7 Fakta Tentang Simon Tukang Sihir

 

Artikel ini membahas tentang Simon tukang sihir atau Simon orang Samaria di Alkitab.

Simon tukang sihir atau Simon orang Samaria adalah salah satu penduduk di wilayah Samaria yang disebut di Alkitab Perjanjian Baru.

Simon tukang sihir bukanlah orang penting di Alkitab.

Simon tukang sihir hanya disebut dalam Kitab Kisah Para Rasul yang berkaitan dengan pelayanan Filipus, satu dari 7 Diaken Gereja Yang Pertama.

Kendati demikian, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kisah Simon tukang sihir atau Simon orang Samaria ini.

Siapakah sebenarnya Simon tukang sihir? Bagaimana latar belakang kehidupannnya? Bagaimana akhir hidupnya?

Baca juga: 7 Fakta Tentang Stefanus

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kehidupannya?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Simon tukang sihir atau Simon orang Samaria.

Fakta-fakta apa sajakah itu?

Berikut pembahasannya.

 

1. Simon Orang Samaria Adalah Seorang Tukang Sihir Terkenal Di Samaria

Ketika terjadi penganiayaan terhadap gereja mula-mula di Yerusalem, Filipus, salah satu diaken di gereja Yerusalem, pergi ke salah satu kota di Samaria untuk memberitakan Injil. Di kota itu terdapat seorang tukang sihir bernama Simon.

Menurut Justinus Martir (100-165 Masehi), seorang bapa gereja yang lahir di Samaria (Nablus), Simon tukang sihir berasal dari kota Gitta, Samaria. Berarti Gitta adalah nama kota yang dituju oleh Filipus di Samaria, di mana Simon merupakan salah satu warganya. Hal ini berarti bahwa Simon orang Samaria hampir pasti adalah orang Samaria, bukan orang Yahudi, sekalipun ia mempunyai nama Simon.

Memang, tukang sihir adalah hasil perkawinan campuran antara orang Israel dengan bangsa-bangsa lain. Mereka punya Pentateukh atau Lima Kitab Musa sebagai Kitab Suci, walau isinya “sedikit berbeda” dengan Pentateukh orang Yahudi.

Dengan demikian tidaklah mengherankan jika orang-orang Samaria seperti Simon orang Samaria ini mempunyai nama yang banyak dipakai oleh orang Yahudi, karena sama-sama diambil dari Pentateukh. Simon sendiri adalah nama anak Yakub (Bahasa Ibrani, Simeon) yang jelas tercatat di dalam Pentateukh.

Alkitab tidak mencatat latar belakang Simon orang Samaria dan keluarganya, tetapi dijelaskan bahwa Simon orang Samria adalah seorang tukang sihir. Tukang sihir biasanya adalah orang yang meramal nasib seseorang dan berhubungan dengan dunia orang mati. Jadi, seorang tukang sihir adalah orang yang berkaitan dengan kuasa kegelapan atau kuasa iblis.

Selain itu, Alkitab juga mengatakan bahwa Simon orang Samaria sudah lama menekuni “profesi” sebagai tukang sihir. Hal ini berarti bahwa Simon orang Samaria sudah begitu dalam terikat dengan kuasa kegelapan (Kisah Para Rasul 8:9).

Jika kita tinjau dari sisi Pentateukh, yang menjadi Kitab Suci orang Samaria, maka jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Simon orang Samaria ini bertentangan dengan firman Tuhan. Sebab, di dalam Pentateukh atau Taurat disebutkan tentang larangan terhadap segala bentuk perbuatan sihir (Ulangan 18:10-11).

Hal ini menunjukkan bahwa Simon orang Samaria secara terang-terangan telah melanggar firman Tuhan. Ia tidak sadar bahwa ia sedang menjerumuskan dirinya kepada perhambaan terhadap iblis. Sekalipun Simon orang Samaria adalah seorang yang beragama Samaria yang sudah tahu firman Tuhan,  namun ia tetap saja melanggarnya dengan melakukan dosa persihiran.

