Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Simson Di Alkitab

 

5. Simson Ditangkap Dan Dipenjarakan Orang Filistin Karena Dihianati Kekasihnya, Delila

Simson sangat mudah tergoda dengan wanita, dan karena wanita jugalah ia akhirnya “hancur”. Simson dihianati oleh wanita “mata-mata” orang Filistin.

Peristiwa ini dimulai ketika Simson membangun hubungan cinta dengan wanita Filistin yang bernama Delila. Hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang Filistin untuk menjerat Simson. Raja-raja kota orang Filistin menawarkan sejumlah besar uang kepada Delila agar ia membujuk Simson untuk memberitahukan letak kekuatannya yang luar biasa itu. Dengan demikian orang-orang Filistin tersebut bisa membunuh Simson.

Sampai tiga kali Delila menggoda Simson agar memberitahukan rahasia kekuatannya yang luar biasa, namun tiga kali juga Simson dapat mematahkan godaan Delila dengan selalu membohonginya. Namun, Simson tidak pernah lari dari rayuan Delila, seperti halnya Yusuf lari dari rayuan istri Potifar. Akibatnya, ia pun takhluk pada wanita Filistin tersebut.

Ketika sekali lagi Delila membujuknya untuk memberitahukan letak kekuatannya, sebagai bukti cinta Simson kepada Delila, Simson pun menyerah. Ia memberitahukan bahwa ia adalah seorang nazir Tuhan dan bahwa kekuatannya ada di rambutnya, jika rambutnya tersebut dicukur maka hilanglah kekuatannya.

Maka Delila pun menyuruh orang mencukur rambut Simson ketika ia tidur di pangkuan Delila. Setelah rambut Simson dicukur, maka orang Filistin pun siap menangkapnya. “Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.”

 Simson masih percaya diri bahwa Tuhan tetap menyertainya sekalipun ia telah berulang kali tidak menaatiNya dan membuka rahasia kenazirannya kepada perempuan kafir. Namun, kali ini Tuhan tidak lagi berkenan akan perbuatan Simson yang terus-menerus menuruti hawa nafsunya terhadap wanita.

Tuhan meninggalkan Simson! Orang Filistin menangkap Simson, kemudian mencungkil kedua matanya dan menempatkannya di penjara dengan pekerjaan menggiling buah zaitun, yang seharusnya dikerjakan sapi. Tentu ini adalah sebuah perlakuan yang sangat hina bagi seorang hamba Tuhan sebesar Simson (Hakim-Hakim 16:4-22).

 

6. Simson Bertobat Di Penjara, Tetapi Harus Menerima Konsekwensi Perbuatannya

Setelah beberapa lama di penjara, Simson rupanya mulai sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya selama ini. Simson juga tampaknya mulai sadar akan panggilan Tuhan semula dalam hidupnya, yakni untuk menyelamatkan umat Tuhan dari kuasa bangsa Filistin.

Di samping itu, rambut Simson pun mulai tumbuh kembali, kekuatannya yang hilang akibat rambutnya yang dicukur, mulai pulih. Maka ketika orang Filistin membawa Simson ke sebuah gedung untuk menyuruhnya melawak dan menjadikannya bahan tertawaan, ia pun berusaha membunuh mereka.

Di gedung itu berkumpul 3000 orang Filistin, untuk mengadakan perayaan korban kepada dewa mereka, yang mereka yakini telah menyerahkan Simson ke tangan mereka. Dalam keadaan buta setelah kedua matanya dicungkil, Simson pun meraba-raba tiang penyangga gedung tersebut. Simson memegang kedua tiang penyangga gedung itu, dengan satu tangan di tiang kiri dan satu tangan lagi di tiang kanan.

Kemudian Simson berdoa kepada Tuhan agar ia diberi kekuatan sekali lagi saja sehingga ia bisa membalas perbuatan orang-orang Filistin tersebut. Dan dengan sekuat tenaga Simson pun mendorong kedua tiang gedung itu sehingga rubuh dan menewaskan semua orang yang ada di dalamnya. Namun, hal ini juga menjadi kematian Simson, ia ikut tertimpa gedung tersebut (Hakim-Hakim 16:23-31).

Sekalipun Simson telah bertobat, namun ia harus membayar mahal perbuatan-perbuatannya yang tidak taat kepada Tuhan. Tuhan mendengar doa Simson yang terakhir untuk membunuh orang Filistin, namun hal itu tak bisa meluputkannya dari kematian.

 

7. Simson Dikenang Sebagai Salah Satu Pahlawan Iman Dari Perjanjian Lama

Ketidaktaatan Simson membuat ia tidak mencapai hasil yang maksimal selama 20 tahun menjabat sebagai hakim Israel. Orang Filistin yang dibunuh Simson pada hari kematiannya, yakni 3000 orang, lebih banyak daripada yang dibunuhnya selama ia hidup. Dan, tidak seperti para hakim sebelumnya, Simson tidak pernah berhasil membebaskan umat Allah yang dipimpinnya, bangsa Israel, dari kuasa orang Filistin.

Simson juga tidak pernah memimpin pasukan Israel untuk berperang melawan orang Filistin, sebagaimana dengan para hakim Israel sebelumnya. Simson hanya berjuang sendirian melawan orang Filistin, untuk urusan pribadinya, yakni urusan yang berkaitan dengan cinta dan wanita.

Kendati demikian, kepahlawanan Simson dalam mengalahkan bangsa Filistin, musuh bebuyutan bangsa Israel, serta pertobatannya di akhir hidupnya, membuat Simson layak dimasukkan ke dalam daftar para Pahlawan Iman dari Perjanjian Lama (Ibrani 11:32).

 

Itulah 7 fakta tentang Simson yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Simson”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Page: 1 2