Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Stefanus Di Alkitab

 

5. Ketika Stefanus Dilempari Batu Oleh Orang-Orang Yahudi Yang Tersinggung Dengan Khotbahnya, Ia Berdoa Bagi Mereka

Orang Yahudi yang marah karena khotbah Stefanus kemudian menyeret Stefanus ke luar kota (Yerusalem) dan melemparinya dengan batu.

Tokoh penting di balik pembunuhan Stefanus ini adalah Saul, yang kemudian hari bertobat dan dikenal sebagai Paulus, rasul besar Tuhan Yesus (lihat poin 7 di bawah).

Sebelum Stefanus akhirnya meninggal karena dilempari batu, dengan penuh kepasrahan ia menyerahkan nyawanya kepada Tuhan Yesus.

Hal ini mengingatkan kita pada Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus telah mengakhiri karya penebusanNya di kayu salib, Ia menyerahkan nyawaNya kepada Bapa (Lukas 23:46).

Bukan hanya itu, luar biasanya adalah bahwa Stefanus justru berdoa untuk orang-orang Yahudi yang melemparinya itu.

Stefanus tidak benci kepada mereka, dan dia tidak berdoa agar Tuhan menghukum atau membalas perbuatan mereka.

Tetapi Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut!

Hal seperti inilah dulu yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, ketika Ia meminta pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkanNya (Lukas 23:34a).

Stefanus benar-benar meneladani Tuhan Yesus, gurunya.

Dengan kata-kata pengampunannya itu, maka meninggallah Stefanus (Kisah Para Rasul 7:57-60).

 

6. Stefanus Meninggal Sebagai Martir Pertama Kristen

Stefanus di Alkitab adalah martir pertama Kristen, orang yang mati karena mempertahankan imannya.

Cukup menarik, karena yang menjadi martir pertama Kristen bukanlah salah satu dari dua belas murid Tuhan Yesus ataupun rasul-rasulNya, tetapi justru Stefanus, seorang diaken gereja mula-mula!

Memang, Stefanus bukanlah orang yang pertama meninggal dari antara murid-muridNya. Sebelumnya Yudas Iskariot juga telah meninggal.

Tetapi jelas, Yudas Iskariot tidak meninggal sebagai martir, tetapi sebagai penghianat.

Sementara Stefanus berbeda. Stefanus telah membuktikan kesetiaannya mengikut Tuhan Yesus, dengan tekun memikul salibnya sampai mati. (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab)

 

7. Kematian Stefanus Berdampak Pada Pemberitaan Injil Secara Besar-Besaran Dan Perluasan Gereja Tuhan

Kematian Stefanus ternyata memberi dampak besar bagi gereja Tuhan.

Kematian Stefanus menimbulkan masa penganiayaan yang besar, salah satu masa penganiayaan terbesar sejak kelahiran gereja Tuhan di muka bumi ini.

Hal ini membuat semua anggota jemaat mula-mula, kecuali rasul-rasul, terpaksa pergi meninggalkan Yerusalem dan tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.

Inilah penderitaan paling berat yang pernah dialami gereja mula-mula sejak kenaikan Tuhan Yesus ke sorga.

Tetapi justru kematian Stefanus inilah yang menjadi awal gereja mula-mula untuk memberitakan Injil di wilayah Yudea dan Samaria (Kisah Para Rasul 8:1-3).

Dengan demikian, tanpa mereka sadari, mereka sedang menggenapi perintah Tuhan Yesus untuk membawa Injil ke Yudea dan Samaria (Kisah Para Rasul 1:8).

Bahkan mereka telah pergi hingga ke Antiokhia, di mana mereka mendirikan gereja non-Yahudi pertama di dunia.

Dan kelak gereja Antiokhia menjadi pusat misi sedunia, yang membawa Injil hingga ke “ujung bumi” (segala bangsa), dengan rasul Paulus (di kemudian hari) sebagai penginjil utamanya (Kisah Para Rasul 11:19-26).

Benarlah apa yang dikatakan oleh Tertulianus, seorang bapa gereja yang hidup pada tahun 150-220 Masehi, “Darah para martir adalah benih bagi gereja.”

Bahkan kematian Stefanus juga melahirkan seorang pemimpin gereja, salah satu pemimpin Kristen terbesar sepanjang sejarah, yakni Rasul Paulus.

Sebelumnya, Saulus atau Rasul Paulus adalah salah satu orang yang paling berperan dalam kematian Stefanus (Kisah Para Rasul 7:58; 8:1, 3).

Namun kematian Stefanus tersebut rupanya sangat berkesan bagi Paulus secara pribadi, seperti yang disaksikannya sendiri di kemudian hari (Kisah Para Rasul 22:20).

Dan boleh dikatakan bahwa kematian Stefanus inilah yang menjadi salah satu penyebab pertobatan Rasul Paulus.

 

Itulah 7 fakta tentang Stefanus di Alkitab yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Stefanus”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Page: 1 2

View Comments