Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

 

Artikel ini membahas tentang Simon orang Kirene, sebagaimana yang dicatat di Alkitab Perjanjian Baru.

Kisah Simon orang Kirene atau Simon dari Kirene yang membantu memikul salib Tuhan Yesus tentu sudah tidak asing lagi bagi kita.

Apalagi setiap Hari Paskah, kita pasti teringat akan kisah Simon orang Kirene ini.

Kisah penyaliban Tuhan Yesus tidak mungkin terlepas dari figur Simon orang Kirene, khususnya jika kita mengingat prosesi penyaliban Yesus, sejak Ia dihukum mati oleh Pontius Pilatus hingga Ia disalibkan di bukit Golgota.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Yang Perlu Anda Tahu

Siapakah sebenarnya Simon orang Kirene? Mengapa Simon orang Kirene yang ditunjuk menjadi pembawa salib Yesus? Dari mana Simon orang Kirene berasal?

Bagaimana kehidupannya selanjutnya setelah Yesus disalibkan? Apakah akhirnya Simon orang Kirene bertobat? Bagaimana dengan keluarganya, apakah mereka juga bertobat?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Simon orang Kirene atau Simon dari Kirene.

Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Kisah Simon Orang Kirene Hanya Terdapat Di Dalam Injil Sinoptik

Kisah Simon orang Kirene yang memikul salib Yesus hanya dicatat di dalam ketiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas).

Dan hanya ditulis dalam satu ayat saja di masing-masing Injil tersebut, yakni dalam Matius 27:32; Markus 15:21; dan Lukas 23:26.

Kisah Simon dari Kirene tidak dicatat dalam Injil keempat atau Injil Yohanes.

Injil Yohanes lebih fokus pada Tuhan Yesus sendiri yang tekun memikul salibNya (Yoh 19:17).

Namun, tidak-adanya kisah Simon dari Kirene dalam Injil Yohanes bukanlah merupakan suatu masalah.

Sebab, banyak juga kisah-kisah atau ajaran-ajaran Tuhan Yesus lainnya yang ada dalam Injil tertentu tetapi tidak ada dalam Injil lainnya, sebagaimana halnya dengan kisah Simon dari Kirene ini.

Para penulis Injil menulis Injil mereka dengan penekanan dan fokus yang berbeda-beda.

Jadi Yesus memang benar membawa salibNya sendiri menuju bukit Golgota, tetapi kemudian prajurit Romawi memaksa Simon orang Kirene untuk menggantikan Yesus  memikul salibNya.

Pastilah karena Dia sudah terlalu lelah untuk memikul salibNya sendiri, diakibatkan siksaan yang sangat berat yang dialamiNya.

 

2. Simon Orang Kirene Adalah Seorang Yang Beragama Yahudi

Di dalam Alkitab tidak dijelaskan apakah Simon orang Kirene adalah seorang Yahudi atau bukan.

Tetapi Simon jelas adalah nama Yahudi, nama yang umum dipakai orang-orang Yahudi saat itu.

Karena itu, sangat mungkin bahwa Simon orang Kirene adalah seorang Yahudi.

Kendati demikian, ada juga kemungkinan ia seorang proselit, penganut agama Yahudi dari bangsa lain, lalu mengubah namanya dengan nama Yahudi, seperti yang juga kadang terjadi.

Namun siapa pun Simon orang Kirene sesungguhnya, apakah ia orang Yahudi atau tidak, yang jelas ia adalah seorang yang beragama Yahudi.

Sebab nama Simon pada masa itu hanya dipakai oleh orang Yahudi atau orang yang beragama Yahudi.

 Simon adalah bentuk Yunani dari Simeon (bahasa Aram) yang berasal dari kata Shim’on (bahasa Ibrani), yang artinya, “mendengar”.

Nama ini sudah pasti berasal dari nama anak Yakub, salah satu leluhur bangsa Israel, yakni Simeon.

