7 Fakta Tentang Tomas Di Alkitab

Artikel ini berisi seputar fakta-fakta penting tentang Tomas di Alkitab Perjanjian Baru.

Bagi banyak orang Kristen nama Tomas adalah nama yang populer.

Sebab rasul Tomas adalah tokoh penting di Alkitab Perjanjian Baru dan kisah hidupnya adalah kisah yang menginspirasi.

Karena itu kisah rasul Tomas sangat menarik untuk dipelajari.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Andreas Di Alkitab

Bukan saja karena Tomas merupakan salah satu tokoh penting di Alkitab, tetapi juga karena ia mempunyai kisah hidup yang luar biasa.

Rasul Tomas terutama dikenal karena menjadi salah satu murid Tuhan Yesus yang terkenal.

Kisah hidup Tomas dicatat dalam keempat Kitab Injil (Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes) dan dalam  Kitab Kisah Para Rasul.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yakobus Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang rasul Tomas sebelum menjadi murid Tuhan Yesus?

Bagaimana kehidupannya setelah Tuhan Yesus memanggilnya menjadi rasulNya?

Apa yang bisa kita pelajari dari sifat atau karakter Tomas?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yudas Iskariot Di Alkitab

Dan bagaimanakah pelayanan Tomas setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Tomas di Alkitab Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.  

 

1. Nama Tomas Dalam Bahasa Yunani Adalah Didimus, Yang Artinya Anak Kembar

Tomas adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus.

Dari 12 muridNya tersebut, hanya sebagian saja yang disebut secara khusus.

Artinya, mereka punya satu kisah khusus atau sifat khusus yang dicatat di Alkitab, di luar kebersamaan mereka dengan murid-murid Tuhan Yesus yang lain.

Sementara sebagian murid Tuhan Yesus yang lain hanya disebut namanya dalam daftar murid-muridNya atau dalam kumpulan para murid.

Salah satu dari murid-murid Tuhan Yesus yang disebut secara khusus di Alkitab di luar kebersamaan mereka dengan murid-muridNya yang lain adalah Tomas.

Nama Tomas dalam bahasa Yunani adalah Thomas, berasal dari bahasa Ibrani, t’hom, yang dalam bahasa Aram disebut t’oma’, yang artinya “anak kembar”.

Hal ini berarti bahwa Tomas adalah seorang anak kembar.

Alkitab tidak memberitahu kita siapa nama kembaran Tomas, namun tradisi Siria dan Mesir menyebut namanya Yudas.

Injil Yohanes tiga kali memakai terjemahan Yunaninya, yakni Didymos atau Didimus.

Alkitab hanya menyebut nama Tomas beserta artinya, tidak menjelaskan latar belakangnya.

Demikian juga dengan pemanggilan Tomas sebagai murid Tuhan Yesus, tidak dijelaskan kapan hal itu terjadi.

Juga tidak dijelaskan di Alkitab apa pekerjaan Tomas sebelum ia menjadi murid Tuhan Yesus.

Namun, setelah kematian Tuhan Yesus, Tomas bersama enam murid lainnya pergi ke danau Tiberias untuk menangkap ikan (Yohanes 21:1-3).

Mungkin hal ini membuktikan bahwa Tomas sebelumnya bekerja sebagai nelayan, seperti halnya murid-murid Tuhan Yesus lainnya (lihat poin 6 di bawah).

 

2. Penyebutan Pertama Tentang Tomas Di Alkitab Adalah Ketika Ia Berkata Agar Mereka Mati Bersama Yesus

Hampir semua catatan tentang Tomas di Alkitab terdapat di dalam Injil Yohanes, kecuali dalam daftar nama para murid Tuhan Yesus.

Penyebutan tentang Tomas pertama kali di Alkitab, selain dalam daftar murid-murid Tuhan Yesus, adalah dalam kaitannya dengan kisah Lazarus.

Lazarus adalah saudara dari kakak-beradik Maria dan Marta. Dan Lazarus disebut sebagai orang yang dikasihi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pernah beberapa kali datang ke rumah mereka di Betania.

Ketika Lazarus meninggal, Maria dan Marta memberitahukannya kepada Tuhan Yesus. Tetapi dengan sengaja Tuhan Yesus tidak segera datang ke rumah mereka.

