan penyelidikan yang cermat serta tidak menemukan apa pun kesalahanNya.

Namun, yang dilakukan Pilatus justru berkompromi dengan keinginan orang-orang Yahudi. Akibatnya Pilatus sudah terlambat untuk mengantisipasi keadaan, massa sudah semakin beringas!

Akibat kompromi yang dilakukannya, Pilatus pun menuai bencana. Ketika Pilatus bersikeras melakukan negosiasi, ia ditolak dan ia pun menyerah. Padahal istrinya sudah mengingatkannya agar tidak mencampuri perkara Yesus yang ia anggap sebagai “orang benar”, sebab ia mendapat mimpi dan susah tidur (Matius 27:19).

Sebenarnya ini adalah sebuah peringatan bagi Pilatus. Namun demikian, meski Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan telah diperingatkan oleh istrinya, ia akhirnya menyalibkan Yesus.

Alasan utama Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan sebenarnya bukan karena ingin menyenangkan orang Yahudi (lihat poin 6 di bawah sebagai buktinya), tetapi demi kepentingan dirinya sendiri.

Pilatus takut jika orang Yahudi melaporkannya kepada Kaisar Tiberius, karena mereka berkata bahwa jika Pilatus membebaskan Yesus maka Pilatus bukanlah sahabat kaisar (Yohanes 19:12), artinya ia melawan kaisar. Jadi bisa saja orang Yahudi mengadukan Pilatus kepada kaisar sebagai pemimpin yang tidak becus, sehingga ia bisa dipecat bahkan dihukum mati.

Tetapi, seperti telah dijelaskan di atas, Pilatus punya otoritas penuh untuk membebaskan Yesus, jadi seharusnya dia tidak perlu takut terhadap gertakan orang Yahudi yang ingin melaporkannya kepada kaisar.

Kendati demikian, ketika emosi massa tidak lagi terkendali, Pilatus malah mencuci tangannya tanda tak bersalah. Pilatus tak mau bertanggung jawab atas penyaliban dan kematian Yesus. Pilatus pun menyerahkan Yesus untuk disalibkan! (Lukas 23:23-25).

Pilatus rela mengorbankan Yesus yang tak bersalah demi mempertahankan jabatannya dan nyawanya di hadapan kaisar Romawi!

Tetapi dengan mencuci tangannya, sebenarnya Pilatus tidak bisa lepas tanggung jawab, sebab ia adalah seorang pemimpin yang seharusnya dapat mengendalikan situasi.

Seharusnya Pilatus punya kuasa untuk melepaskan Yesus yang tidak bersalah, tetapi tidak dilakukannya.

Karena itu, Pilatus pastilah ikut terlibat dalam penyaliban Yesus. Alkitab dengan jelas menyatakan hal itu (Kisah Para Rasul 4:26-27). Jadi orang yang menyalibkan Yesus bukan hanya prajurit Pilatus, para pemimpin dan rakyat Yahudi, serta Yudas Iskariot, tetapi juga Pilatus sendiri!

Akibat yang ditimbulkan keputusan fatal Pilatus ini (menyalibkan Yesus yang tidak bersalah), sangat mengerikan. Sebab, sebagaimana kita tahu dari sejarah, Pilatus kemudian dihukum mati oleh Kaisar Romawi, Gayus (memerintah tahun 37-41 Masehi) dengan cara dipaksa bunuh diri. Ini terjadi karena kasus pembantaian terhadap orang-orang Samaria oleh Pilatus, yang diadukan kepada kaisar.

Benarlah yang dikatakan Tuhan Yesus, Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Matius 16:25)

 

6. Pontius Pilatus Sangat Jengkel Kepada Orang Yahudi Yang Menentang Keputusannya Untuk Membebaskan Yesus

Jika melihat gambar salib Tuhan Yesus, maka kita biasanya akan melihat sebuah tulisan di atas kayu salib tersebut, yakni INRI. Ini adalah singkatan dari Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum, dalam bahasa Latin, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai, “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

Aslinya tulisan tersebut tidak berupa singkatan, INRI. Singkatan itu muncul biar mudah diingat saja, juga agar tidak memakan tempat yang panjang jika dituliskan. Dan sejatinya tulisan itu bukan hanya dalam bahasa Latin, bahasa orang Romawi pada masa itu, tetapi juga dalam bahasa Yunani, bahasa internasional pada masa itu, dan dalam bahasa Ibrani, bahasanya orang Yahudi.

Memang pada zaman itu adalah biasa jika alasan penyaliban seseorang dituliskan pada sebuah kayu yang dipakukan di bagian atas salibnya. Papan kayu tersebut dalam bahasa Latin disebut sebagai titulus.

Ada kisah menarik di balik pembuatan titulus Yesus ini. Pilatus menuliskan alasan penyalibanNya, yakni: “Yesus, orang Nazaret, raja orang Yahudi.”

Sebenarnya ditinjau dari kasus yang ditimpakan kepada Yesus, Pilatus salah. Karena itu para pemimpin Yahudi memintanya untuk memperbaikinya. Mereka menyarankan agar ditulis bahwa Yesus mengakui diriNya raja orang Yahudi, mengubah fakta menjadi klaim.