 

2. Selain Seorang Tukang Sihir, Simon Orang Samaria Juga Seorang Penyesat Ulung

Karena Simon orang Samaria adalah seorang tukang sihir dan telah lama “membuka praktek” sihirnya, maka ia pun punya banyak pengikut. Hal ini sangat wajar, sebab pasti akan banyak orang yang datang kepadanya untuk “berkonsultasi” atau meminta bantuan yang berkaitan dengan kuasa kegelapan.

Jadi adalah biasa jika orang datang kepada Simon orang Samaria untuk meminta ramalan akan masa depannya atau meminta bantuan untuk “dihubungkan” dengan roh nenek moyang mereka, yang sebenarnya adalah hubungan dengan kuasa kegelapan atau iblis. Apalagi Simon orang Samaria juga memperagakan perbuatan sihirnya di hadapan orang banyak di kotanya, mereka pun semakin takjub kepadanya.

Dengan kemampuan sihirnya itu dan mungkin juga dengan kemampuan untuk memanipulasi orang, maka tidak heran orang-orang Samaria pun sangat mengagumi Simon orang Samaria dan menjadi pengikutnya. Bahkan, orang-orang Samaria memandangnya bukan hanya pemimpin biasa, tetapi “kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.” (Kisah Para Rasul 8:10-11).

Hal ini punya makna bahwa orang-orang Samaria memandang Simon orang Samaria sebagai seorang yang sangat istimewa, yang kuasanya berasal dari Tuhan sendiri. Betapa tingginya penghormatan yang diberikan oleh orang-orang Samaria terhadap Simon orang Samaria!

Simon orang Samaria sendiri tentu sangat senang diikuti oleh banyak orang. Bahkan ketika orang menyebutnya sebagai seorang yang punya kuasa istimewa dari Tuhan, ia sangat menikmatinya. Simon orang Samaria begitu senang dikagumi, dipuji, dan diikuti oleh banyak orang, karena ia merasa bahwa ia memang punya kelebihan dalam hal-hal supranatural, yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.

Simon orang Samaria tidak peduli jika sebenarnya ia sedang menipu dan membohongi orang banyak, sebab kuasanya bukanlah dari Tuhan tetapi dari iblis. Simon orang Samaria bukanlah orang yang istimewa, melainkan justru seorang korban yang sedang disesatkan oleh iblis.

Yang diinginkan Simon orang Samaria hanyalah dirinya merasa hebat dan dikagumi bak dewa oleh semua orang. Padahal sesungguhnya ia adalah seorang penyesat ulung yang sedang menyesatkan para pengikutnya.

Memang, itulah sifat utama iblis, yang menginginkan semua orang mengagumi bahkan menyembah dirinya dan antek-anteknya serta membuat mereka menjauh dari Tuhan.

 

3. Simon Tukang Sihir Bertobat Setelah Mendengar Khotbah Filipus

Ketika Filipus, salah satu diaken gereja mula-mula, memberitakan Injil di kota Simon tukang sihir, maka semua orang yang mendengarnya menerimanya dengan bulat hati sehingga sangat besarlah sukacita di kota tersebut (Kisah Para Rasul 8:6-8).

Hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Sangat jarang terjadi para pendengar langsung percaya dengan bulat hati kepada Injil yang diberitakan, biasanya akan ada penolakan dari beberapa orang tertentu. Rupanya hal ini terjadi karena Filipus mengadakan banyak mujizat di tengah-tengah orang Samaria, seperti menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.

Dan para pengikut Simon orang Samria yang tadinya mengikutinya sekarang percaya kepada Tuhan Yesus yang diberitakan oleh Filipus. Dengan demikian, tentu mereka tidak lagi mengikuti Simon orang Samaria.

Bukan hanya itu, ternyata Simon orang Samaria sendiri pun akhirnya percaya juga kepada Injil yang diberitakan oleh Filipus. Sekalipun Simon orang Samaria terkenal sebagai seorang tukang sihir, dan menyesatkan banyak orang dengan sihirnya, namun ia telah mengambil keputusan yang tepat dengan percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi dirinya dibaptis (Kisah Para Rasul 8:12-13a).

