Loading...

7 Fakta Tentang Yohanes Markus

Loading...

Markus, yang bernama lengkap Yohanes Markus, adalah seorang tokoh yang cukup penting di Perjanjian Baru, khususnya di gereja Yerusalem, gereja pertama di dunia. Karena itu menjadi penting bagi kita untuk mengenal Yohanes Markus lebih dekat.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Simson

Siapakah sebenarnya Yohanes Markus? Bagaimana latar belakang keluarganya? Bagaimana pelayanannya di Perjanjian Baru? Apa kontribusinya bagi penulisan kitab Injil?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini. Di sini dicatat 7 fakta penting seputar Yohanes Markus. Fakta-fakta apa sajakah itu? berikut pembahasannya.

 

1. Yohanes Markus Berasal Dari Keluarga Yang Berada, Namun Saleh

Nama lengkap Markus adalah Yohanes Markus. Yohanes (Bahasa Yunani: Ioannes) adalah transliterasi dari nama Ibrani Yokhanan atau Yohanan, sebuah nama yang banyak dipakai di Perjanjian Lama. Karena itu Markus adalah seorang Yahudi.

Hal ini diperkuat oleh keterangan dalam Kolose 4:10-11, di mana Markus disebut sebagai orang yang bersunat, yang berartiĀ  ia adalah seorang Yahudi.

Sedangkan Markus (Bahasa Yunani: Markos) berasal dari nama Latin, Marcus. Kita tidak tahu mengapa Markus memakai nama Latin. Memang pada waktu itu di kekaisaran Romawi sering juga para budak, termasuk orang Yahudi, memakai nama Latin, yakni nama keluarga atau marga tuan mereka.

Namun pada masa itu orang-orang Yahudi juga memakai dua nama, nama Ibrani dan nama Latin, atau nama Ibrani dan nama Yunani. Contohnya adalah Yusuf yang disebut juga Barsabas, yang mempunyai nama Latin, yakni Yustus (Kisah Para Rasul 1:23). Mungkin kasus Markus juga seperti ini, bukan karena ia seorang budak.

Yohanes Markus berasal dari keluarga yang cukup berada di kota Yerusalem. Ketika rasul Petrus dipenjarakan karena memberitakan Injil, maka jemaat gereja mula-mula di Yerusalem berdoa di rumah Maria, ibu Markus. Jemaat mula-mula di Yerusalem yang ikut berdoa saat itu tentu cukup banyak, dan hanya rumah yang cukup besarlah yang bisa menampung jemaat sebanyak itu.

Di samping itu, disebutkan juga bahwa ibu Markus mempunyai pelayan, paling tidak satu orang, yakni Rode, yang membukakan pintu ketika Petrus dilepaskan dari penjara (Kisah Para Rasul 12:5, 12-14). Pada masa itu, hanya orang yang cukup mampu yang mempunyai pelayan rumah tangga.

Tampaknya saat itu Maria adalah seorang janda dan ayah Markus telah meninggal. Sebab nama ayah Markus tidak disebut, dan rumah Markus disebut sebagai “rumah Maria”. Ada juga kemungkinan bahwa Markus adalah anak tunggal ibunya.

Menarik untuk diperhatikan, ketika Petrus keluar dari penjara, dia langsung menuju ke rumah ibu Markus. Artinya, Petrus tahu di mana jemaat saat itu sedang berkumpul dan berdoa. Hal ini mengindikasikan bahwa rumah ibu Markus mungkin sudah biasa dipakai oleh gereja Yerusalem untuk berkumpul dan berdoa.

Jika demikian, maka selain orang yang cukup berada, keluarga Markus juga pasti orang yang saleh, yang ikut aktif terlibat dalam pelayanan doa jemaat, bahkan yang menyediakan rumah mereka sendiri sebagai tempat pelayanan gereja untuk berkumpul dan berdoa. Dan sangat mungkin Markus juga ikut terlibat dalam acara-acara doa di rumahnya.

 

2. Yohanes Markus Mulai Terlibat Dalam Pelayanan Bersama Dua Rasul Besar: Paulus Dan Barnabas

Markus mulai aktif terlibat dalam pelayanan, sekalipun mungkin dia juga sudah sering ikut berdoa di rumahnya. Namun Markus sekarang terlibat dalam pelayanan pemberitaan Injil di luar rumahnya, bahkan di luar kotanya, Yerusalem.

Hal ini diawali oleh Paulus dan Barnabas, yang datang dari Antiokhia ke Yerusalem untuk membawa sumbangan jemaat di Antiokhia kepada jemaat di Yerusalem. Barnabas dan Paulus adalah dua di antara beberapa pemimpin jemaat di Antiokhia.

Ketika mereka kembali dari Yerusalem ke Antiokhia, dan hendak pergi memberitakan Injil ke berbagai daerah, mereka pun membawa Markus untuk menyertai mereka (Kisah Para Rasul 12:25)

Tentu adalah suatu hak istimewa baginya untuk bekerja sama dalam pelayanan dengan para hamba Tuhan “besar”, Paulus dan Barnabas, yang merupakan nabi (Kisah Para Rasul 13:1) dan rasul (Kisah Para Rasul 13:43).

Bersama Paulus dan Barnabas, Markus melakukan pelayanan pertamanya ke pulau Siprus, kampungnya Barnabas. Mereka memberitakan Injil di rumah-rumah ibadat (sinagoge) Yahudi di Salamis.

Di Pafos, mereka bertemu dengan Elimas, seorang tukang sihir dan nabi palsu. Ia berusaha menghalangi-halangi rombongan Markus, ketika mereka sedang menyampaikan Injil kepada Sergius Paulus, gubernur pulau Siprus. Tetapi melalui rasul Paulus, Tuhan menghukum Elimas sehingga ia buta. Hal ini membuat gubernur pulau tersebut bertobat (Kisah Para Rasul 13:4-12).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!