Categories: TOKOH ALKITAB

7 Fakta Tentang Yehuda Menurut Alkitab

 

Artikel ini berisi fakta-fakta penting tentang Yehuda menurut Alkitab.

Ada banyak hal penting yang dapat dipelajari dari Yehuda di Alkitab.

Bagi banyak orang Kristen nama Yehuda pasti sudah tidak asing lagi.

Sebab Yehuda adalah salah satu tokoh yang cukup penting di Alkitab Perjanjian Lama.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Ruben Di Alkitab

Yehuda adalah salah satu anak Yakub dan menjadi nenek moyang bangsa Israel, yakni dari suku Yehuda yang kemudian dikenal sebagai bangsa Yehuda/Yahudi.

Kisah pribadi Yehuda di Alkitab banyak dicatat bersama saudara-saudaranya, anak-anak lelaki Yakub lainnya.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simson Di Alkitab

Tetapi Alkitab juga mencatat kisah Yehuda secara khusus, terpisah dari saudara-saudaranya.

Yehuda adalah salah satu anak Yakub yang kisahnya paling banyak dicatat di Alkitab, bersama Yusuf dan Ruben.

Yehuda di Alkitab terutama dikenal karena menjadi nenek moyang raja-raja Israel/Yahudi dan nenek moyang Mesias, serta nenek moyang bangsa Yahudi secara umum.

Kisah hidup Yehuda di Alkitab secara khusus dapat ditemukan dalam Kitab Kejadian pasal 38.

Baca juga: 7 Fakta Tentang  Musa Di Alkitab

Lalu, bagaimanakah latar belakang kehidupan Yehuda menurut Alkitab?

Bagaimana sifat dan karakter Yehuda?

Bagaimana dengan istri dan anak-anak Yehuda?

Mengapa Yehuda dipilih menjadi nenek moyang Mesias walau bukan ia anak sulung?

Dan bagaimanakah akhir hidup Yehuda?

Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Di sini dicatat 7 fakta penting tentang Yehuda menurut Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama.

 

1. Yehuda Adalah Anak Keempat Yakub Dengan Lea

Fakta pertama tentang Yehuda menurut Alkitab: Yehuda adalah anak keempat Yakub dengan Lea.

Yehuda dalam bahasa Ibrani adalah Yehudah, yang artinya “bersyukur”

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari 2 istri dan 2 gundik.(Baca: 12 Anak Yakub, Nenek Moyang Bangsa Israel)

 

2. Yehuda Adalah Salah Satu Anak Yakub Yang Menjual Yusuf

Fakta kedua tentang Yehuda menurut Alkitab: Yehuda adalah salah satu anak Yakub yang ikut menjual Yusuf, saudaranya.

Yehuda bersama 9 saudaranya yang lain, kakak-kakak Yusuf, menjual Yusuf ke Mesir karena iri hati.

Yusuf lahir dari istri yang paling dicintainya, Rahel, dan di masa tuanya, maka Yakub lebih mengasihi  Yusuf dibanding anak-anaknya yang lain.

Hal ini jelas membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu, bahkan benci kepada Yusuf.

Selain itu, Yusuf juga menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas mereka, sehingga mereka semakin benci kepada Yusuf.

Dan mereka akhirnya menjualnya kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir.

Mereka berbohong kepada ayah mereka bahwa Yusuf sudah mati diterkam binatang buas.

Mendengar hal ini Yakub pun berkabung berhari-hari dan tidak ada lagi semangatnya untuk hidup (Kejadian 37).

 

3. Yehuda Menikah Dengan Perempuan Kanaan Yang Tidak Percaya Tuhan

Fakta ketiga tentang Yehuda menurut Alkitab: Yehuda menikahi perempuan  Kanaan yang tidak percaya Tuhan.

Yehuda pergi seorang diri ke Adulam, ke rumah sahabatnya, Hira. Dan di situ ia menemukan seorang perempuan Kanaan, anak Syua.

Dan Yehuda menikahi perempuan tersebut.

Dari perempuan Kanaan ini Yehuda memperoleh tiga anak, semuanya laki-laki.

Mereka adalah Er, Onan, dan Syela. (Kejadian 38:1-5).

Sebagai orang yang percaya Tuhan, umat perjanjian, Yehuda seharusnya tidak menikahi orang Kanaan yang tidak percaya Tuhan.

Hal ini sesuai dengan teladan dan nasihat Abraham dan Ishak, nenek moyang Yehuda.

Di kemudian hari, umat Israel dilarang keras menikahi orang yang tidak seiman.

 

4. Yehuda Kehilangan Dua Anaknya Karena Dibunuh Tuhan

Fakta keempat tentang Yehuda menurut Alkitab: Yehuda kehilangan dua anaknya karena dihukum mati Tuhan.

Yehuda mengambil seorang istri bagi anak sulungnya, Er, yakni Tamar.

Tetapi Er itu jahat di mata Tuhan  sehingga Tuhan menghukum mati dia.

Lalu Yehuda menyuruh anaknya yang kedua, Onan, mengambil Tamar menjadi istrinya sehingga abangnya, Er, mendapat keturunan dari Onan (sesuai dengan budaya pada masa itu).

Tetapi Onan itu jahat, sebab setiap kali ia berhubungan dengan Tamar, ia sengaja membiarkan air maninya terbuang, sehingga ia tidak mendapat anak dari Tamar.

Karena pikirnya, dia mendapat anak tapi Er yang “menikmatinya”, anak itu akan dianggap sebagai anak Er, abangnya yang telah meninggal.

Maka Tuhan juga membunuh Onan.

Yehuda sebenarnya masih punya satu lagi anak laki-laki yang bisa diberikannya kepada Tamar, tetapi dia masih kecil.

Di samping itu Yehuda juga takut memberikannya kepada Tamar, karena ia takut anak itu nanti juga berlaku sama dengan abang-abangnya sehingga Tuhan menghukum mati.

Di samping kehilangan dua anak, Yehuda juga harus kehilangan istrinya yang meninggal kemudian.

 

Page: 1 2