Keputusan Simon orang Samaria ini cukup radikal, mengingat dia sudah begitu lama terlibat dalam kuasa kegelapan. Rupanya pengalaman hidup Simon orang Samaria yang banyak terlibat dalam dunia kegelapan tidak menghalanginya untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Percaya kepada Tuhan Yesus telah membawa titik balik penting dalam hidup Simon orang Samaria.

Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut tentang iman Simon orang Samaria ini, Alkitab hanya mencatat bahwa Simon orang Samaria “percaya” kepada Tuhan Yesus yang diberitakan oleh Filipus.

Namun yang jelas, Simon orang Samaria pasti sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi dirinya dibaptis. Sebab jika tidak, pastilah Filipus tidak mau membaptisnya, apalagi Filipus adalah seorang yang penuh dengan Roh Kudus dan hikmat (Kisah Para Rasul 6:3-5). Jadi pastilah Filipus tidak keliru dalam membaptis Simon orang Samaria.

Filipus tentu telah menilai bahwa iman Simon orang Samaria kepada Tuhan Yesus sudah cukup memadai untuk disebut sebagai “orang percaya” sehingga layak untuk dibaptis. Dengan kata lain, Simon orang Samaria sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.

 

4. Setelah Bertobat Dan Dibaptis Oleh Filipus, Simon Tukang Sihir Selalu Bersama-Sama Dengan Filipus

Ada satu hal yang menarik setelah Simon tukang sihir menjadi orang percaya, ia selalu bersama-sama dengan Filipus. Ia begitu takjub dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus (Kisah Para Rasul 8:13b).

Mungkin hal ini karena sebelum percaya kepada Tuhan Yesus, Simon orang Samaria adalah seorang tukang sihir, yang terbiasa dengan hal-hal yang “ajaib”.

Jadi Simon orang Samaria sangat senang dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus. Mungkin saja Simon orang Samaria berpikir bahwa mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus merupakan bentuk lain dari sihir yang biasa dilakukannya. Atau, bisa jadi bahwa ia kagum melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus karena ia belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya, apalagi melakukannya.

Jadi Simon orang Samaria terkejut dan heran ketika melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus. Hal ini bisa dalam arti negatif maupun dalam arti positif. Negatif, jika ia hanya mengarahkan pikirannya pada mujizat-mujizat itu, positif jika ia mengagumi perbuatan Tuhan yang hebat yang jauh melebihi perbuatan sihirnya selama ini.

Namun apa pun alasannya, sikap Simon orang Samaria yang selalu bersama-sama dengan Filipus patut diteladani. Sebab, dengan selalu bersama-sama dengan Filipus, paling tidak ia bisa belajar dari Filipus tentang firman Tuhan. Dan sebagai seorang penginjil pastilah Filipus bersedia membantunya untuk lebih mengerti firman Tuhan. Dengan demikian iman Simon orang Samaria bisa bertumbuh.

Simon orang Samaria juga bisa bertanya langsung kepada Filipus jika seandainya ada hal-hal yang belum dipahaminya tentang kekristenan. Apalagi ia baru bertobat, sangat membutuhkan pendampingan dari para hamba Tuhan atau orang-orang yang lebih rohani seperti Filipus.

Selain itu, dengan selalu bersama-sama dengan Filipus, Simon orang Samaria juga akan tertopang imannya, sehingga ia tidak mudah jatuh ke dalam dosa atau ke dalam cara hidupnya yang lama, sebelum ia percaya kepada Tuhan Yesus. Dan tentu bergaul dengan hamba Tuhan akan jauh lebih baik baginya daripada ia bergaul dengan teman-temannya sesama tukang sihir yang bisa membawanya kembali ke dunia persihiran.

Jadi, sikap Simon orang Samaria yang selalu ingin bersama-sama dengan Filipus merupakan sikap yang sangat tepat.

(Visited 27 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!