Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Simon Orang Kirene

 

3. Simon Orang Kirene Berasal Dari Kirene, Afrika

Karena pada masanya banyak orang yang bernama Simon, maka nama Simon ini ditambahkan dengan “Orang Kirene” atau “Dari Kirene” (bahasa Yunani: Kyrenaion), yang menunjukkan bahwa ia berasal dari Kirene, sebuah wilayah di Afrika Utara.

Kirene, yang saat ini termasuk ke wilayah negara Libya, adalah kota penting pada zaman Perjanjian Baru. Di kota itu terdapat komunitas Yahudi yang cukup besar. Orang-orang Yahudi atau penganut agama Yahudi dari Kirene turut menghadiri Hari Pentakosta ketika Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 2:10).

Orang-orang Kirene, bersama orang Aleksandria, mempunyai sinagoge di Yerusalem. Merekalah kelompok yang bersoal jawab dengan Stefanus, seorang diaken gereja mula-mula, yang menyebabkannya diseret ke Mahkamah Agama Yahudi dan dihukum mati dengan tuduhan palsu (Kisah Para Rasul 6:9-14).  Baca: 7 Diaken Gereja Yang Pertama

Namun, orang-orang Kristen Yahudi dari Kirenelah, bersama orang-orang Siprus, yang pertama-tama membawa Injil kepada orang-orang non-Yahudi di Antiokhia, yang menjadi cikal bakal gereja Antiokhia, gereja Kristen non-Yahudi pertama (Kisah Para Rasul 11:20-21). Salah satu di antara orang-orang Kirene itu, yakni Lukius, menjadi nabi di jemaat Antiokhia (Kisah Para Rasul 13:1).

 

4. Simon Orang Kirene Memikul Salib Yesus Karena Terpaksa

Di dalam Injil Markus dan Lukas, disebutkan bahwa Simon orang Kirene baru datang dari luar kota (kota Yerusalem) ketika prajurit-prajurit Romawi memintanya membantu memikul salib Tuhan Yesus. Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut dari kota mana ia baru datang dan apa urusannya di luar kota Yerusalem.

Ada dua kemungkinan. Pertama, Simon orang Kirene tinggal di Kirene dan baru datang dari sana ke Yerusalem untuk suatu urusan, bisa urusan pekerjaan ataupun urusan keagamaan.

Jika itu urusan pekerjaan, maka mungkin Simon orang Kirene ada tanah atau ladang di Yerusalem. Jika itu urusan keagamaan, mungkin Simon orang Kirene sengaja datang ke Yerusalem untuk merayakan Hari Paskah di Yerusalem, di mana terdapat Bait Suci orang Yahudi. Saat itu adalah Hari Raya Paskah.

Kedua, Simon orang Kirene berasal dari Kirene tetapi tinggal di Yerusalem. Ia ada urusan di luar kota (bisa di Kirene sendiri, daerah asalnya ataupun di kota lain) dan sedang kembali pulang ke Yerusalem. Hal ini sama seperti Barnabas, seorang Yahudi diaspora di Siprus, yang menjual ladangnya di sana, tetapi memilih menetap di Yerusalem (Kisah Para Rasul 4:36-37).

Ketika Simon orang Kirene dalam perjalanan pulang ke Yerusalem dari luar kota, ternyata ia bertemu dengan arak-arakan penyaliban Tuhan Yesus. Hal ini adalah sebuah kejadian yang kebetulan. Tetapi sangat mungkin Simon sempat berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut sehingga dia dicegat oleh para prajurit Romawi.

Kita tidak tahu mengapa Simon orang Kirene yang dipilih membantu mengangkat salib Tuhan Yesus. Ada kemungkinan karena Simon orang Kirene menunjukkan rasa simpatinya kepada Tuhan Yesus. Atau karena Simon mempunyai tubuh yang kuat.

Atau mungkin juga prajurit Romawi memilihnya secara acak, jadi kebetulan saja Simon orang Kirene yang terpilih. Apa pun alasannya, yang jelas Simon orang Kirene dipaksa untuk tugas itu.

 

5. Simon Orang Kirene Memikul Salib Yesus Dengan Setia

Sekalipun Simon orang Kirene mengangkat salib Yesus karena terpaksa, namun rupanya dalam perjalanan selanjutnya, ia memikul salib itu dengan rela hati. Apalagi setelah ia melihat penderitaan Yesus, dan mulai mengetahui bahwa Ia sebenarnya adalah orang Benar, yang tidak layak dihukum mati. Maka Simon orang Kirene bisa jadi mulai berempati kepadaNya. Ia akhirnya memikul salib itu secara iklas.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!