7 Fakta Tentang Yakub Di Alkitab

Artikel ini membahas seputar 7 fakta penting tentang Yakub di Alkitab Perjanjian Lama.

Yakub adalah salah satu tokoh Alkitab terbesar, khususnya di Perjanjian Lama.

Yakub adalah anak Ishak, cucu Abraham, dan nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Yusuf Menurut Alkitab

Bersama Ishak, ayahnya, dan Abraham, kakeknya, Yakub sering disebut secara bersamaan dan sebagai satu kesatuan.

Misalnya dalam penyebutan nama Tuhan, yang biasa disebut dengan istilah “Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”

Selain itu, Yakub juga merupakan nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia.

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Abraham Menurut Alkitab

Yakub di Alkitab terutama dikenal karena menjadi penerus berkat Abraham dan Ishak serta mengikat perjanjian dengan Tuhan.

Lalu, bagaimanakah latar belakang Yakub menurut Alkitab?

Bagaimana kehidupannya di Tanah Perjanjian sebagai nenek moyang bangsa Israel?

Baca juga: 7 Fakta Penting Tentang Ishak Menurut Alkitab

Bagaimana janji-janji Tuhan kepadanya digenapi?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Yakub di Alkitab Perjanjian Lama.

Berikut pembahasannya.

 

1. Yakub Adalah Anak Perjanjian Dan Pilihan Allah

Kisah Yakub dimulai dari Abraham, orang yang dipilih Tuhan, agar melalui dia berkat keselamatanNya sampai kepada segala bangsa (Kejadian 12:1-3).

Untuk itu Tuhan berjanji akan memberinya banyak keturunan dan tanah Kanaan sebagai Tanah Perjanjian yang akan dimiliki oleh Abraham dan keturunannya.

Pada waktu Tuhan memilih Abraham, dia belum mempunyai keturunan, dan usianya telah 75 tahun; sedangkan istrinya, Sara, adalah seorang perempuan yang mandul.

Namun, 25 tahun kemudian, akhirnya Abraham dan Sara mendapatkan anak, yakni Ishak, seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan.

Lalu Ishak menikahi Ribka. Dan setelah sempat mandul selama 20 tahun, Ribka, istri Ishak, mengandung dan melahirkan anak kembar, yakni Esau dan Yakub.

Ada yang patut diingat pada saat kelahiran Esau dan Yakub.

Sebelum kedua anak Ishak lahir, Tuhan berfirman bahwa anak yang bungsu, Yakub, akan lebih berkuasa daripada yang sulung, Esau.

Dengan kata lain Tuhan telah memilih bahwa Yakublah yang akan meneruskan garis keturunan Abraham, bukan Esau, sekalipun Esau adalah anak yang sulung (Kejadian 25:19-27).

Dengan demikian Yakublah juga yang akan mewarisi berkat-berkat Abraham dan Ishak.

 

2. Yakub Adalah Anak Kesayangan Ibunya, Ribka

Ishak dan Ribka memperlakukan kedua anak mereka secara berbeda.

Ishak dan istrinya masing-masing punya “anak kesayangan”.

Ishak lebih mengasihi si sulung Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi si bungsu Yakub (Kejadian 25:28).

Hal ini semakin jelas terlihat tatkala Ishak sudah tua dan hendak memberkati Esau sebagai anak sulung (lihat poin 4 di bawah).

Tidak jelas mengapa Ribka lebih mengasihi Yakub ketimbang Esau.

Mungkin karena Yakub anak bungsu.

Atau mungkin juga karena Esau telah dikasihi oleh Ishak melebihi Yakub sehingga Ribka merasa harus mengasihi Yakub ketimbang Esau.

Dengan demikian mungkin Ribka berharap ada keadilan di antara Esau dan Yakub.

Kalau Ishak jelas, ia mengasihi Esau ketimbang Yakub karena ia suka makan daging buruan dan Esau suka berburu.

Bagaimanapun, punya anak emas masing-masing antara Ishak dan Ribka akan menghancurkan keluarga mereka (lihat poin 5 di bawah).

 

3. Sejak Masa Mudanya, Yakub Sudah Terlihat Lebih Dominan Daripada Kakaknya, Esau

Sejak masa muda Yakub telah menunjukkan dominasinya atas Esau, kakaknya.

Hal ini tampak ketika Esau sedang kelaparan dan ingin memakan sedikit dari bubur kacang merah yang sedang dimasak oleh Yakub.

Yakub hanya bersedia memberinya makan bubur kacang merah tersebut jika Esau bersedia memberi hak kesulungannya kepada Yakub.

Jelas Yakub di sini bukan hanya pelit kepada kakaknya, tetapi juga licik.

Dan Esau tak berdaya menghadapi kelicikan adiknya. Ia terpaksa merelakan hak kesulungannya dengan semangkuk bubur kacang merah.

Semangkuk bubur kacang merah tentu tidaklah ada artinya dibanding hak kesulungan.

Kendati demikian, Alkitab justru mencela Esau yang memandang rendah hak kesulungannya sehingga rela menukarkannya dengan semangkuk bubur kacang merah. (Kejadian 25:29-34; Ibrani 12:16-17).

 

4. Yakub Menipu Ayahnya Untuk Mendapat Hak Kesulungan

Meski hak kesulungan secara informal telah Esau berikan kepada Yakub, hal itu belum sah jika tidak diberkati oleh ayah mereka, Ishak.

Maka ketika Ishak hendak memberkati Esau, Yakub menyamar jadi Esau atas saran ibunya, Ribka.

Sehingga Ishak memberkati Yakub sebagai anak sulung, karena ia merasa itu adalah Esau.

Saat itu memang Ishak sudah tua dan penglihatannya sudah rabun (Kejadian 27:1-45).

Keinginan Ishak untuk memberkati Esau sebagai anak sulung adalah wujud kecintaannya kepada Esau.

Dan hal itu jelas adalah salah, sebab Tuhan sudah berfirman bahwa Yakublah yang akan lebih berkuasa daripada Esau, karena itu Yakublah yang berhak mewarisi berkat Tuhan kepada Abraham dan Ishak (lihat poin 1 di atas).

Demikian juga Ribka, sekalipun Yakub adalah pilihan Tuhan, namun cara yang Ribka pakai untuk mendapatkan berkat Ishak adalah salah, sebab ia hendak mengalihkan berkat tersebut dengan cara menipu Ishak yang sudah tua.

Dan hal itu bukanlah karena kesadarannya akan firman Tuhan bahwa Yakub akan lebih berkuasa daripada Esau, tetapi semata-mata karena ia lebih sayang kepada Yakub ketimbang Esau.

Jadi Ishak dan istrinya bersaing untuk mendapatkan berkat Tuhan secara tidak benar. Dan Ribkalah yang menang.

Dengan demikian rencana Tuhan bagi keluarga Ishak tetap digenapi, bahwa Yakub lebih berkuasa daripada Esau.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!