Loading...
Loading...

7 Fakta Tentang Simon Tukang Sihir

 

3. Simon Tukang Sihir Bertobat Setelah Mendengar Khotbah Filipus

Ketika Filipus, salah satu diaken gereja mula-mula, memberitakan Injil di kota Simon tukang sihir, maka semua orang yang mendengarnya menerimanya dengan bulat hati sehingga sangat besarlah sukacita di kota tersebut (Kisah Para Rasul 8:6-8).

Hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Sangat jarang terjadi para pendengar langsung percaya dengan bulat hati kepada Injil yang diberitakan, biasanya akan ada penolakan dari beberapa orang tertentu. Rupanya hal ini terjadi karena Filipus mengadakan banyak mujizat di tengah-tengah orang Samaria, seperti menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.

Dan para pengikut Simon orang Samria yang tadinya mengikutinya sekarang percaya kepada Tuhan Yesus yang diberitakan oleh Filipus. Dengan demikian, tentu mereka tidak lagi mengikuti Simon orang Samaria.

Bukan hanya itu, ternyata Simon orang Samaria sendiri pun akhirnya percaya juga kepada Injil yang diberitakan oleh Filipus. Sekalipun Simon orang Samaria terkenal sebagai seorang tukang sihir, dan menyesatkan banyak orang dengan sihirnya, namun ia telah mengambil keputusan yang tepat dengan percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi dirinya dibaptis (Kisah Para Rasul 8:12-13a).

Keputusan Simon orang Samaria ini cukup radikal, mengingat dia sudah begitu lama terlibat dalam kuasa kegelapan. Rupanya pengalaman hidup Simon orang Samaria yang banyak terlibat dalam dunia kegelapan tidak menghalanginya untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Percaya kepada Tuhan Yesus telah membawa titik balik penting dalam hidup Simon orang Samaria.

Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut tentang iman Simon orang Samaria ini, Alkitab hanya mencatat bahwa Simon orang Samaria “percaya” kepada Tuhan Yesus yang diberitakan oleh Filipus.

Namun yang jelas, Simon orang Samaria pasti sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi dirinya dibaptis. Sebab jika tidak, pastilah Filipus tidak mau membaptisnya, apalagi Filipus adalah seorang yang penuh dengan Roh Kudus dan hikmat (Kisah Para Rasul 6:3-5). Jadi pastilah Filipus tidak keliru dalam membaptis Simon orang Samaria.

Filipus tentu telah menilai bahwa iman Simon orang Samaria kepada Tuhan Yesus sudah cukup memadai untuk disebut sebagai “orang percaya” sehingga layak untuk dibaptis. Dengan kata lain, Simon orang Samaria sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.

 

4. Setelah Bertobat Dan Dibaptis Oleh Filipus, Simon Tukang Sihir Selalu Bersama-Sama Dengan Filipus

Ada satu hal yang menarik setelah Simon tukang sihir menjadi orang percaya, ia selalu bersama-sama dengan Filipus. Ia begitu takjub dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus (Kisah Para Rasul 8:13b).

Mungkin hal ini karena sebelum percaya kepada Tuhan Yesus, Simon orang Samaria adalah seorang tukang sihir, yang terbiasa dengan hal-hal yang “ajaib”.

Jadi Simon orang Samaria sangat senang dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus. Mungkin saja Simon orang Samaria berpikir bahwa mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus merupakan bentuk lain dari sihir yang biasa dilakukannya. Atau, bisa jadi bahwa ia kagum melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus karena ia belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya, apalagi melakukannya.

Jadi Simon orang Samaria terkejut dan heran ketika melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Filipus. Hal ini bisa dalam arti negatif maupun dalam arti positif. Negatif, jika ia hanya mengarahkan pikirannya pada mujizat-mujizat itu, positif jika ia mengagumi perbuatan Tuhan yang hebat yang jauh melebihi perbuatan sihirnya selama ini.

Namun apa pun alasannya, sikap Simon orang Samaria yang selalu bersama-sama dengan Filipus patut diteladani. Sebab, dengan selalu bersama-sama dengan Filipus, paling tidak ia bisa belajar dari Filipus tentang firman Tuhan. Dan sebagai seorang penginjil pastilah Filipus bersedia membantunya untuk lebih mengerti firman Tuhan. Dengan demikian iman Simon orang Samaria bisa bertumbuh.

Simon orang Samaria juga bisa bertanya langsung kepada Filipus jika seandainya ada hal-hal yang belum dipahaminya tentang kekristenan. Apalagi ia baru bertobat, sangat membutuhkan pendampingan dari para hamba Tuhan atau orang-orang yang lebih rohani seperti Filipus.

Selain itu, dengan selalu bersama-sama dengan Filipus, Simon orang Samaria juga akan tertopang imannya, sehingga ia tidak mudah jatuh ke dalam dosa atau ke dalam cara hidupnya yang lama, sebelum ia percaya kepada Tuhan Yesus. Dan tentu bergaul dengan hamba Tuhan akan jauh lebih baik baginya daripada ia bergaul dengan teman-temannya sesama tukang sihir yang bisa membawanya kembali ke dunia persihiran.

Jadi, sikap Simon orang Samaria yang selalu ingin bersama-sama dengan Filipus merupakan sikap yang sangat tepat.

 

5. Simon Tukang Sihir Tidak Mengerti Tentang Roh Kudus, Karena Ia Ingin Membelinya

Ketika jumlah orang percaya di Samaria semakin banyak, dan para rasul di Yerusalem menerima kabar akan hal itu, maka mereka mengutus dua rasul ke Samaria, yakni Petrus dan Yohanes. Para rasul ingin melihat secara langsung hasil pekerjaan Filipus di Samaria serta memberi bimbingan rohani yang dibutuhkan oleh para petobat baru di situ.

Karena Filipus merupakan diaken di gereja Yerusalem yang diangkat oleh para rasul, maka dia berada dalam pengawasan para rasul.

Setelah Petrus dan Yohanes tiba di Samaria, mereka berdoa dan menumpangkan tangan kepada orang-orang percaya di situ sehingga mereka menerima Roh Kudus. Hal ini sesuai dengan yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel (Yoel 2:28-29) dan yang pernah dialami oleh jemaat di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2:15-18).

Roh Kudus ini diberikan untuk memampukan orang percaya dalam bersaksi, seperti yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1:8).

Hal ini rupanya sangat menarik perhatian Simon tukang sihir. Dia takjub akan pekerjaan Roh Kudus di antara orang-orang percaya di Samaria. Karena itu Simon orang Samaria menawarkan sejumlah uang kepada Petrus untuk membeli karunia Roh Kudus, supaya ketika ia menumpangkan tangannya kepada orang lain, orang itu beroleh Roh Kudus!

Dari sini terlihat bahwa Simon orang Samaria ternyata masih terpengaruh oleh “profesi” lamanya sebagai tukang sihir. Ia sudah terbiasa dengan hal-hal gaib dan spektakuler, seperti pencurahan Roh Kudus ini.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!