Categories: FAKTA ALKITAB

7 Fakta Tentang Sabat Menurut Perjanjian Lama

 

Artikel ini membahas fakta tentang Sabat menurut Alkitab Perjanjian Lama yang perlu kita ketahui.

Sabat menurut Perjanjian Lama sangat penting untuk kita ketahui.

Sebab Sabat sering kali menimbulkan banyak pertanyaan bagi orang percaya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Alkitab

Apakah Sabat itu menurut Perjanjian Lama?

Bagaimanakah pandangan orang Israel/ Yahudi tentang Sabat?

Seberapa pentingkah Sabat bagi orang Israel/ Yahudi?

Sabat itu hari Sabtu atau hari Minggu?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Hukum Taurat Menurut Alkitab

Hal-hal ini semua dan banyak hal lain seputar Sabat menurut Perjanjian Lama akan dijelaskan dalam artikel ini.

Di sini dicantuman 7 fakta-fakta penting seputar Sabat menurut Perjanjian Lama.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya.

 

1. Sabat Merupakan Saat Untuk Beristirahat Dari Pekerjaan

Kata “sabat” berasal dari bahasa Ibrani, syabbat, yang artinya “berhenti”. Maksudnya, berhenti atau beristirahat dari segala pekerjaan atau aktivitas.

Sabat diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel, umat pilihanNya. Mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Mereka hanya boleh bekerja selama enam hari dalam seminggu, yakni hari pertama hingga hari keenam (Minggu sampai Jumat).

Tetapi pada hari ketujuh, yakni hari Sabtu atau hari Sabat, mereka harus beristirahat. Mereka tidak boleh beraktivitas. Bahkan memasang api pun tidak boleh. Pelanggaran terhadap hal ini adalah hukuman mati (Keluaran 35:1-3).

Untuk memenuhi keperluan bangsa Israel, maka Tuhan memberkati mereka pada hari keenam dua kali lipat, sehingga mereka tidak berkekurangan pada hari ketujuh atau hari Sabat ketika mereka beristirahat (Keluaran 16:29).

 

2. Sabat Sering Kali Dilanggar Orang Israel

Sabat sering kali dilanggar oleh umat Israel.

Bahkan kadang tidak mendapat hukuman, karena para pemimpin yang seharusnya menghukum, juga melanggar Sabat.

Misalnya pada zaman Nehemia (Nehemia 13:15-22).

 

3. Sabat Juga Merupakan Hari Beribadah Kepada Tuhan

Sabat bukan sekedar hari untuk beristirahat dari kesibukan beraktivitas, tetapi juga merupakan hari untuk beribadah kepada Tuhan. Inilah hari perkumpulan kudus (Imamat 23:1-3).

Di Alkitab tidak dijelaskan bagaimana ibadah orang Israel berlangsung di hari Sabat.

Namun dalam perkembangannya kemudian, sebagaimana dapat dilihat dalam ibadah di Sinagoge (rumah ibadah orang Israel), kita sedikit banyak mendapat gambaran.

Sinagoge dimulai ketika bangsa Israel dibuang ke negeri Babel selama 70 tahun karena dosa-dosa mereka kepada Tuhan.

Karena Bait Suci orang Israel di Yerusalem sudah dihancurkan bangsa Babel, dan mereka berada di negeri orang yang tak mungkin membangun Bait Suci (karena Tuhan hanya mengizinkan membangun Bait Suci di Yerusalem, dan bangsa Babel tak mungkin mengizinkan mereka membangun Bait Suci di Babel), maka mereka membangun tempat ibadah atau Sinagoge.

Ketika mereka kembali dari pembuangan ke tanah Israel, maka mereka pun membangun kembali Bait Suci kedua, tetapi Sinagoge tetap mereka pakai untuk beribadah setiap minggunya, yakni pada hari Sabat. Sedangkan Bait Suci mereka pakai sebagai tempat ibadah setiap hari.

 

4. Sabat Didasarkan Pada Hari “Istirahat” Tuhan Dari Segala PekerjaanNya Dalam Mencipta

Sabat itu didasarkan pada prinsip penciptaan, di mana Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, setelah Ia selesai menciptakan alam semesta dan isinya pada hari pertama sampai hari keenam (Kejadian 2:1-3).

Jadi karena Tuhan hanya “bekerja” selama enam hari dalam mencipta, dan beristirahat pada hari ketujuh, maka demikianlah umatNya harus bekerja selama enam hari serta harus beristirahat pada hari ketujuh (Keluaran 20:8-11).

Tentu saja hal ini tidak bisa ditafsirkan secara harfiah, sebab Tuhan maha kuasa dan Ia tidak memerlukan istirahat, karena Ia tidak pernah keletihan. Namun maksudnya adalah bahwa Tuhan sudah berhenti mencipta, dan sejak itu hingga sekarang Ia “beristirahat”.

 

Page: 1 2