Maksud mereka untuk menunjukkan bahwa faktanya Yesus bukanlah raja orang Yahudi, Dia hanya mengklaim saja sebagai raja orang Yahudi. Menurut orang-orang Yahudi itu, jika hanya menuliskan, “Yesus, orang Nazaret, raja orang Yahudi,” maka kesalahan Yesus tidak kelihatan, yakni klaimNya sebagai raja.

Sebenarnya usul orang-orang Yahudi itu tidaklah salah, sebab memang itulah “kesalahan” yang mereka tuduhkan kepada Yesus, yakni mengakui diriNya sebagai raja; walaupun tentu Yesus tidak pernah mengakui diriNya sebagai raja orang Yahudi secara politis! (untuk lebih jelasnya, silakan Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Namun, dalam menanggapi protes orang-orang Yahudi ini Pilatus tetap pada pendiriannya. Ia tak mau menuruti usul mereka yang sebenarnya adalah baik. Jawabannya begitu ketus, “Apa yang kutulis tetap tertulis.” (Yohanes 19:19-22)

Inilah watak asli Pilatus, keras kepala, bertentangan dengan sikapnya yang lunak pada saat pengadilan Yesus. Ini adalah kejengkelan Pilatus terhadap orang-orang Yahudi yang “berhasil memaksa” Pilatus untuk menyalibkan Yesus!

Mungkin Pilatus merasa bersalah telah menghukum mati orang yang tidak bersalah (Yesus). Karena itu Pilatus amat jengkel pada orang-orang Yahudi tersebut sehingga tidak mau menggubris masukan mereka yang sebenarnya adalah benar.

 

7. Pontius Pilatus Berusaha Bertindak Sportif Terhadap Orang-Orang Yahudi Yang Membuatnya Jengkel

Setelah Yesus disalibkan, paling tidak ada tiga lagi peristiwa yang melibatkan Pilatus, yang berkaitan dengan Yesus. Ketiga peristiwa ini boleh dikatakan sebagai “sportivitas” Pilatus, yakni membantu mereka yang meminta tolong kepadanya.

Tampaknya Pilatus berusaha memakai kesempatan untuk berbuat baik sebagai “penebusan salah”, baik kepada pengikut Yesus maupun kepada lawan-lawan Yesus, para pemimpin Yahudi. Sebagai seorang pemimpin, Pilatus mencoba bertindak secara sportif.

 Pertama, mengizinkan kaki-kaki orang yang disalibkan dipatahkan. Ulangan 21:22-23 melarang orang Yahudi membiarkan mayat tergantung semalaman, harus dikuburkan pada hari itu juga (apalagi saat itu bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi yang sangat sakral).

Karena itu, mereka meminta kepada Pilatus untuk mematahkan kaki-kaki orang yang disalibkan itu agar segera mati dan menurunkan mayatnya untuk dikuburkan.

Pilatus mengabulkan dan mengirim prajurit-prajuritnya untuk mematahkan kaki kedua orang yang disalib bersama Yesus. Tetapi karena Yesus telah mati, maka lambungNya saja yang ditusuk, yang tentu atas izin Pilatus juga (Yohanes 19:31-37).

Pilatus sempat jengkel kepada para pemimpin Yahudi karena “memaksanya” menyalibkan Yesus, yang tampak dari titulus yang diprotes orang Yahudi tetapi tidak digubris Pilatus (lihat poin 6 di atas). Namun sekarang Pilatus berusaha bertindak baik kepada mereka.

Kedua, mengizinkan mayat Yesus diturunkan dan dikuburkan secara layak. Yusuf Arimatea, salah satu murid Yesus, meminta mayatNya kepada Pilatus untuk dikuburkan, dan Pilatus memberikannya (Lukas 23:50-53).

Sebagai salah satu anggota Mahkamah Agama Yahudi, Yusuf Arimatea tidak setuju penghukuman Yesus. Tidak dijelaskan mengapa, tetapi mungkin karena ia takut (Yohanes 19:38).

Yang jelas Pilatus tidak mendengar satu orang pun yang menolak penyaliban Yesus dari anggota Mahkamah Agama Yahudi, termasuk Yusuf Arimatea. Tetapi, Pilatus tidak mempermasalahkan hal itu lagi.

Selain itu, Yusuf Arimatea juga bisa dicurigai Pilatus karena ia bukan keluarga Yesus, mengapa dia yang harus menurunkan dan menguburkan mayat Yesus? Kendati demikian, seolah-olah ingin menebus kesalahan yang dia lakukan dengan menyalibkan Yesus, Pilatus berusaha bersikap baik kepada muridNya, Yusuf Arimatea.

Ketiga, memberikan penjaga-penjaga kubur. Para pemimpin Yahudi meminta para pengawal kepada Pilatus untuk menjaga kubur Yesus. Mereka mengatakan bahwa Yesus berkata Ia akan bangkit pada hari yang ketiga.

Karena itu, mereka meminta para penjaga agar mayatNya tidak dicuri oleh murid-muridNya dan mengatakan bahwa Ia telah bangkit sehingga semakin menyesatkan rakyat. Hal ini pun dituruti oleh Pilatus (Matius 27:62-66).

Berbeda dengan responnya mengenai titulus di salib Yesus, kali ini Pilatus menuruti permintaan orang-orang Yahudi dengan memberikan para pengawal kepada mereka.

 

Itulah 7 fakta tentang Pontius Pilatus yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Pilatus”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Page: 1 2