Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Yakobus Saudara Tuhan Yesus

 

5. Yakobus Saudara Tuhan Yesus Dikenal Setia Melakukan Taurat Yahudi

Di gereja mula-mula, gereja Yerusalem, yang semuanya orang Yahudi, jemaat terdiri dari dua golongan, yakni mereka yang tetap melakukan Taurat dan mereka yang tidak lagi melakukan Taurat.

Kelompok yang melakukan Taurat dibagi lagi menjadi dua bagian. Pertama, mereka  yang setia melakukan Taurat bagi diri mereka sendiri tetapi membiarkan orang non-Yahudi yang percaya Yesus dibenarkan hanya oleh iman, tanpa mengharuskan mereka melakukan Taurat.

Kedua, mereka yang selain menaati Taurat bagi diri mereka sendiri, juga mengharuskan orang non-Yahudi menaati Taurat.

Yakobus saudara Tuhan Yesus termasuk ke dalam golongan yang kedua dari kelompok yang pertama. Yakobus saudara Yesus termasuk golongan yang masih melakukan Taurat tetapi tidak mengharuskan orang non-Yahudi menaatinya.

Pandangan Yakobus saudara Tuhan Yesus terhadap Taurat tampak ketika rasul Paulus datang ke Yerusalem. Ribuan orang Yahudi telah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi masih tetap melakukan Taurat. Dan mereka mendapat laporan bahwa Paulus mengajarkan orang-orang Yahudi di perantauan untuk melepaskan Taurat.

Namun hal ini tidaklah benar, Paulus hanya mengajarkan agar orang-orang non-Yahudi tidak perlu melakukan Taurat.

Tetapi untuk menghilangkan kecurigaan jemaat Yahudi penganut Taurat tersebut terhadap Paulus, Yakobus saudara Yesus menganjurkan Paulus untuk ikut membayar an membayar nazar mereka ambil supaya tidak menjadi batu sandungan bagi jemaat Yahudi yang masih melakukan Taurat.

Dalam sejarah, Yakobus saudara Yesus terkenal begitu tekun menaati Hukum Taurat. Namun, ia menaati Taurat dalam perspektif Kristen, di dalam anugerah Tuhan Yesus. Yakobus saudara Yesus menuruti beberapa tradisi Perjanjian Lama hanya sejauh itu tidak bertentangan dengan Injil Tuhan Yesus.

 

6. Yakobus Saudara Tuhan Yesus Adalah Seorang Penulis Kitab Suci

Yakobus saudara Tuhan Yesus adalah salah satu penulis Alkitab. Ia menulis satu dari 66 kitab yang ada di Alkitab, yang disebut dengan namanya, yakni kitab Yakobus. Tradisi Kristen sejak dulu menyebutkan bahwa kitab Yakobus ditulis oleh Yakobus saudara Tuhan Yesus.

Di dalam kitabnya tersebut, Yakobus saudara Yesus menyebut dirinya sebagai Yakobus “hamba” Yesus Kristus (Yakobus 1:1), dia tidak menyebut dirinya sebagai Yakobus “saudara” Yesus. Ini menunjukkan kerendahan hatinya.

Dan walaupun Yakobus saudara Yesus hanya dua kali menyebut Tuhan Yesus di kitab yang ditulisnya, tetapi di dalam dua ayat tersebut, ia selalu menyebut Yesus sebagai Tuhan, yang disejajarkan dengan Allah Bapa. Ini adalah penghormatan Yakobus kepada Tuhan Yesus, sekalipun secara manusia Dia adalah saudaranya.

Yakobus saudara Yakobus, bersama penulis-penulis Alkitab lainnya, mendapat hak istimewa dipakai Allah untuk menyampaikan isi hatiNya kepada umatNya turun-temurun. Dan tulisan mereka yang diilhamkan oleh Allah bermanfaat untuk umat manusia.

Tidak terkira berkat yang kita dapatkan dari tulisan Yakobus saudara Yesus, sebagaimana yang ditulis oleh penulis-penulis Alkitab lainnya. Kitab Yakobus mengajar kita tentang doa, ketekunan, mengekang lidah, tidak menghakimi orang lain, tidak memandang muka, dan lain sebagainya.

Tetapi hal terbesar dari ajaran Yakobus saudara Yesus adalah bahwa iman kita harus disertai dengan perbuatan nyata, bukan hanya kata-kata saja. Kitab ini menjadi pelengkap dari tulisan-tulisan rasul Paulus yang menitikberatkan pada iman. Sedangkan ajaran Yakobus saudara Yesus menitikberatkan pada perbuatan nyata.

Ajaran rasul Paulus dan ajaran Yakobus saudara Yesus tidaklah bertentangan, melainkan saling melengkapi.

 

7. Yakobus Saudara Tuhan Yesus Mati Martir Pada Masa Imam Ananus Muda

Kematian Yakobus saudara Tuhan Yesus tidak dicatat di Alkitab. Tetapi ada beberapa catatan sejarah terpercaya tentang kematiannya sebagai martir Kristen.

Di antaranya adalah dalam buku terkenal Sejarah Yahudi Kuno, karya Flavius Yosefus, sejarawan terkemuka Yahudi. Yosefus menulis bahwa kematian Yakobus saudara Yesus pada zaman pemerintahan Imam Besar Ananus Muda. Yakobus saudara Yesus mati martir dengan cara dirajam atau dilempari batu.

Peristiwa kematian Yakobus saudara Yesus ini diperkirakan terjadi pada tahun 62 Masehi.

Menurut fragmen gereja, sewaktu Yakobus saudara Yesus dilempari dengan batu, ia berlutut dan berdoa, “Aku mohon kepadaMu, Allah, Bapa kami, ampunilah mereka; sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Hal ini meniru Tuhan Yesus dan Stefanus, ketika dihukum mati. Mereka berdua juga mengampuni orang yang menghukum mati mereka.

Betapa pun Yakobus saudara Yesus menuruti Taurat dan adat-istiadat Yahudi, sehingga tidak terlalu menimbulkan pertentangan dari orang-orang Yahudi yang belum percaya kepada Yesus, namun Yakobus saudara Yesus tetap saja diperhadapkan kepada dakwaan yang tidak berdasar.

Dan seperti Tuhan Yesus, saudaranya secara manusia, yang sekaligus Tuhannya, ia pun menerima kemartirannya.

Memang Tuhan Yesus sendiri sudah mengingatkan bahwa murid-muridNya akan dibenci, dianiaya, bahkan kehilangan nyawanya karena mengikutiNya. Dunia ini selalu membenci Tuhan Yesus dan para pengikutNya. Akan tetapi Ia juga berjanji untuk menyertai mereka senantiasa (Matius 28:20).

Namun bagaimanapun juga, begitu berharga di mata Tuhan kematian orang-orang yang dikasihiNya (Mazmur 116:15). Dia tidak akan membiarkan hamba-hambaNya mati tanpa seizinNya. Jika Tuhan mengizinkan kematian hamba-hambaNya, maka Dia tahu bahwa itulah yang terbaik bagi mereka.

Bagi orang percaya, kematian bukanlah hal yang paling mengerikan, melainkan sebuah hal yang melegakan; sebab mereka akan beristirahat dari pekerjaan mereka yang melelahkan di dunia ini (Wahyu 14:13).

Jadi kematian Yakobus saudara Yesus bukanlah sebuah kekalahan, tetapi sebuah kemenangan atas perjuangan imannnya di bumi ini. Seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus, orang-orang seperti Yakobus saudara Yesus telah mengakhiri pertandingan yang baik, ia telah memelihara iman, dan ia telah menang. Mahkota abadi telah tersedia baginya (2 Timotius 4:7-8).

 

Itulah 7 fakta tentang Yakobus saudara Tuhan Yesus yang perlu kita tahu.

 

Perhatian: Sebagian besar bahan penulisan artikel ini diambil dari tulisan saya yang berjudul “Seminggu Bersama Yakobus Saudara Yesus”, yang telah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Page: 1 2