Hal ini bukan karena Ia tidak peduli dengan mereka, tetapi karena Ia ingin agar mereka melihat kuasa Allah dinyatakan pada Lazarus.

Empat hari setelah kematian Lazarus, barulah Yesus datang dan membangkitkan Lazarus dari kematian. (Baca: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian)

Tetapi sebelum Yesus pergi ke Betania di daerah Yudea, murid-muridNya memperingatkanNya agar Ia tidak kembali ke sana, sebab orang-orang di situ benci kepadaNya.

Tetapi Yesus menegaskan kepada murid-muridNya bahwa mereka harus pergi ke Yudea selagi ada waktu.

Lalu Tomas pun berkata, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” (Yohanes 11:16).

Maksud Tomas adalah bahwa jika Yesus harus mati di Yudea maka murid-murid pun seharusnya demikian.

Hal ini adalah bentuk dukungan Tomas kepada Tuhan Yesus untuk pergi ke Yudea membangkitkan Lazarus.

Juga sekaligus bentuk kesiapan Tomas untuk mati bersama gurunya.

Tetapi tentu saat itu belum waktunya bagi Yesus untuk mati.

Sebab, seperti perkataanNya, mereka harus memanfaatkan setiap waktu 12 jam (waktu produktif) yang tersedia setiap harinya.

Yang berarti mereka masih punya waktu untuk terus bekerja/melayani sebelum kematianNya tiba.

 

3. Tomas Bertanya Kepada Tuhan Yesus Tentang KepergianNya Kepada Bapa

Dalam sebuah percakapan dengan para muridNya, tidak lama sebelum kematianNya, Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan pergi kepada rumah BapaNya untuk mempersiapkan tempat bagi murid-muridNya.

Yesus mengatakan bahwa setelah Ia selesai mempersiapkan tempat bagi murid-muridNya, maka Ia akan datang kembali untuk menjemput mereka dan membawa mereka ke rumah BapaNya, di mana mereka akan selalu bersama-sama.

Maka Tomas bertanya kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Menjawab Tomas, maka keluarlah perkataan Tuhan Yesus yang terkenal itu, yang mengukuhkan diriNya sebagai satu-satunya jalan menuju surga.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:1-6).

Kita patut berterima kasih kepada Tomas atas pertanyaannya itu, sehingga kita menjadi tahu dengan jelas bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan menuju surga!

 

4. Tomas Tidak Percaya Ketika Teman-temannya Mengatakan Bahwa Yesus Menampakkan Diri Kepada Mereka

Dalam sebuah kesempatan setelah kebangkitanNya dari kematian, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya, tetapi Tomas tidak hadir (Yohanes 20:24).

Tidak diceritakan di Alkitab mengapa Tomas tidak hadir saat itu.

Mungkin Tomas sedang bersedih atas kematian gurunya, Tuhan Yesus. Dan dia sedang ingin menyendiri.

Atau mungkin Tomas sedang ada urusan lain yang tidak disebut di Alkitab.

Yang jelas bukan karena Tomas mengundurkan diri sebagai murid Tuhan Yesus.

Dan ketika murid-murid lain memberitahukannya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dan menampakkan diri kepada mereka, ia tidak percaya. (Baca: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya)  

Tomas bahkan berkata bahwa sebelum ia mencucukkan tangannya ke bekas paku di tangan Yesus dan meraba lambung Yesus yang tertikam, maka ia sekali-kali tidak akan percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Hal ini kemudian membuatnya disebut sebagai “Tomas yang tidak percaya.”

Bahkan orang yang tidak percaya tentang sesuatu hal, bukan hanya tentang Tuhan atau hal-hal spiritual, disebut sebagai “si Tomas”.

Kendati demikian, keraguan Tomas atas kebangkitan Tuhan Yesus sejatinya bukanlah hal yang negatif. 

Itulah sebabnya para bapa gereja zaman dahulu sangat menghargai contoh yang diberikan oleh Tomas.

Misalnya Agustinus (354-430 Masehi), ia mengatakan tentang Tomas bahwa “Ia telah meragukan agar kita bisa percaya.”

Lagipula Tuhan Yesus pun tidak mencela keraguan Tomas (lihat poin 5 di bawah).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!