Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Rasul Filipus

 

Rasul Filipus adalah salah satu dari 12 murid pertama Tuhan Yesus. Kisah rasul Filipus tidak terlalu banyak dicatat di Alkitab. Tetapi selain Petrus, Yohanes, Yakobus, dan Andreas, rasul Filipus adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang paling banyak disebut di Alkitab, khususnya di dalam Injil keempat atau Injil Yohanes.

Itulah sebabnya ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan rasul Filipus ini. Mulai dari pemanggilannya sebagai murid, sebagaimana dicatat dalam Alkitab, hingga akhir hidupnya, seperti tercatat dalam tradisi gereja.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Yakobus Saudara Yesus

Dari manakah rasul Filipus berasal? Bagaimana kisah pemanggilan rasul Filipus sebagai murid pertama Tuhan Yesus? Bagaimana pelayanan rasul Filipus sebagai salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus? Bagaimana akhir hidup rasul Filipus?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini. Di sini dicatat 7 fakta penting seputar rasul Filipus. Fakta-fakta apa sajakah itu? Berikut pembahasannya.

 

1. Rasul Filipus Merespons Baik Panggilan Tuhan Yesus Menjadi MuridNya

Rasul Filipus berasal dari Betsaida, sebuah kota kecil di tepi Danau Galilea. Nama Filipus berasal dari bahasa Yunani, Philippos, yang artinya “pecinta kuda”. Tidak ada makna khusus dari nama ini, dan ada tiga orang lagi yang bernama Filipus di Perjanjian Baru.

Dengan memakai nama Yunani, bukan nama Ibrani, menandakan bahwa Filipus adalah seorang Yahudi yang sangat akrab dengan budaya dan bahasa Yunani, sebagaimana umumnya dengan orang-orang di wilayah Betsaida.

Filipus satu kota dengan Petrus dan saudaranya, Andreas. Karena itu kemungkinan besar Filipus sudah saling kenal dengan Petrus dan Andreas, sebelum mereka sama-sama menjadi murid Tuhan Yesus.

Dan meski tidak diceritakan latar belakang pekerjaan Filipus, tetapi ada kemungkinan ia seorang nelayan, mengingat Betsaida terletak di pinggiran Danau Galilea. Juga karena Petrus dan Andreas, yang satu kota dengannya, merupakan nelayan.

Suatu ketika, waktu Tuhan Yesus hendak berangkat ke Galilea, Ia bertemu dengan Filipus. Ia pun memanggilnya menjadi muridNya, “Ikutlah Aku!” (Yohanes 1:43-44).

Hal ini terjadi sehari setelah Tuhan Yesus memanggil Yohanes, Andreas, dan Petrus menjadi muridNya.

Alkitab tidak menjelaskan bagaimana respons Filipus terhadap panggilan Tuhan Yesus tersebut. Tetapi yang pasti, Filipus merespons panggilanNya tersebut dengan baik. Artinya, Filipus menerima panggilan Tuhan Yesus untuk menjadi muridNya.

Sebab, Filipus kemudian bertemu dengan temannya, Natanael, dan menyaksikan kepada Natanael pengalaman perjumpaannya dengan Tuhan Yesus (lihat poin 2 di bawah).

Jadi, Filipus merespons positif panggilan Tuhan Yesus kepadanya sehingga ia pun tertarik untuk menyaksikan hal itu kepada temannya, Natanael.

Ini adalah suatu respons yang benar dalam menanggapi panggilan Tuhan, sebagaimana respons Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Faktanya, tidak semua orang yang dipanggil Yesus menjadi muridNya merespons secara benar, seperti pemuda kaya yang datang kepadaNya (Lukas 18:22-23).

 

2. Rasul Filipus Segera Bersaksi Setelah Ia Menjadi Murid Tuhan Yesus

Setelah Filipus bertemu dengan Yesus dan menerima tawaranNya untuk menjadi pengikutNya, Filipus menceritakan pengalamannya tersebut kepada salah seorang temannya, Natanael.

Filipus mengatakan kepada Natanael, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1:45).

