5. Ketika Daniel dianugerahi jabatan tinggi di istana Babel, ia menyerahkan jabatan sebagai penguasa wilayah kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego,

Daniel Tuhan karunia dengan penglihatan, mimpi, dan menafsirkan mimpi.

Suatu ketika Nebukadnezar, raja Babel, bermimpi dan semua orang berilmu di Babel tidak ada yang dapat menjelaskan mimpinya tersebut beserta artinya.

Tetapi oleh anugerah Tuhan, melalui bantuan doa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, Daniel berhasil menjelaskan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar tersebut.

Mimpi tersebut berbicara tentang 5 kerajaan yang silih berganti menguasai dunia, di mana puncaknya adalah kerajaan Mesianik. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya)

Daniel kemudian diangkat sebagai penguasa atas seluruh wilayah Babel di bawah raja Nebukadnezar.

Namun Daniel menyerahkan jabatan tersebut kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, sedangkan ia sendiri tinggal di istana raja (Daniel 2:1-49).

Hal ini berarti bahwa karier Sadrakh, Mesakh, dan Abednego semakin menanjak di kerajaan Babel (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Telah Sukses Di Usia Muda)

 

6. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak menyembah patung raja Nebukadnezar walau nyawa taruhannya

Pada masa kejayaannya di bawah Raja Nebukadnezar (605-562 SM), kerajaan Babel menjadi kerajaan adikuasa yang memerintah dunia (Daniel 2:37-38a).

Karena itu Nebukadnezar menjadi sombong dan gila hormat, ia menganggap dirinya dewa yang harus disembah oleh rakyatnya.

Nebukadnezar mewajibkan semua rakyatnya untuk menyembah patungnya. Jika ada yang tidak mau, maka Nebukadnezar akan membunuhnya.

Itulah juga yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tiga orang Yahudi. Mereka diwajibkan untuk menyembah patung Nebukadnezar.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Tetapi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego bersikeras tidak mau menyembah patung Nebukadnezar. Bahkan ketika nyawa mereka diancam.

Sebab Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya mau menyembah Tuhan.

Maka raja Nebukadnezar pun menjadi sangat marah, lalu dilemparkannya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Tetapi karena iman mereka kepada Tuhan, Ia melindungi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang menyala-nyala tersebut. Mereka tidak terluka sedikit pun (Daniel 3:1-23).

 

7. Setelah melihat iman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang teguh, Nebukadnezar mengakui Tuhan Israel dan menyerahkan jabatan yang lebih tinggi kepada

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego

Karena kagum akan iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang tetap setia hanya menyembah Tuhan, dan setelah melihat kuasa Tuhan dalam melindungi Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam api yang menyala-nyala, maka Nebukadnezar pun mengakui kebesaran Tuhannya orang Israel.

Bahkan Nebukadnezar kembali memberikan jabatan yang lebih tinggi di wilayah Babel kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Daniel 3:1-30).

Hal ini merupakan ganjaran atas iman dan kesetiaan Sadrakh, Mesakh dan Abednego kepada Tuhan.

 

Itulah 7 fakta tentang Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di Alkitab Perjanjian Lama.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan