7 Fakta Tentang Ruben Di Alkitab

Ruben di Alkitab adalah satu dari 12 anak laki-laki Yakub/Israel. Dengan demikian Ruben di Alkitab adalah nenek moyang suku Ruben, salah satu suku Israel.

Ruben di Alkitab adalah salah satu anak Yakub yang paling banyak dicatat kisahnya di Alkitab, selain Yusuf dan Yehuda. Karena itu menjadi menarik untuk mengikuti kisah Ruben ini.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Raja Yosafat Di Alkitab

Siapakah sebenarnya Ruben di Alkitab? Bagaimana karakternya? Bagaimana kehidupannya sebagai anak sulung? Apa kata Alkitab tentang Ruben?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini. Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Ruben di Alkitab. Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Ruben Adalah Anak Sulung Yakub Dan Lea, Yang Berhak Mendapat Hak Kesulungan

Nama Ruben di Alkitab berasal dari dua kata Ibrani: ra’a be’onyi, yang berarti, “Tuhan telah memerhatikan sengsaraku.”  Nama Ruben ini diberikan oleh Lea, ibu Ruben, yang muncul dari kisah hidup Lea sendiri.

Ruben adalah anak sulung Yakub dan Lea, istri pertamanya. Sekalipun Rahel adalah istri yang lebih dicintai oleh Yakub, namun anak pertama Yakub lahir dari Lea, bukan dari Rahel. Sebab Rahel adalah seorang perempuan yang mandul, sebelum akhirnya Tuhan membukakan kandungannya.

Saat itu Yakub bekerja selama 7 tahun pada pamannya, Laban, untuk mendapatkan Rahel. Tetapi ketika tiba waktu pernikahannya, ternyata yang diberikan oleh Laban kepada Yakub adalah Lea, kakak Rahel. Yakub jelas tidak menerima Lea, sebab ia menginginkan Rahel.

Laban hanya bersedia memberikan Rahel kepada Yakub jika Yakub rela bekerja 7 tahun lagi demi mendapatkan Rahel. Dan ketika Yakub mendapatkan Rahel, maka ia seperti tidak peduli dengan Lea, ia lebih mencintai Rahel. Saat itulah Tuhan memperhatikan Lea, sehingga ia membukakan kandungannya dan melahirkan Ruben.

Itulah sebabnya Lea menamakan anaknya Ruben, karena Tuhan telah memperhatikan kesengsaraannya yang kurang dicintai oleh suaminya. (Kejadian 29:31-32).

Sebagai anak sulung, Ruben mempunyai keistemewaan dibanding saudara-saudaranya, karena ia mempunyai hak kesulungan. Hak kesulungan memberikan Ruben kedudukan yang lebih terhormat daripada saudara-saudaranya, tanah warisan yang terbaik, dan juga berkat-berkat perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.

 

2. Ruben “Berjasa” Membuat Ayahnya, Yakub, Tinggal Bersama Ibunya, Lea

Suatu ketika, pada musim menuai gandum, Ruben pergi berjalan-jalan di padang dan mendapatkan buah dudaim. Ia memberikan buah tersebut kepada ibunya, Lea. Ketika Rahel melihat hal itu, ia menginginkannya dan memintanya kepada Lea. Buah dudaim ini diyakini mempunyai khasiat untuk menyuburkan kandungan wanita, dan pada saat itu Rahel mandul.

Tetapi Lea tidak mau memberikan buah dudaim yang dibawa Ruben kepada Rahel. Lea justru menuduh Rahel telah merebut Yakub dari dia, dan sekarang malah ingin mengambil buah dudaim yang dibawakan oleh anaknya, Ruben.

Karena itu Rahel mengizinkan Yakub untuk tidur bersama Lea, sebagai ganti buah dudaim Ruben itu. Lea menyetujui hal itu, akhirnya Yakub pun menghampiri Lea. Ia mengandung dan melahirkan anak kelimanya, Isakhar.

Secara tidak langsung, buah dudaim itulah yang membuat ibu Ruben mengandung dan melahirkan anak, sebab karena buah itulah Rahel rela “menyerahkan” Yakub kepada Lea, sehingga Lea mengandung dan melahirkan anak lagi (Kejadian 30:14-17).

 

3. Ruben Pernah Berzinah Dengan Ibu Tirinya

Satu aib Ruben di Alkitab adalah bahwa ia pernah berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha (Kejadian 35:21-22). Dosa seperti ini di kemudian hari diganjar dengan hukuman mati di Israel (Imamat 20:11).

Apa yang dilakukan Ruben ini sangatlah tercela. Perbuatan zinah itu sendiri sudah sangat tercela dan merupakan dosa di hadapan Tuhan, apalagi jika perzinahan itu dilakukan dengan istri atau gundik ayahnya sendiri. Jelas Ruben tidak menghormati ayahnya, Yakub. (Baca: 7 Skandal Seks Terbesar Di Alkitab)

Tidak disebutkan di Alkitab bagaimana reaksi Yakub ketika ia mengetahui bahwa anak kandungnya berzinah dengan istrinya. Tetapi pastilah Yakub sedih dan marah akan perbuatan Ruben tersebut. Namun yang jelas, Ruben kelak akan mendapat hukuman atas perbuatannya tersebut (lihat poin 7 di bawah).

Tidak dijelaskan mengapa perzinahan Ruben dengan Bilha bisa sampai terjadi. Hanya disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi ketika Rahel, istri yang sangat dicintai oleh Yakub, telah meninggal.

Beberapa orang mengatakan bahwa hal ini adalah cara Ruben untuk membantu ibunya, Lea, yang tidak dicintai oleh Yakub, ayahnya. Mereka berkata bahwa setelah Rahel meninggal, Ruben tidak senang jika ayahnya lebih dekat dengan gundiknya, Bilha, daripada dengan istrinya sendiri, Lea. Jadi Ruben ingin membuat Yakub benci kepada Bilha sehingga Yakub kembali kepada Lea.

Tentu apa pun alasannya, perbuatan Ruben tersebut tetaplah tidak bisa dibenarkan dan sudah sepatutnya dihukum.

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!