Namun, kalaupun benar bahwa Simon dari Kirene adalah seorang Yahudi, tidak berarti bahwa ia pasti berasal dari suku Simeon. (Baca juga: 7 Nama Di Perjanjian Lama Yang Paling Banyak Dipakai Di Perjanjian Baru)

 

3. Simon Orang Kirene Berasal Dari Kirene, Afrika

Karena pada masanya banyak orang yang bernama Simon, maka nama Simon ini ditambahkan dengan “Orang Kirene” atau “Dari Kirene” (bahasa Yunani: Kyrenaion).

Ini menunjukkan bahwa Simon berasal dari Kirene, sebuah wilayah di Afrika Utara.

Kirene, yang saat ini termasuk ke wilayah negara Libya, adalah kota penting pada zaman Perjanjian Baru.

Di kota itu terdapat komunitas Yahudi yang cukup besar.

Orang-orang Yahudi atau penganut agama Yahudi dari Kirene turut menghadiri Hari Pentakosta ketika Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 2:10).

Orang-orang Kirene, bersama orang Aleksandria, mempunyai sinagoge di Yerusalem.

Merekalah kelompok yang bersoal jawab dengan Stefanus, seorang diaken gereja mula-mula, yang menyebabkannya diseret ke Mahkamah Agama Yahudi dan dihukum mati dengan tuduhan palsu (Kisah Para Rasul 6:9-14).  (Baca: 7 Diaken Gereja Yang Pertama)

Namun, orang-orang Kristen Yahudi dari Kirenelah, bersama orang-orang Siprus, yang pertama-tama membawa Injil kepada orang-orang non-Yahudi di Antiokhia, yang menjadi cikal bakal gereja Antiokhia, gereja Kristen non-Yahudi pertama (Kisah Para Rasul 11:20-21).

Salah satu di antara orang-orang Kirene itu, yakni Lukius, menjadi nabi di jemaat Antiokhia (Kisah Para Rasul 13:1).

 

4. Simon Orang Kirene Memikul Salib Yesus Karena Terpaksa

Di dalam Injil Markus dan Lukas, disebutkan bahwa Simon orang Kirene baru datang dari luar kota (kota Yerusalem) ketika prajurit-prajurit Romawi memintanya membantu memikul salib Tuhan Yesus.

Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut dari kota mana ia baru datang dan apa urusannya di luar kota Yerusalem.

Ada dua kemungkinan. Pertama, Simon orang Kirene tinggal di Kirene dan baru datang dari sana ke Yerusalem untuk suatu urusan, bisa urusan pekerjaan ataupun urusan keagamaan.

Jika itu urusan pekerjaan, maka mungkin Simon orang Kirene ada tanah atau ladang di Yerusalem.

Jika itu urusan keagamaan, mungkin Simon orang Kirene sengaja datang ke Yerusalem untuk merayakan Hari Paskah di Yerusalem, di mana terdapat Bait Suci orang Yahudi. Saat itu adalah Hari Raya Paskah.

Kedua, Simon orang Kirene berasal dari Kirene tetapi tinggal di Yerusalem. Ia ada urusan di luar kota (bisa di Kirene sendiri, daerah asalnya ataupun di kota lain) dan sedang kembali pulang ke Yerusalem.

Hal ini sama seperti Barnabas, seorang Yahudi diaspora di Siprus, yang menjual ladangnya di sana, tetapi memilih menetap di Yerusalem (Kisah Para Rasul 4:36-37).

Ketika Simon orang Kirene dalam perjalanan pulang ke Yerusalem dari luar kota, ternyata ia bertemu dengan arak-arakan penyaliban Tuhan Yesus.

Hal ini adalah sebuah kejadian yang kebetulan.

Tetapi sangat mungkin Simon sempat berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut sehingga dia dicegat oleh para prajurit Romawi.

Kita tidak tahu mengapa Simon orang Kirene yang dipilih membantu mengangkat salib Tuhan Yesus.

Ada kemungkinan karena Simon orang Kirene menunjukkan rasa simpatinya kepada Tuhan Yesus.

Atau boleh jadi karena Simon mempunyai tubuh yang kuat.

Atau mungkin juga prajurit Romawi memilihnya secara acak, jadi kebetulan saja Simon orang Kirene yang terpilih.

Apa pun alasannya, yang jelas Simon orang Kirene dipaksa untuk tugas itu.

Page: 1 2

View Comments