Yang dimaksud Filipus dengan “kami” mungkin adalah dia bersama Petrus dan Andreas. Sedangkan “Dia” yang dimaksud oleh Filipus adalah Mesias (Yohanes 1:41), yang dinubuatkan dalam Taurat Musa dan kitab nabi-nabi, dan yang dinanti-nantikan oleh orang-orang Israel.

Rupanya Filipus sudah tahu bahwa Yesus yang dia temui itu, yang mengajaknya sebagai muridNya, adalah Mesias. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Kita tidak tahu dari mana Filipus bisa mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias, sebab Alkitab tidak menceritakannya. Apakah sebelumnya Yesus telah memperkenalkan diri kepada Filipus sebagai Mesias?

Ataukah karena Filipus telah melihat sebuah mujizat yang dilakukan Yesus sehingga ia berkesimpulan bahwa Dia adalah Mesias? Atau apakah hal itu adalah kesimpulan dari Filipus sendiri karena kekagumannya kepada pribadi Yesus?

Kita tidak tahu. Yang jelas Filipus sudah tahu dan yakin bahwa Yesus yang baru saja dia jumpai dan menawarinya sebagai muridNya adalah sosok Mesias yang dinubuatkan dalam Kitab Suci mereka, Perjanjian Lama, dan yang telah lama dinanti-nantikan oleh bangsanya, Israel.

Tampaknya tidak butuh waktu lama bagi Filipus untuk memperkenalkan Yesus kepada orang lain. Begitu Ia bertemu Yesus dan merasakan sukacita, ia segera menceritakannya kepada temannya, Natanael. Dia merasa senang bahwa ia telah “menemukan” Mesias yang telah lama dinanti-nantikan oleh orang Israel, termasuk Filipus sendiri.

Apalagi Mesias tersebut datang secara pribadi kepadanya dan menawarinya sebagai muridNya. Itulah yang membuat dia senang dan seolah-olah tak tahan lagi untuk tidak menceritakannya kepada Natanael.

Padahal Yesus tidak memerintahkan Filipus atau memintanya untuk menceritakan tentang diriNya kepada orang lain. Hal itu timbul dari spontanitas Filipus sendiri. Mungkin ia ingin agar Natanael sendiri juga mengalami pengalamannya berjumpa dengan Yesus, Sang Mesias.

 

3. Ketika Bersaksi, Rasul Filipus Tidak Suka Berdebat

Ketika Filipus menceritakan pengalamannya bertemu dengan Yesus kepada Natanael, ternyata Natanael tidak begitu meresponnya. Bahkan tanggapannya sangat negatif dan menghina, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1:46-47a).

Rupanya Natanael sudah punya stigma buruk terhadap Nazaret di wilayah Galilea. Memang Nazaret, bahkan Galilea pada umumnya, adalah tempat yang sering dianggap rendah oleh orang Yahudi (Yohanes 7:52). Hal ini karena Galilea berbatasan langsung dengan wilayah bangsa-bangsa lain, non-Yahudi. Mereka sering dianggap agak terbelakang.

Jadi, Natanael menganggap bahwa Nazaret di Galilea sangat rendah sehingga tidak mungkin menghasilkan “sesuatu yang baik” dari sana, apalagi seorang Mesias! (Yohanes 7:41). Itulah pikiran Natanael yang sangat sempit, sekalipun ia sendiri juga berasal dari Kana, di wilayah Galilea (Yohanes 21:2).

Namun yang luar biasa adalah bahwa Filipus tidak marah akan respons negatif Natanael ini. Ia juga tidak menegur Natanael atas komentarnya yang menghina tersebut. Bahkan, Filipus tidak berusaha menjelaskan lebih lanjut tentang pribadi Yesus yang dilihatnya.

Filipus tahu bahwa orang yang begitu cepat berprasangka buruk akan sangat sulit dimenangkan hanya lewat kata-kata saja. Karena itu reaksi Filipus terhadap prasangka buruk Natanael adalah, “Mari dan lihatlah!”

Di sini terlihat sifat Filipus yang sangat bijak. Ia tidak berusaha meladeni sikap Natanael yang skeptis terhadap kota Nazaret. Filipus tidak mau terjebak dalam perdebatan dengan Natanael. Ia hanya menyarankan kepada Natanael agar ia sendiri datang melihat Yesus.

Ternyata cara Filipus ini sangat efektif. Natanael bersedia untuk bertemu dengan Yesus. Dan terbukti, ketika Natanael telah bertemu dengan Yesus, ia pun benar-benar kagum akan pribadi Yesus, sama seperti yang dialami oleh Filipus dan yang diceritakannya kepada Natanael.

Saat itu Yesus berkata bahwa Natanael adalah seorang Israel sejati dan tidak ada kepalsuan di dalamnya. Kata-kata ini membuat Natanael kaget. Karena itu, ia pun mulai meyakini bahwa Yesus pastilah Mesias dan Anak Allah, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yohanes 1:49).

Apa yang sebelumnya dialami oleh Filipus sekarang dialami oleh Natanael. Apa yang sebelumnya diragukan Natanael sekarang diyakini dan diterimanya. Ia berubah pikiran 180 derajat tentang Nazaret yang menurutnya tidak ada hal yang baik berasal dari padanya. Pemikirannya langsung berbalik ketika ia bertemu langsung dengan Yesus.

Ini semua berkat usaha Filipus yang membawanya kepada Yesus.

 

4. Filipus Terpilih Sebagai Salah Satu Rasul Tuhan Yesus

Filipus terpilih menjadi salah satu dari 12 murid pertama Yesus. Tentu hal ini adalah sebuah prestise tersendiri bagi Filipus. Sebab jika kita lihat, ada banyak orang yang mengikut Yesus pada saat itu, dan Dia tidak mungkin menjadikan mereka semua sebagai murid yang selalu bersama-sama dengan Dia.

Yesus hanya memilih 12 orang dari antara mereka. Jadi 12 murid Yesus termasuk Filipus adalah istimewa di mata Yesus, karena merekalah yang akan selalu bersama-sama dengan Dia dalam pelayananNya dan meneruskan pelayananNya di bumi jika kelak Ia telah kembali ke sorga.

Karena itulah Yesus memilih mereka secara hati-hati, bahkan Ia berdoa terlebih dahulu sampai semalam-malaman sebelum memilih murid-muridNya itu (Lukas 6:12-16). Setelah itu barulah Ia memilih 12 orang di antara mereka, dan salah satunya adalah Filipus.

Kedua belas murid yang terpilih tersebut dinamai Yesus sebagai rasul. Arti rasul, dari bahasa Yunani apostolos, adalah utusan. Jadi setiap orang yang diutus bisa juga disebut sebagai rasul. Tetapi dalam konteks Alkitab, hal ini punya makna lain. Mereka adalah orang yang diutus secara langsung oleh Yesus untuk memberitakan Injil.

Kedua belas murid itu pertama kali diutus oleh Yesus pada masa pelayananNya di bumi sedang berlangsung (Matius 10:1-15). Kemudian setelah Ia bangkit dari kematian Ia kembali mengutus mereka, ketika masa pelayananNya di bumi telah berakhir (Yohanes 20:21). Jadi mereka adalah utusan yang sah dari Yesus.

Di Alkitab, yang disebut sebagai rasul hanya beberapa orang saja. Selain dari 12 murid pertama Yesus, hanya ada sedikit saja rasul, misalnya Paulus dan Yakobus saudara Yesus. (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

Pelayanan Filipus sebagai rasul terus berlangsung sesudah Yesus naik ke sorga. Filipus termasuk di antara para rasul yang ikut menanti-nantikan Roh Kudus di Yerusalem seperti yang diperintahkan oleh Yesus. Dan tentu Filipus juga terlibat di dalam pelayanan gereja selanjutnya seperti dicatat di dalam Kitab Kisah Para Rasul, walaupun namanya tidak disebut.

Sebab penyebutan “rasul-rasul” di Kitab Kisah Para Rasul, pastilah berarti semua rasul yang dimaksudkan, termasuk Filipus. Sebagai contoh adalah Kisah Para Rasul 2:14, 42-43 dan 4:33. Bahkan pelayanan selanjutnya dari Filipus tercatat di dalam tradisi gereja. Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka (1)

Filipus adalah seorang rasul yang melayani Tuhan Yesus dengan setia.

Page: 1 2